Baking Soda – Baking Powder, The Science Behind…. (part 1)

Pertanyaan yang sering muncul nih di antara sesama pembuat kue. Apa sih perbedaan baking soda dan baking powder? Namun jarang ada pertanyaan, mengapa ya baking soda or baking powder bisa mengembangkan adonan? Ada apa sesungguhnya di balik dua bahan kimia tersebut? Di bawah ini saya sarikan dari berbagai sumber, sewaktu kursus dan referensi lainnya.

Secara fungsi, baking soda dan baking powder adalah sama-sama bahan pengembang (hhmm.. bener gak ya ini terjemahan dari leavening agent?). Baking soda dan baking powder ditambahkan ke dalam adonan untuk memproduksi karbondioksida yang dapat membuat produk mengembang. Baking powder mengandung baking soda namun keduanya digunakan dalam sikon yang berbeda.

Baking Soda

Baking soda, bernama kimia natrium/sodium bicarbonate (NaHCO3 – Jangan salah ya… yang ini cari yang food grade looh…. ) Saat baking soda bertemu adonan dan suasana/bahan asam (misal yoghurt, coklat, buttermilk, madu) akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan gelembung-gelembung karbondioksida yang mengembang dengan suhu oven, menaikkan adonan. Reaksi ini sudah dimulai saat proses pencampuran (mixing). Inilah sebabnya mengapa kita harus segera memanggang adonan yang memakai bahan baking soda segera. Kalau ditunda, adonan tidak akan mengembang menjadi produk yang bagus.. bahkan bisa-bisa bantat.

Baking Powder

Baking powder terdiri dari sodium bicarbonate (NaHCO3) ditambah 1-2 macam asam (biasanya cream of tartar) dan bahan pengering (biasanya corn starch/pati jagung). Baking powder bisa berupa single-acting baking powder atau double-acting baking powder. Single-acting baking powder yang biasa disebut baking powder (aja) diaktifkan oleh cairan adonan, jadi adonan dengan bahan ini harus segera dipanggang sesudah pengadukan/pencampuran/mixing. Lain halnya dengan double-acting baking powder. Double-acting powders atau biasa disingkat BPDA (baking powder double action) bereaksi dalam dua tahap dan dapat bertahan beberapa saat (menunggu giliran) sebelum dipanggang. Reaksi pertama adalah ketika baking powder ditambahkan ke adonan dan menjadi terbasahi. Asam bereaksi dengan soda menghasilkan gas karbondioksida. Reaksi ke dua terjadi saat adonan diletakkan di dalam oven. Sel-sel gas mengembang dan menyebabkan adonan naik. Karena reaksi yang terjadi ada 2 tahap itulah adonan bisa ngantri di luar oven selama kurleb 15-20 menit tanpa kehilangan daya kembangnya.

Cukup bingung or cukup jelas kah tulisan saya ni? Ntar Insya Allah bersambung di posting berikutnya untuk membahas pemakaian dalam resepnya yaa…?

Advertisements

10 responses to “Baking Soda – Baking Powder, The Science Behind…. (part 1)

  1. Kalo begitu baking powder memiliki keuntungan dari sisi waktu di banding baking soda (soda kue) dalam membuat adonannya ya…

    • Nggak ada mbak. Kita bisa lihat resep, untuk cake yang telur/kuning telurnya banyak, tidak ditambahkan bahan pengembang pun sudah oke karena ia sendiri sudah bisa mengembangkan.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s