Category Archives: FP

“Breakfast Club” NCFPC Entry

Ini entry-ku untuk event NCFPC kali ini yang bertema “Breakfast Club”. Aturan mainnya “Simplicity”.

Sarapan Nasgor di Teras, taken with Kodak Easy Share C340, Focal Length 5.6 mm, ISO 80, Exposure Time 1/90 sec, Aperture : f/2.7

Buah Kepel

Waktu perjalanan mudik, gak sengaja nemu obyek menarik buat fotography. Tanaman dan buah kepel, ada di RM Banaran9, Kab Semarang. Ternyata setelah browsing nemu bahwa buah kepel ini ternyata buah langka. Menurut Wikipedia, tumbuhan kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol) adalah pohon penghasil buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Pohon tegak, tidak merontokkan daun secara serentak, tingginya mencapai 25 m. Tajuknya teratur berbentuk kubah meruncing ke atas (seperti cemara) dengan percabangan mendatar atau agak mendatar. Diameter batang utamanya mencapai 40cm, berwarna coklat-kelabu tua sampai hitam, yang secara khas tertutup oleh banyak benjolan yang besar-besar. Daunnya berbentuk lonjong-jorong sampai bundar-telur/bentuk lanset, berukuran (12-27)cm × (5-9)cm, berwarna hijau gelap, tidak berbulu, merontal tipis; tangkai daunnya mencapai 1,5 cm panjangnya. Bunganya berkelamin tunggal, mula-mula berwarna hijau kemudian berubah menjadi keputih-putihan, muncul pada tonjolan-tonjolan di batang; bunga jantannya terletak di batang sebelah atas dan di cabang-cabang yang lebih tua, berkumpul sebanyak 8-16 kuntum, diameternya mencapai 1 cm; bunga betinanya hanya berada di pangkal batang, diameternya mencapai 3 cm. Buahnya dengan 1-13 lembar daun buah bertipe mirip buah buni (berrylike ripe carpels), panjang tangkai buahnya mencapai 8 cm; daun buah yang matang hampir bulat bentuknya, berwarna kecoklat-coklatan, diameternya 5-6 cm, perikarpnya berwarna coklat, berisi sari buah, dapat dimakan. Bijinya berbentuk menjorong, berjumlah 4-6 butir, panjangnya sekitar 3 cm, berat segar 62-105 g, serta bagian yang dapat dimakan sebanyak 49% dan bijinya 27% dari berat buah segar.

Ini RM-nya, pohon kepel ada di sayap kanan kalau posisi kita menghadap resto-nya.

Buahnya yang matang dimakan dalam keadaan segar. Disebutkan bahwa dagingnya yang berwarna jingga dan mengandung sari buah itu memberikan aroma seperti bunga mawar bercampur buah sawo pada ekskresi tubuh (seperti air seni, keringat, dan napas). Dalam pengobatan, daging buahnya berfungsi sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal dan menyebabkan kemandulan (sementara) pada wanita. Jadi, kepel ini oleh para wanita bangsawan digunakan sebagai parfum dan alat KB; di Jawa, penggunaannya secara tradisional terbatas di Kesultanan Yogyakarta. Kayunya cocok untuk perkakas rumah tangga; batangnya yang lurus setelah direndam beberapa bulan dalam air, digunakan untuk bahan bangunan rumah dan diberitakan tahan lebih dari 50 tahun. Kepel merupakan tanaman hias pohon yang indah, daunnya yang muncul secara serentak berubah dari merah muda pucat menjadi merah keunguan sebelum berubah lagi menjadi hijau cemerlang. Perawakan pohonnya berbentuk silindris atau piramid dengan banyak cabang lateral yang tersusun secara sistematik, dan sifatnya yang kauliflor (cauliflory) menambah keindahannya.

Ini penampakan buahnya ya… sekalian belajar motret lagi…

Belajar Motret Makanan

Ini hasilku belajar motret dengan Mbak Riana NCC awal Maret lalu. Masih pakai kamera jadul, Kodak Easyshare C340. Semua gambar diambil tanpa flash n dengan mode makro. Focal length 5.6 mm, F-number F/2.7, ISO 80 dan 160, Exposure time 1/30 sec or 1/15 sec. Exposure compensation 0 or 1 step. Metering mode: Center Weighted Average. Jangan tanya diriku apakah artinya itu semua, hihi… secara namanya juga baru belajar, bener-bener gaptek. Pada pembelajaran kali ini lebih pada belajar mengenali n mempraktekkan pencahayaan n mencari fokus.

In Love With Food

Ini entry-ku untuk even NCFPC (Natural Cooking Food Photography Club) – tema “In Love With Food” bulan Februari ini. Aku posting buat kenangan, siapa tau kelak aku expert juga di bidang food photography (hihi.. narsisnyaaa..). Jadi kalo ntar sudah canggih bisa selalu ingat jaman culun-culunnya memotret makanan.

In Love with Food “White Bread – Water Roux”

White Bread Water Roux

"White Bread - Water Roux” Kamera Kodak Easyshare C340, Waktu pengambilan jam 7 pagi, cahaya dari kanan depan, Mode macro, Flash off, F/2.7, ISO 160, Exp time 1/15 s, Focal length 5.6 mm

“Hunkwee With Love”

“Hunkwee With Love”, Kamera Kodak Easy Share C340, Diambil jam 8 pagi, cahaya dari kanan depan, Mode macro, Flash off, F/2.7, ISO 160, Exp time: 1/10 sec, Aperture 3, Focal length 5.6 mm