Monthly Archives: June 2010

Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).

Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter
5. Denah lokasi dan denah bangunan

Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.

Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.

Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kita bisa datang langsung ke Kantor MUI di kota kita/terdekat. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Fotokopi izin usaha

Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi tidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya kita tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usaha makanan rumahan kita.

Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota kita akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah di lapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal kita.

Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapat hambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, bisa langsung datang ke kantor DinKes.
Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan kita lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal dalam kemasan. Sekarang kita siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan kita.

Sharing dari Vivi Liong , thanks to her.

Macaroni Brood Dengan Sayur

Sabtu sore, bikin cemilan yang cepet biar dimakan hangat. Pilihan jatuh ke macaroni brood. Resep asli silahkan lihat di sini (thanks to Mbak Peni).

Aku hanya buat separoh resep, dengan modifikasi daging diganti daging ayam, susu evaporated diganti susu UHT, bumbu tambah bawang putih.

Macaroni Brood Dengan Sayur

Bahan :

• 1 buah roti tawar tanpa kulit
• 125 gram daging ayam giling/cacah
• 4 buah buncis, diiris halus
• 1 buah wortel sedang, diiris halus
• 1 untai daun bawang, diiris halus
• 125 ml susu UHT
• 125 gr keju parut
• 100 gr macaroni, direbus dan tiriskan
• 2 sdm mentega untuk menumis
• 3 butir bawang merah dirajang
• 2 butir bawang putih digeprak
• merica, pala dihaluskan, secukupnya
• garam, gula secukupnya (bila suka)
• 1 butir telur ayam dikocok

Cara membuat :

1. Rendam roti dengan susu UHT.
2. Tumis bawang merah, bawang putih, tambahkan merica-pala yang dihaluskan, tumis sampai harum.
3. Masukkan daging ayam, buncis, wortel, dan daun bawang. Tambahkan sedikit garam dan gula sesuai selera/bila perlu.
4. Setelah daging matang, angkat, tambahkan roti tawar, keju parut, telur yang sudah dikocok, dan terakhir macaroni.
5. Aduk sampai rata, masukkan ke dalam Loyang/cetakan (aku pakai alumunium cup kecil).
6. Panggang hingga matang, suhu 180 C selama 20 menit.

Mengenal Si Kutu Terigu

Salah satu masalah yang biasa dialami para pelaku industri berbasis tepung terigu adalah timbulnya kutu pada bahan baku terigunya. Yuk sedikit mengenal apa n bagaimana kutu terigu tersebut?
Kutu yang biasa ditemukan di terigu dan juga biji gandum adalah dari jenis Tribolium confusum (Confused flour beetles) dan Tribolium castaneum (Rust red flour beetles). Jenis kutu ini juga ditemukan di rumah tangga dan industri rumahan dan bila sudah mengkontaminasi akan berkembang biak dengan cepatnya. Kutu ini tidak menggigit kita maupun hewan piaraan, juga tidak merusak rusak atau perabotan. Meski dilaporkan tidak menyebarkan penyakit, tapi hati-hati lho…. kutu dalam jumlah banyak di terigu pastinya meninggalkan jejak faeces (BAB alias buang air besar) mereka. Hiiii… jorok kan? Naa… kalau menurut aku sih, faecesnya ini potensial dong membawa banyak bahaya mikrobiologis n tidak higienis.

Selain di terigu dan biji gandum, jenis kutu ini juga bisa ditemukan pada barley, cereal, jagung dan produk pangannya, oats, beras, rye, bran, buah kering, kacang-kacangan, coklat, susu bubuk, biji bunga matahari, dan tepung bumbu-bumbuan. Tepung yang sudah tercemar dengan banyak larva akan berubah warna menjadi keabu-abuan dan akan cepat berjamur.

Ciri fisik
Kutu terigu secara penampakan memiliki panjang tubuh 2,5–3 mm, berwarna coklat kemerahan-berkilat, dan memiliki antena.
Telur kutu tak berwarna atau putih dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Larvanya berkepala coklat dan berwarna krem kekuningan, berbentuk silinder, dengan panjang sekitar 6 mm dan memiliki 6 kaki.
Pupa (pupae) berwarna lebih muda, putih kekuningan, berbadan gendut. Orang Jawa menyebutnya “gendhon”. Hihi.. lucu ya namanya, selucu pupanya. (Aiih… alih-alih bilang lucu, melihatnya bergerak pun pasti banyak ibu-ibu yang merinding, he..he..).

Siklus hidup
Kutu terigu betina bertelur sebanyak 300-400 butir di terigu selama waktu 5-8 bulan (kira-kira 2-3 telur/hari). Dalam 5-12 hari, telur-telur ini berubah menjadi larva putih kekuningan berbentuk silindris. Periode larva bervariasi dari 22 hingga lebih dari 100 hari. Larva dewasa akan menjadi pupa (pupae) mungil dan dalam seminggu menjadi pupa dewasa. Lama periode pupa adalah sekitar 8 hari. Keseluruhan siklus memerlukan waktu 7-12 minggu, dengan kutu dewasa bisa bertahan hidup selama 3 tahun atau lebih.
Jenis kutu ini menyukai suhu lingkungan sekitar 30°C dan mereka tidak tumbuh dan berkembang biak pada suhu di bawah 18°C.

Siklus hidup kutu terigu, telur-larva-pupa-kutu

Perlakuan

Apabila terigu sudah tercemar dengan banyak kutu, cara efektif menghilangkannya adalah membuangnya dalam wadah tertutup rapat. Apabila ditemukan kutu dalam jumlah yang masih ditoleransi, dapat dilakukan fumigasi dan pengayakan.
Pembersihan dilakukan untuk mensterilkan tempat dari ceceran-ceceran tepung yang tentunya sudah mengandung banyak telur.

Meminimalkan Timbulnya Kutu

Tentunya pencegahan lebih baik daripada pembasmian. Dalam terigu sendiri sebenarnya ada potensi telur kutu. Tepung terigu yang digiling dengan proses milling yang paling modern n terjaga sanitasi dan higienisitasnya masih akan menyisakan kemungkinan 1-2% telur kutu di dalamnya.
Cara menjaga/meminimalkan masalah kutu pada terigu ini adalah:
1. Simpan bahan baku terigu di tempat yang dingin dan kering. Bila tidak memungkinkan di tempat dingin, data disimpan pada suhu ruangan dengan catatan terjaga aerasi udaranya dan tidak lembab. Pisahkan segera produk yang sudah terlanjur berkutu agar tidak menulari yang lain.
2. Jaga kebersihan dan higienisitas gudang dan proses produksi.
3. Apabila terigu disimpan dalam gudang dan berjumlah banyak, sangat disarankan menjadwalkan fogging dan fumigasi secara rutin.
4. Jaga dan atur stock terigu agar tidak terlalu lama di gudang.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Mejeng di Detikfood

Senengnya… bisa mejeng jadi seleb kuliner lagi. Setelah sempat tampil di Tabloid Lezat bulan Maret lalu, sekarang giliran resep roti tawar blog ini ada di Detikfood.

Semoga bermanfaat buat pembaca. Bagi yang suka, dipersilahkan kasih bintang (rating), di-tweet or share di facebook juga. Thanks to semua teman, dunia nyata n dunia maya, yang telah banyak menginspirasiku. Sekali lagi, jangan lupa meluncur ke sini.

Bluder, Si Menul Nan Empuk

Nyobain resep Bludernya Pak Sahak, tapi terlalu banyak modifikasinya nih. Berhubung aku pakai terigu merk K2-nya Eastern Pearl FM yang dari hasil percobaan sebelumnya (Roti Manis dari Terigu K2) bisa menyerap lebih banyak air, jadi jumlah cairan aku tambahin. Trus ragi aku taruh semua di adonan biang. Tapi berhubung pengin cepat proses mengembangnya, akhirnya ku tambahkan lagi sedikit ragi di adonan.
Hasil uji coba kali ini memuaskan, didapat bluder nan menul n empuk.

BLUDER – Resep by Pak Sahak, modified by me

Bahan Biang :
• 150 gram Tepung terigu protein tinggi
• 5 gram Ragi instant
• 120 ml Susu evaporasi
Bahan Dough :
• 75 gram Gula pasir
• 5 butir Kuning telur
• 1 gram Ragi instan
• 2 gram Bread improper
• 100 gram Tepung terigu protein tinggi
• 10 ml Susu evaporasi
• 3 gram Garam
• 100 gram Butter
Bahan Isi : Coklat
Bahan oles :
• 1 butir kuning telur
• 1 sdm susu cair
• air 2 sdm
(semua bahan di atas jadi satu aduk rata).

Cara membuat :
1. Campur bahan biang jadi satu lalu aduk sampai rata dan diamkan selama 1 jam.
2. Kocok telur dan gula sampai mengental.
3. Kemudian masukan tepung terigu, ragi, bread improper dan susu cair lalu aduk sampai rata.
4. Masukkan bahan biang ke dalam adonan di atas sambil diaduk.
5. Masukan butter dan garam sambil diaduk sampai kalis.
6. Kemudian bentuk seperti bola dan diamkan selama 15 menit.
7. Timbang sesuai ukuran (aku 30 gram) bulatkan dan diamkan selama 15 menit.
8. Pipihkan dan isi dengan bahan isi.
9. Setelah diisi dengan bahan isi, bulatkan, lalu letakan di loyang muffin.
10. Fermentasikan hingga ukurannya menjadi 2 kali semula (kurang lebih 1,5 – 2 jam tergantung sikon, suhu n humidity)
11. Poles dengan bahan poles sebelum dipanggang.
12. Panggang dengan api suhu 180 oC selama 15 – 20 menit atau sampai matang.