Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).
Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter
5. Denah lokasi dan denah bangunan
Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.
Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.
Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.
Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kita bisa datang langsung ke Kantor MUI di kota kita/terdekat. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Fotokopi izin usaha
Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi tidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya kita tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usaha makanan rumahan kita.
Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota kita akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah di lapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal kita.
Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapat hambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, bisa langsung datang ke kantor DinKes.
Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan kita lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal dalam kemasan. Sekarang kita siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan kita.
Sharing dari Vivi Liong , thanks to her.































Terimakasih atas infonya, sangat membantu.
Sama-sama Pak…:) Senang kalau bermanfaat.
Seperti inilah keterangan yg saya cari, singkat jelas padat….cuman kalo mau buka usaha home industri unt kecantikan gmn prosedurnya…? thaxs infonya
Mohon maaf untuk home industri kecantikan saya kurang tau Bu.
Hi Vivi, thanks utk infonya. Sangat bermanfaat. Saya jg lagi berencana mau urus PIRT. Jika boleh minta info tambahan lagi, saya perlu tahu utk Surat keterangan Puskesmas atau Dokter, dalam hal pengurusan PIRT itu diperlukan surat keterangan apa ya? Apkh yg berhubungan dgn sanitasi tempat kerja atau sanitasi pekerja atau?
Thanks utk bantuannya,
Rgds
Oh ya sekalian tanya berapa biaya pembuatan PIRT (resmi), thanks
Mohon maaf Pak Johan, saya belum tahu, tapi bisa ditanyakan ke Dinkes setempat. Termasuk Surat Keterangan dari Puskesmas seperti pertanyaan Bapak sebelumnya.
alamat dinkes untuk jakarta timur? biaya pembuatan PIRT?biaya sertf halal? tks
makasih ya atas infonya,mudah2an dgn adnya ifrmsi ini akan lebih memudahkan saya untuk mengurus segala sesuatunya untk usaha yg baru akan saya rintis.
hatur nuhun….kamsia..thanks..trima kasih!!!!
apakah ada ukuran untuk kita membuat surat izin usaha dan berapa besar kah jumlah keuntungan yang diperoleh yang wajib kita harus mendaftarkan produk kita.
Ukuran pastinya/skala usaha bisa langsung ditanyakan ke Dinkes. Tentang keuntungan, tentunya produk kita punya nilai jual lebih bagi konsumen.
wah, infonya bermanfaat banget mba.. boleh aku share juga ya?
Silahkan.. aku juga dapat dari Mbak VL ..:)
Kalau untuk usaha peternakan (susu kambing) dan ingin membuat PIRT apakah prosedurnya sama? Terimakasih
Kalau yang mau didaftarkan adalah produk susu kambing-nya, prosedurnya sama Mbak.
thanx ya mbak untuk infonya.sangat membantu sekali.
Sama2…:)
thanks, ini baru blog bermanfaat, terus update ya, mohon izin sedot/copas.
ada informasi brp biaya yg dibutuhkan ya, boss..sampe sertifikasi keluar ? TQ b4
Bisa dibaca sharing dari Coklat Mentari di: http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/
Semoga membantu..:)
kunjungan balik dari calon anggota nih….informasinya berguna banget. Some day ya…some day i will need this
Thanks atas kunjungan baliknya. Semoga segera perlu info ini ya…:? Amin.
Terima kasih infonya gan…
ijin sedikit mengutip ya untuk tips di blog kami..di cantumin sumbernya dalam artikel ko..
kunjungin blog kami ya, mungkin banyak info yang bisa di share..
terima kasih gan atas infonya ane mo merintis usaha keripik buah di jakarta nih!
Sama-sama Pak Aldi, semoga sukses…..
Kalo ngurus ke Dinkes dan MUI ada dikenai biaya berapa ? Terima kasih atas infonya
Saya belum ada pengalaman sendiri Pak, tapi silahkan baca http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/
Kalau untuk MUI Halal skala perusahaan sekitar 2,5 juta
mohon saran untuk usaha home industri kecantikan bagaimana prosedurnya…? terima kasih
Waah…maaf kalau home industri kecantikan saya belum tau Mbak….Mohon maaf tidak membantu.
Pagi Mbak vivi, info sangat membantu sekali untuk saya dalam mendapatkan info mengenai pengurusan PIRT, yang ingin saya tanyakan bagaimana mengenai pengurusan PIRT untuk produk maklon di lain pabrik rencana saya akan maklon produk minuman cup rasa di daerah jawa timur sedangkan saya sudah punya ijin PIRT nya di pabrik daerah bogor , mohon penjelasannya mengenai mekanisme perijinan PIRT untuk rencana produk maklon di daerah jatim yang akan saya lakukan ? thanks
Bukan Mbak Vivi Pak, tapi mau bantu jawab..:)
Setau saya kalau maklon di lain lokasi ya mengajukan ijin lagi, karena yang ditinjau nantinya adalah proses produksinya. Saya gak paham mungkin saja tetap 1 nomor IRT tapi pada dasarnya tetap harus mengajukan ijinnya.
untuk mengurus PIRT apa hrs ada persyaratan sertipikat penyuluhan?
Biasanya itu sudah satu paket di Depkes kok Pak. Kita wajib ikut penyuluhannya juga.
punya info, produsen makaroni goreng mentah yang udah punya sertifikat halal ga???saya lagi butuh makaroni goreng mentah, tapi saya mau yang sudah bersertifikat halal.
Maaf Bundanya Hana, saya tidak tahu. Mungkin nanti pembaca lain ada yang bisa membantu.
Untuk makaroni umumnya diproduksi skala industri rumahan menengah n masih jarang yang mau mengajukan sertifikasi.
link yang di share di atas ga bisa dibuka..
Link yang mana Pak? Yang viviliong atau imedpreneur? Gak masalah tuh..
Selamat pagi.
Saya mau tanya mengenai izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari MUI.
Saat ini saya ingin membuat perusahaan dikota saya ( Bekasi ) tetapi memakai produk yang sudah memiliki Izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari Dinkes dan MUI ditempat produk tsb dihasilkan ( Bogor ).
Apakah saya perlu mendaftarkan kembali produk tsb di kota saya ?
Terimakasih
Haryadi
Pagi Pak Haryadi,
Setau saya Bapak harus tetap mendaftarkan kembali ya. Untuk P-IRT saya tidak begitu paham, tapi untuk Sertifikat Halalnya, produk yang diproduksi di lokasi yang berbeda tetap harus didaftarkan.
mending ijin pirt nya dengan kerja sama dengan DEPERINDAGKOP setempat. ada kemudahan lhoh tq
Terima kasih infonya… Saya baru baca.. Saya boLeh minta e-maiL pemberi info yang besangkutan ? Supaya saya bisa lebih leluasa untuk bertanya Lebih Lanjut… Thanks before.. ^_^
Thanks for visiting bu Agatha,
Bisa dilihat kontaknya langsung di http://mamagabymichelle.blogspot.com/ dan http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/ atau http://www.coklatmentari.com/
yuliartodanang@gmail.com kami hari ini sudah dapat setifikat dari dinas kesehatan. ada 2 sertifikat 1. untuk pemilik usaha 2. untuk sertifikasi produk. pemeriksaan dari dinas kesehatan ke rumah kami tgl 5 Agustus 2011 dan hari ini tgl 27 Agustus 2011 sudah kami terima sertifikat tersebut. terima kasih Depperindagkop dan Dinkes atas kejasamanya.
saya mau menjalankan usaha reseller makanan kecil(keripik pisang dan sale pisang ) yang produknya mengambil dari produsen di daerah.
apakah saya bisa mendapatkan ijin usaha pangan industri rumah tanga ?
mohon bantuannya, dan untuk mereply di email : ningdesyana@gmail.com.
atas bantuannya terima kasih.
Bu Ning.. sepengetahuan saya, ijin PIRT itu untuk produsen langsung.
klo prodak herbal apakah cara mengurusnya sama?alamat dinkes tangsel dimana ya?biayanya berapa?terima kasih
kalo boleh tahu,biaya untuk ijin usaha home industri berapa yang ke dinas kesehatan,dan ke majlis ulama indonesia ya??…
Untuk mendapatkan P-IRT dalam aturannya seperti itu, tetapi kenyataannya proses dari pendaftaran ke sertifikat sangat panjang. dari September sampai juli tahun depannya. apakah hal itu tidak menyalahi aturan. bagaimana solusinya untuk masyarakat kecil seperti saya yang tidak bisa kasih amplop tebal ke setiap petugas di dinas kesehatan?
klo koperassi apa bisa pakai pirt ato hrs bpom ? soalx kita masih kecil”an. n batasan antara pirt sama bpom itu gmn ?
Batasannya adalah modal pak. Untuk koperasi, disesuaikan saja. Untuk modal di bawah 50 juta ijin yang keluar P-IRT, ini masuk kategori home industri.
Sedangkan yang modalnya di atas 50 juta ijin yang keluar MD (Bapak tulis BPOM), kategori industri.
Saya ada niat mengembangkan makanan tradisional buatan orang tua. Informasi ini sangat membantu. terima kasih atas sharenya
Sama2 Pak. Semoga sukses..
mohon bantuannya, saya masih bingung, saya mengemas ulang snack yg diambil dr produsen, tetapi saya ingin punya PIRT, menurut bakingnfood/teman2 apa yg harus saya lakukan?apakah saya bisa memiliki nomor PIRT atau tidak? thnx
Setahu saya PIRT itu memang untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.
Terima kasih atas sharingnya yang begitu jelas mba, sangat membantu saya dimana saya akan mengurus perijinna tsb.
Sama2 bunda Harifa. Semoga sukses usahanya ya
numpang belajar juga pak….kalo misalnya kita beli makanan ringan dalam bentuk curah ke produsen-nya langsung, trus kita kemas sendiri dengan plastik dan printing yg kita buat sendiri, apa harus ijin PIRT juga ? atau ijin apa yg hrs saya lakukan ? makasih ya…..
Mbak Ajeng, setahu saya PIRT itu untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.
maaf numpang bertanya, kalau produknya satu seperti roti manis, tetapi isinya berbeda2…
ada isi coklat, isi keju, isi stoberri dan banyak lagi, itu satu izin P-IRT atau berbeda2 ya???
Mbak Nova, tetep dihitung 1 saja, produk roti manis. Tapi semua bahan isian dicantumkan di daftar bahan kita.
kalo kota beli makanan snack kiloan dari pabrik yang udah ada PIRT nya, terus kita kemas lagi (khusus usaha kemasan) apa perlu PIRT lagi utk usaha kemasan tersebut? atau boleh ga nyantumin PIRT dari pabrik tsb pada kemasan kita? trims ya
Kelihatannya tidak boleh Pak Mada. Bapak kan mengemas ulang. (note: diralat di bawah ini)
Pak Mada….maaf saya ralat ya jawabannya. Sudah nemu jawaban yang pas. Ternyata bisa lho mengemas ulang mendapatkan PIRT. Silahkan datang ke Dinkes terdekat dan mendapatkan infonya yaa…
wah terima kasih info nya…
terima kasih banyak atas informasinya ……
semoga Tuhan Y M E membalas nya ……
mau tanya untuk pengurusan PIRT produk jenis kue tapi produksinya untuk program kreativitas mahasiswa bagaimana ya?? lalu total biaya resmi yang diperlukan berapa??
Sama saja mbak Nuwra. Untuk biayanya silahkan datang langsung ke Dinkes setempat.
Apakah mendaftar P-IRT itu wajib..?
Saya baru mau membuka usaha makanan, tapi saya mau daftar P-IRTnya itu nanti setelah usaha saya berjalan..
Boleh tidak ya kalau seperti itu..?
Tidak wajib, tapi akan sangat menguntungkan dari sisi produsen. Karena konsumen lebih percaya.
Bisa mbak.
izin P-IRT tsb bisa untuk brp lama ya pak ? apkh bs trs digunakan selama usaha tsb berjalan?
tks.
Tidak dibatasi berapa lamanya, bisa terus digunakan selama industri tsb tidak melanggar ketentuan dan peraturan.
kalo untuk kemasan bandeng tanpa tulang bisa tidak pak & untuk snack, jadi untuk 2 jenis usaha…? trimakasi bantuannya.
Didaftarkan saja Pak..nanti nomernya sendiri-sendiri per produk.
terima kasih pak. berarti bayarnya dobel donk pak? saya masih awam. kira2 ijin 1 nomornya berapa? karena saya baru memulai usaha. terima kasih banyak bantuannya.
Saya bukan Pak kok…hehe… Untuk biaya pendaftaran saya tidak tahu yang terbaru Pak. Tapi tidak mahal kok. Silahkan datang saja ke Dinkes terdekat.
oke deh pak, eh, mas…!!! makasi bantuannya.