Category Archives: Tips

Tips Bolu Kukus Merekah Cantik

Ini ada tips membuat bolu kukus cantik merekah, dari Mbak Heryanti Saleh, teman di milis (thanks ya mbak atas ijin sharingnya..)
Tips bolu kukus (bolkus) mengembang n cantik merekah, tidak botak:
1. Pastikan pencampurannya cukup. Memang sesudah tepung dan cairan masuk, otomatis adonan akan mengental tapi agar menjadi adonan yang teremulsi baik maka harus dimixing sampai adonan licin, putih dan agak mengembang lagi. Ini memakan waktu kira-kira 5-7 menit. Baru akan menghasilkan bolkus yang mengembang ringan dan kepus-kepus alias spongy.
2. Mitos harus sedikit jumlah bolkus per batch dengan waktu kukus 10 menit. Seharusnya untuk menghemat gas, masukkan jumlah bolkus secukupnya sehingga masih ada renggang antar bolkus kira-kira 2-3 cm saja. Lama mengukus hanya 4-6 menit per batchnya dengan menggunakan klakat.
3. Jumlah air kukusan kira-kira 2 ruas jari dari dasar kukusan. Toh kalau hampir habis, dandang/klakat bisa diisi kembali.

Selamat mencoba n mempraktekkan ya. Semoga berhasil.

6 Tips Memilih Mixer Roti/Kue

Banyak di antara kita, baik yang bakul kue rumahan, UKM, ataupun yang sekedar berhobi baking dihadapkan dalam kendala bagaimana memilih mixer. Posting ini sekedar panduan, dirangkum dari pengalaman pribadi n teman-teman. So, bagaimana sih tips atau kiat memilih mixer kue/roti ini?

Enam tips memilih mixer:
1. Pastikan tujuan kita membeli mixer.
Apakah mixer itu untuk menyalurkan hobi anda ber-baking ria, buat bakulan kue, atau bahkan mau buat industri yang lebih serius. Bagi yang hanya baking sesekali dalam sebulan, mungkin pilih yang “budget mixer” alias mixer murah meriah masih tidak masalah. Untuk yang serius bakulan tentunya diperlukan kualitas prima yang biasanya juga berharga tinggi. Bayangkan jika di sela-sela waktu harus memenuhi target/pesanan pelanggan, tiba-tiba mixer kita rusak. Harga sedikit lebih rendah di awal beli, jadi tidak sebanding dengan waktu, tenaga, n kesempatan yang harus dibuang bila ada kerusakan.

2. Tentukan untuk adonan apa dan jenis mixer
Mixer untuk adonan cake akan lain dengan mixer untuk roti. Meskipun pada dasarnya mixer didisain untuk bisa dipakai di adonan cake, cookies, dan roti dengan membedakan tipe pengaduknya, namun tetap saja si mixer ini punya kelebihan di satu produk. Kalau mixer diperuntukkan untuk aneka ragam produk kue/roti, tentukan produk yang lebih sering kita buat.

3. Tentukan kapasitas mixer
Kalkulasikan kapasitas mixer sesuai dengan jumlah adonan yang kita buat sehari-hari. Bila kita sudah merambah bisnis yang dalam sehari bisa membuat adonan @ 5 kg dalam 3 batch, maka tidak efisien jika kita membeli mixer dengan kapasitas hanya 2,5 kg dengan asumsi kita akan membuatnya dalam 6 batch. Tentukan kapasitas mixer 10-25% lebih besar dari kapasitas kita saat ini.

4. Siapkan budget atau biaya
Jika kita sudah punya angan-angan mixer apa yang akan dibeli, saatnya untuk menyiapkan dana untuk membelinya. Bila memang tujuan kita mixer bagus dengan harga lumayan, jangan bergeming bila ada yang menawarkan mixer harga murah namun melenceng dari 3 hal yang sudah kita tantukan di atas. Ada baiknya bersabar sedikit menunggu tabungan cukup atau bisa juga dengan cara kredit usaha. Sah-sah saja kan kalau berhutang untuk usaha? Bukan untuk hal yang konsumtif ini….he..he..

5. Lakukan review dan perbandingan
Setelah siap semua siap, mulailah mempelajari penawaran yang masuk. Bandingkan bukan saja dari segi harga namun kualitas. Untuk membandingkan juga harus sepadan. Jadi bandingkan mixer kapasitas 2 kg dengan yang sama-sama 2 kg. Cari tau info sebanyak-banyaknya, masukan dari yang sudah pernah menggunakan suatu jenis mixer akan sangat berguna dalam menentukan pilihan kita.

6. Belilah dari agen/supplier terpercaya dan pastikan ketersedian spare part serta pelayanan purna jualnya. Yang ini tak perlu diperjelas sudah jelas kan?

So.. happy hunting mixer yaa….