terigu

Artikel Diunggah ke Scribd

Posted on Updated on

Kemarin siang, seorang teman memberitahu kalau postingan di blog ini diunggah ke scribd.com, di sini nih. Dia bercanda dengan bilang hehe.. dapat royalty dong.
Segera cek link yang diberikan. Ternyata benar. Artikel diunggah oleh seseorang bernama Achmad Makmuri. Dari blog ini, tentang Proses Produksi Tepung Terigu yang kutulis 9 Desember 2009 dan Pabrik Terigu di Indonesia ditulis 28 Oktober 2011.

Tujuanku menulis sesuatu di blog adalah untuk berbagi. Tapi menemukan tulisan –tulisanku diunggah tanpa ijin, atau misalnya dicopy paste tanpa memberikan link ke blog ini, ternyata rasanya kecewa juga ya…:(


Aku dapat jawaban atas pertanyaan apakah scribd itu dan mengapa artikel blogku bisa nangkring di situ, dari teman milis NCC. Ini kutipan emailnya (thanks to mbak Lovi).

“Scribd merupakan provider penyedia literatur dan sharing literatur, jadi para penulis biasanya mengirim tulisan ke sana… Nah untuk saat ini tidak gratis seperti dulu, bisa langsung download aja. Tapi regulasinya berubah kalau mau download dari scribd harus memberikan kompensasi berupa karya tulis ke scribd, mungkin saja ada pihak yang memanfaatkan tulisan mbak sebagai sarana trading…
Saran saya supaya lebih clear masalah ini, lebih baik mbak Amy kirim artikel yang sama saja ke scribd dan beri tanda copyright by Amy Riv dan tahunnya juga…. Jadi si pembaca juga tahu bahwa artikel ini originalnya milik mbak Amy… kalau untuk menghapus artikel yang sudah dipublish oknum tersebut rasanya kurang memungkinkan… Setahu saya sih scribd tidak seprofesional yahoo maupun google, jadi agak susah kalau mau klaim…”

Mungkin saran mbak Lovi itu akan aku lakukan. Tapi kalaupun tidak sempat, saya sudah ikhlas berbagi kok. Semoga bermanfaat buat banyak orang.

Pabrik Terigu di Indonesia

Posted on Updated on

Gambar diambil dari internet, tootoo.com

Sudah baca posting saya 2 tahun lalu, tentang pabrik terigu di Indonesia? Saat ini, industri tepung terigu di tanah air berkembang pesat. Pabrik-pabrik baru yang dulu saya tuliskan masih rencana dan proyek, saat ini sudah beroperasi.

Menurut data Aptindo (Asosiasi Produsen Terigu Indonesia), saat ini konsumsi terigu nasional hingga kuartal I 2011 lalu sudah mencapai 1,14 juta ton. 953.886 ton berasal dari pasokan industri domestik sedangkan 187.115 berasal dari pasokan terigu impor.

Hitung saja deh berapa banyak kebutuhan terigu yang sebenarnya bisa disediakan secara lokal.
Itulah sebabnya pengusaha berlomba membangun pabrik terigu karena saat ini kapasitas industri lokal masih sekitar 8 juta ton per tahun.

Melengkapi posting sebelumnya, berikut adalah pabrik terigu di Indonesia yang sekarang ada dengan kapasitas gilingnya saat ini:

- PT Bogasari Flour Mills, Jl. Raya Cilincing no 1 Tanjung Priok Jakarta Utara 14110 – 10.000 ton/hari
– PT Bogasari Flour Mills, Jl. Nilam Timur no 16 Tanjung Perak Surabaya 60165 – 5.900 ton/hari
– PT Eastern Pearl Flour Mills, Jl.Hatta no 302, Makassar 90164 – 2.900 ton/hari
– PT Sriboga Ratu Raya Flour Mills, Jl. Deli 10, Tanjung Emas Semarang 50714 – 1.500 ton/hari
– PT Panganmas Inti Persada, Jl. Laut Jawa, Tanjung Intan Cilacap 53213 – 1.000 ton/hari
– PT Fugui Flour & Grain Indonesia, Jl. Raya Sukomulyo Manyar Gresik 61151 – 1.000 ton/hari
– PT Pundi Kencana, Jl. Raya Anyer KM 10, Cilegon Banten 42445 – 1.000 ton/hari
– PT Cerestar Flour Mills, Jl. Jawa Kav. A2, Kiec 2 Cilegon Banten 42435 – 500 ton/hari
– PT Lumbung Nasional Flour Mill, Jl. Selayar Kav D4, Kawasan MM2100 Cibitung Bekasi17520 – 1.000 ton/hari
– PT Berkat Indah Gemilang, Jl. Manis Raya No 10 Kawasan Industri Manis, Desa Kadu Kec. Curug, Tangerang – 300 ton/hari
– PT Pakindo Jaya Perkasa, Jl. Raya Sadang Tangkis no 1 Sukodono, Sepanjang, Sidoarjo – 150 ton/hari
– PT Purnomo Sejati Flour Mills, Sidoarjo –  400 ton/hari

Yang saat ini masih proyek atau sudah penandatanganan kerja sam, diperkirakan beroprasi tahun 2012-2013:
– PT Wilmar Flour Mills, Jl. Kapten Darmo Sugondo Kebomas Gresik 61124 – 1.500 ton/hari
– PT Golden Grain Mills, Cilegon Banten
– Joint venture Toyota Tsusho dan Malayan Flor Mills Berhard, Jakarta – 1.500 ton/hari
– PT Siantar Top, Sidoarjo

Yang ini belum tahu apakah masih proyek atau sudah beroperasi:
– PT Asia Raya, Sidoarjo – 72 rb ton/tahun
– PT Jakaranatama, Medan – 43 ribu ton/tahun
– PT Halim Sari Gandum, Medan – 70 ribu ton/tahun

Dengan adanya tambahan pabrik tepung yang beroperasi di Indonesia, maka persaingan makin ketat di industri tepung. Konsumen semakin banyak pilihan, tenaga profesional berkembang, serta industri juga semakin berupaya memenuhi tuntutan pasar.

Cara Mudah Mengetes Gluten Terigu

Posted on Updated on

Mengetahui kadar protein tepung tidak bisa kita lakukan sendiri ujinya di rumah/industri rumahan. Tapi kita bisa membedakan tepung terigu berdasarkan kandungan glutennya. Banyak/sedikitnya gluten yang tergantung dari berapa banyak jumlah protein dalam tepung itu sendiri, semakin tinggi proteinnya maka semakin banyak jumlah gluten yang didapat, begitu pula sebaliknya.

Cara mudah mengetes gluten adalah :
1. Timbang tepung terigu seberat 10 gram.
2. Tambahkan air seberat 5-6 ml.
3. Uleni sampai kalis.
4. Rendam adonan dalam air selama 30 menit.
5. Cuci adonan dengan hati-hati di bawah air kran yang mengalir.
Caranya letakkan adonan di telapak tangan kiri kita. Di bawah kucuran air kran (kecil saja) tekan-tekan adonan dengan tangan kanan kita. Air yang keluar dari sela-sela jari akan berwarna putih tanda pati terlarut. Cuci hingga air hasil menekan adonan menjadi bening. Untuk meyakinkannya, letakkan adonan hasil cucian ke dalam gelas bening berisi sedikit air. Bila warna air masih keruh, perlu dicuci lagi. Bila tetap bening, berarti semua pati sudah keluar dan tersisa glutennya.
6. Timbang gluten yang terbentuk.
7. % Gluten = (berat gluten yang terbentuk/10) x 100%

Catatan:
– Berat tepung yang dicek bisa diganti sendiri, misal 25, 50, atau 100 gram tergantung kebutuhan/kesukaan. Air yang ditambahkan bisa dihitung sendiri, antara 50-60% dari berat tepung.
– Cara ini bisa diterapkan di industri rumahan kita untuk mengontrol kualitas terigu, juga memastikan apakah terigu yang dibeli sesuai dengan yang kita persyaratkan.

Mengenal Si Kutu Terigu

Posted on Updated on

Salah satu masalah yang biasa dialami para pelaku industri berbasis tepung terigu adalah timbulnya kutu pada bahan baku terigunya. Yuk sedikit mengenal apa n bagaimana kutu terigu tersebut?
Kutu yang biasa ditemukan di terigu dan juga biji gandum adalah dari jenis Tribolium confusum (Confused flour beetles) dan Tribolium castaneum (Rust red flour beetles). Jenis kutu ini juga ditemukan di rumah tangga dan industri rumahan dan bila sudah mengkontaminasi akan berkembang biak dengan cepatnya. Kutu ini tidak menggigit kita maupun hewan piaraan, juga tidak merusak rusak atau perabotan. Meski dilaporkan tidak menyebarkan penyakit, tapi hati-hati lho…. kutu dalam jumlah banyak di terigu pastinya meninggalkan jejak faeces (BAB alias buang air besar) mereka. Hiiii… jorok kan? Naa… kalau menurut aku sih, faecesnya ini potensial dong membawa banyak bahaya mikrobiologis n tidak higienis.

Selain di terigu dan biji gandum, jenis kutu ini juga bisa ditemukan pada barley, cereal, jagung dan produk pangannya, oats, beras, rye, bran, buah kering, kacang-kacangan, coklat, susu bubuk, biji bunga matahari, dan tepung bumbu-bumbuan. Tepung yang sudah tercemar dengan banyak larva akan berubah warna menjadi keabu-abuan dan akan cepat berjamur.

Ciri fisik
Kutu terigu secara penampakan memiliki panjang tubuh 2,5–3 mm, berwarna coklat kemerahan-berkilat, dan memiliki antena.
Telur kutu tak berwarna atau putih dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Larvanya berkepala coklat dan berwarna krem kekuningan, berbentuk silinder, dengan panjang sekitar 6 mm dan memiliki 6 kaki.
Pupa (pupae) berwarna lebih muda, putih kekuningan, berbadan gendut. Orang Jawa menyebutnya “gendhon”. Hihi.. lucu ya namanya, selucu pupanya. (Aiih… alih-alih bilang lucu, melihatnya bergerak pun pasti banyak ibu-ibu yang merinding, he..he..).

Siklus hidup
Kutu terigu betina bertelur sebanyak 300-400 butir di terigu selama waktu 5-8 bulan (kira-kira 2-3 telur/hari). Dalam 5-12 hari, telur-telur ini berubah menjadi larva putih kekuningan berbentuk silindris. Periode larva bervariasi dari 22 hingga lebih dari 100 hari. Larva dewasa akan menjadi pupa (pupae) mungil dan dalam seminggu menjadi pupa dewasa. Lama periode pupa adalah sekitar 8 hari. Keseluruhan siklus memerlukan waktu 7-12 minggu, dengan kutu dewasa bisa bertahan hidup selama 3 tahun atau lebih.
Jenis kutu ini menyukai suhu lingkungan sekitar 30°C dan mereka tidak tumbuh dan berkembang biak pada suhu di bawah 18°C.

Siklus hidup kutu terigu, telur-larva-pupa-kutu

Perlakuan

Apabila terigu sudah tercemar dengan banyak kutu, cara efektif menghilangkannya adalah membuangnya dalam wadah tertutup rapat. Apabila ditemukan kutu dalam jumlah yang masih ditoleransi, dapat dilakukan fumigasi dan pengayakan.
Pembersihan dilakukan untuk mensterilkan tempat dari ceceran-ceceran tepung yang tentunya sudah mengandung banyak telur.

Meminimalkan Timbulnya Kutu

Tentunya pencegahan lebih baik daripada pembasmian. Dalam terigu sendiri sebenarnya ada potensi telur kutu. Tepung terigu yang digiling dengan proses milling yang paling modern n terjaga sanitasi dan higienisitasnya masih akan menyisakan kemungkinan 1-2% telur kutu di dalamnya.
Cara menjaga/meminimalkan masalah kutu pada terigu ini adalah:
1. Simpan bahan baku terigu di tempat yang dingin dan kering. Bila tidak memungkinkan di tempat dingin, data disimpan pada suhu ruangan dengan catatan terjaga aerasi udaranya dan tidak lembab. Pisahkan segera produk yang sudah terlanjur berkutu agar tidak menulari yang lain.
2. Jaga kebersihan dan higienisitas gudang dan proses produksi.
3. Apabila terigu disimpan dalam gudang dan berjumlah banyak, sangat disarankan menjadwalkan fogging dan fumigasi secara rutin.
4. Jaga dan atur stock terigu agar tidak terlalu lama di gudang.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Tepung Terigu

Posted on Updated on

Posting kali ini sengaja dibuat khusus untuk memenuhi permintaan salah seorang pembaca blog ini. Semoga berguna..

Tepung terigu adalah tepung yang terbuat dari biji gandum melalui proses penggilingan. Kata “terigu” sendiri diserap dari bahasa Portugis “trigo” yang berarti gandum. Definisi tepung terigu sebagai bahan makanan menurut SNI (Standard Nasional Indonesia) adalah tepung yang dibuat dari endosperm biji gandum Triticum aestivum L. (Club wheat) dan/atau Triticum campactum Host atau campuran keduanya dengan penambahan fortifikan zat besi (Fe), seng (Zn), vitamin B1, vitamin B2 dan asam folat. Boleh juga ditambahkan BTP (bahan tambahan pangan) yang diijinkan sesuai peraturan tentang BTP.

Apa sih sebenarnya yang membedakan tepung terigu dengan tepung lainnya? Di dalam tepung terigu terdapat protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Gluten ini terbentuk apabila terigu bertemu dengan air alias dibuat adonan. Gluten yang bersifat kenyal dan elastis, diperlukan dalam pembuatan roti agar dapat mengembang dengan baik. Gluten juga menentukan kekenyalan mie serta berperan dalam pembuatan kulit martabak telur supaya tidak mudah robek. Umumnya kandungan gluten menentukan kadar protein tepung terigu, semakin tinggi kadar gluten, semakin tinggi kadar protein tepung terigu tersebut. Kadar gluten pada tepung terigu, yang menentukan kualitas pembuatan suatu makanan, sangat tergantung dari jenis gandumnya.

Jenis dan Merk Tepung Terigu
Umumnya penggolongan tepung terigu adalah berdasarkan kandungan proteinnya. Pemilihan produk terigu bukanlah tergantung pada kadar protein semata, lebih tinggi bukan berarti lebih bagus, namun tergantung dari aplikasi untuk produk makanan apakah si terigu ini dipakai? Kalau misalnya kita beranggapan lebih tinggi lebih bagus n kita pakai terigu protein tinggi untuk membuat wafer.. waw.. bisa amburadul deh produknya.

Berikut saya buatkan tabel penggolongan, aplikasi di produk dan contoh merk terigu produksi Indonesia (Aku cinta Indonesia kan?).