Jaman kecil dulu, kami tidak pernah makan durian begitu saja. Selalu Ibu membuatkan kolak ketan durian. Entah karena harga durian yang mahal dan tidak merata kalau dimakan keluarga besar kami atau karena memang Ibu sengaja membuat ketan durian. Hehe….
Setelah menikah, suami adalah pecinta durian dan akupun tak pernah lagi merasakan ketan durian. Karena tiap kali beli durian, ya pasti habis dimakan begitu saja.
Kebetulan minggu ini ada Ibu datang dari Semarang. Kesempatan dooong untuk minta dibuatkan ketan durian ini. Kali ini ketan tidak dimasak dengan cara diaron dulu kemudian dikukus. Tapi mengikuti cara masak si mbak dari Madura, yaitu dengan cara dikukus langsung. Metode baru nih bagiku. Hihi..dasar gak hobi masak aja deh ya sepertinya…:)
Ketan Durian
Bahan:
• 250 gr ketan, cuci bersih
• 3 lembar daun pandan, cuci bersih, ikat simpul
• 1 buah durian (aku pakai yang lokal)
• 500 cc santan
• 2 gelas air
• 1 sdt garam
• 200 gr gula jawa/merah
• gula pasir sesuai selera (untuk menyesuaikan manisnya)
Cara membuat ketan kukus:
1. Kukus ketan dan 1 lembar daun pandan sampai setengah matang sekitar 20 menit dengan api sedang
2. Sementara itu, rebus air sampai mendidih, kira kira 300 ml
3. Percikkan/siram-siram sedkit-sedikit air mendidih ke atas ketan yang sedang dikukus sambil diaduk merata.
4. Ulangi proses yang sama 10 menit berikutnya atau kira-kira sudah pas.
5. Lanjutkan mengukus sampai ketan benar-benar matang ditandai dengan warna bening yang merata.
Cara membuat kolak durian:
1. Rebus air dan gula jawa lalu saring.
2. Rebus lagi air gula jawa yang sudah disaring dan tambahkan santan dan 2 lembar pandan sambil diaduk.
3. Tambahkan garam secukupnya dan gula pasir sesuai selera kemanisannya.
4. Masukkan buah durian, aduk pelan sampai mendidih.
Cara menyajikan:
1. Ambil ketan dan letakkan di mangkok saji.
2. Siramkan kolak durian.
3. Siap dihidangkan panas maupun dingin.
Hhhmmmm..yummy deh…disantap sore-sore saat hujan gerimis di sini…:)













































