Berpadunya Jahe, Gula Merah, dan Kayu Manis dalam Kue Bangket

Pilah-pilih resep dari postingan di KBB n NCC, akhirnya jatuh cinta sama Kue Jahe Manis-nya Majalah Sedap jadul tahun 2001, yang diposting seorang teman di milis. Mempelajari resep sambil membayang-bayangkan rasanya, akhirnya resep sedikit dimodifikasi dengan tambahan kayu manis baik batang maupun bubuk serta pemakaian gula merah sepenuhnya.

Tak ada kendala yang berarti dalam pembuatan kue bangket jahe kayu manis ini. Membaca sharingan teman-teman kalau adonan kue bangket ini sedikit “aleman”, jadinya aku antisipasi dengan menambahkan air rebusan gulanya sedikit demi sedikit n aku hentikan saat adonan sudah bisa dicetak.

Bangket Jahe Kayu Manis
Sumber: Resep Kue Jahe Manis Majalah Sedap 2001 – posting by Puspita Widowati, modified by me

Bahan:
• 175 ml santan (aku pakai 75 ml santan instan + 100 ml air)
• 100 gr gula merah (aku pakai 200 gr)
• 50 gr jahe, diparut (aku pakai 100 gr jahe diparut n diperas, ambil airnya saja)
• 1 batang kayu manis (sengaja aku tambahan)
• 100 gr margarine
• 100 gr gula halus (aku tidak pakai)
• 1 kuning telur
• 500 gr kanji (aku pakai tepung sagu), sangrai 15 menit di atas api kecil
• 1 sdt bubuk kayu manis

Cara membuat:
1. Siapkan dan timbang bahan. Sangrai tepung sagu, kurleb 15 menit di atas api kecil.

2. Rebus gula merah, perasan jahe, batang kayu manis dan santan. Saring dan dinginkan.
3. Kocok margarine dan kuning telur hingga lembut.

4. Masukkan campuran tepung sagu dan bubuk kayu manis sedikit demi sedikit, aduk rata.
5. Tambahkan rebusan gula sedikit demi sedikit. Aduk rata (air rebusan gula tidak aku tuang semua karena melihat konsistensi adonan, tersisa 60 ml)

6. Tipiskan adonan lalu cetak sesuai selera (aku tidak pakai cetakan kue satu/cetakan coklat, tapi pakai cookie cutter biasa, mengingat sifat adonannya) .

7. Panggang hingga matang (aku pakai suhu 150 der Celcius selama 20 menit).
8. Biarkan agak dingin terlebih dahulu, lalu pindahkan ke toples.
Hasil jadi kurleb 700 gr.

Setelah keluar dari oven, hhhhhmmmm… paduan yang pas ternyata antara jahe, gula merah, n kayu manis. Harumnya jahe n kayu manis menguak dapurku yang mungil n setelah dicicipi rasa manis n pedasnya pun pas. Teksture kue bangket jahe kayu manis ini tetap lumer di mulut tapi tidak rentan rapuhnya. Anak-anak di rumah suka, katanya kue sehat karena terasa hangat di tenggorokan. Siapa mau coba…?

Advertisements

11 responses to “Berpadunya Jahe, Gula Merah, dan Kayu Manis dalam Kue Bangket

    • Disubstitusikan dan dihitung sebagai total cairan saja mbak Itun. Total cairan dari santan dan kuning telur. Tinggal nanti santannya dikurangin dikit.

  1. halo mba amy…. wah ciamik postingannya. ini niy salah satu bangket yg bikin aku ngiler hahahahaha… too bad blm kesampean, semoga wiken ini bisa buat 🙂

  2. bu host, aku berkunjung juga yaa.. hihi. adonannya mantep ya mbak, jd ga terlalu susah nyetaknya kali ya? bangket susu mawur banget butuh tenaga ekstra pas nyetak jadinya.. hehe. makasih ya mbak round up nya, kece loh.. 😀

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s