Category Archives: Review

Memilih Heavy Duty Mixer

Menyambung postingan 6 Tips Memilih Mixer, saya sharingkan hasil perbandingan saya untuk heavy duty mixer merk Bear, Kenwood, Kitchen Aid n Bosch. Untuk tiap merk diambil tipe yang sepadan/sekelas dalam hal kapasitas. Berhubung nggak ada yang sama persis, ya aku ambil yang bedanya tidak terlalu jauh. Sebagai patokannya ada pada kapasitas tepung kurleb 1 kg n kapasitas bowl/mangkok 5-6,7 liter.

Sebagai catatan Bear Varimixer ini saya percaya sangat tangguh. Kalau ada yang mau ngasih hadiah n suruh milih ya mixer ini dong yang saya pilih (mimpi kali yee….). Tapi berhubung saya bukan ber-uang, hihi.. cukuplah yang Kitchen Aid or Bosch saja in my wish list. Kalau Kenwood, meskipun ok namun selain mahal, juga daya listriknya besar. Jadi tak kan kuat kost di rumah yang cuma 1300 watt. Hihihi….

Untuk yang bingung memilih antara Kitchen Aid dan Bosch, bisa baca review mixer Bosch di sini n pelajari perbandingan antara Kitchen Aid dan Bosch di link ini.

Tabel Perbandingan Heavy Duty Mixer

Item Bear Varimixer Kenwood Kitchen Aid Bosch
Tipe Teddy 5 Bear Major KMM 760 KA Pro 600 Universal – MUN6N10UC
Asal Merk Denmark UK USA Germany
Harga, juta Rp + 11 + 9,5 + 6,6 + 4,6
Bahan/mangkok Stainless steel (SS) Brushed SS SS Plastik PP, SS (pilihan)
Daya listrik, watt 300 1200 575 800
Kapasitas mangkok/bowl, liter 5 6,7 5,7 6,2
Kapasitas tepung, kg 1 1 1,1 (bread flour) 1
Kapasitas adonan, kg 2,5 2,4 2 2
Ukuran pxlxt, cm 22 x 46 x 40 23 x 39 x 34 29 x 37 x 42 39 x 30 x 28
Berat, kg 18 10,2 11,4 6,8

Info Bahan Kue

lets improve your baking knowledge

Lagi blogwalking ke food blogs, terdamparlah daku di satu website baru yang unik, menarik, n kreatif. Pemiliknya Widya Putri, jauuuh lebih muda dariku. Ada satu kalimatnya yang sama denganku “punya hobby baking tapi tidak cooking” (he..he..) . Webnya, www.BahanKue.info memang dia persembahkan buat para pecinta baking n cooking. Isinya berupa penampakan-penampakan (pinjam istilah pemilik web ini) dari bahan-bahan yang biasa ditemui di resep atau tools yang biasa digunakan. Selain info bahan kue dan alat dan tools baking, ada juga info direktori bakul kue, bakul edible, bakul tools. Berhubung aku juga suka, bisa jadi referensi cepat n berguna, tak keberatan aku ikut mengenalkannya ke teman-teman.

Review Oven Listrik – Kirin KBO-250RA

Bukan bermaksud promosi karena bukan sales-nya Kirin, tapi pengin berbagi saja, siapa tau ada yang lagi kebingungan cari or beli oven listrik. Aku review ya oven listrikku, Merk Kirin Tipe KBO-250RA.

Ini penampakan n spesifikasinya:
Oven Listrik KIRIN, made in Korea Selatan, Tipe KBO-250RA

Oven Listrik Kirin KBO-250RA

• Voltase 220V-50Hz
• Kapasitas: 25L
• Daya listrik: atas 500watt, bawah 500watt
• Timer: 60 mins
• Berat: 5.5kg
• Dimensi: 520x375x368 mm
• Temperature control up to 250′ C
• 4 Stainless Steel Element
• Rotisserie function
• Alumunium platting inner
• Rotisserie Function
• White coating body cover
• 60 Minutes timer with bell ring
• volume 25Liter
Harga waktu aku beli kira-kira setahun lalu (2009) Rp 450.000 di “Hartono Electronic” Surabaya.

Review:
Kelebihannya:
1. Nggak repot seperti otang yang musti nyalain kompor, nangkringin n ngecek suhu berdasarkan api kompornya. Belum lagi kalau otangnya perlu diganjal sana-sini.
2. Ada api atas dan api bawah yang bisa distel terpisah. Ternyata ada beberapa oven listrik yang tidak bisa api atas alias api bawah saja lho…, jadi kalau mau beli silahkan cari yang sesuai kebutuhan.
3. Suhu bisa diset sesuai yang diinginkan. Meski untuk suhu ini, musti pandai-pandai menggauli n mengenali oven. Lama-lama pasti ketemu setelan yang pas, produk apa yang di-bake di suhu berapa.
4. Timer juga bisa di-set dan otomatis sistem pemanasnya akan mati.
5. Bisa grill, tapi aku belum pernah nyoba hingga detik ini. Kalau bikin ayam bakar aku taruh aja di nampan teflonnya.

Kekurangannya:
Ini dari sisi aku ya. Ruang bakingnya sempit. Untuk tipe ini nampannya aja cuma berukuran 32×26 cm. Naa berarti loyang yang bisa masuk ya ukuran yang mini n medium aja. Juga kalau buat manggang cake n roti cuma 1 tray di tengah yang optium, gak bisa dengan tray di bawah or atas. Ga cukuplaah…. Kalau untuk kue kering bisa 2 loyang masuk tapi musti rajin tukar-tukar posisi baking.

Satu lagi soal listrik yang biasa jadi pertanyaan, mahal n boroskah?
Aku tidak merasa ada tagihan listrik yang membengkak sejak pakai oven listrik. Mungkin karena oven listrikku juga total watt-nya cuma 1000. Seringnya buat baking hanya api bawah aja, 500 watt trus nambah api atas (jadi 1000 watt) di 10 menit terakhir. Kecuali lagi baking soes or roti unyil ya pakai api atas bawah sejak awal bake. Sebagai patokan, listrik di rumahku 1300 watt. Di bulan pertama n kedua aku nyoba oven ini dengan heboh baking, seminggu gak cuma 1 kali tapi bisa 3-4 kali dengan rata-rata waktu 2 jam, rekening listrik yang semula Rp 160.000 menjadi Rp 190.000.
Sekarang, aku biasa baking di weekend aja, rekening listrik ya gak sampe segitu tuh, nambahnya Rp 20.000 an aja.

Kesimpulannya, so far aku puas dengan oven listrik Kirin KBO-250RA ini. Tidak puasnya adalah karena gak bisa baking banyak sekali waktu karena spacenya gak seluas otang. Kalau harus ada adonan antri kan buang waktu juga. Tapi bagiku oke-oke aja karena gak setiap saat perlu baking banyak. Tapi kalau mau bakulan? Tetep oven gas dong pilihanku nanti.