KBB#26 – Panettone

Posted on Updated on

Sempet panik karena tidak biasa dengan ukuran cup untuk bikin roti, namun tantangan Panettone ini tertakhlukkan juga. Semula adonan sudah cukup elastis, eee… malah kebanyakan nambah terigunya.. jadilah musti perbaiki adonan dengan nambah sedikit cairan lagi.
Meski Panettone nya jadi, ..masih gak puas rasanya.. Lain kali mau coba lagi aaah, dengan resep yang sama maupun modifikasi dari yang lain.

Sejarah Panettone
Roti Italia yang bersejarah, dihiasi dengan buah-buahan mungil bak permata seperti citrus dan raisin, pertama kali dibuat di Milan sekitar tahun 1490. Roti ini kemudian secara cepat menyebar ke seantero Italia, dari pegunungan Alpen di Utara, hingga ke Sisilia di Selatan. Cerita legenda yang populer adalah mengenai asal usul dari panettone.

Cerita yang paling populer adalah cerita tentang bangsawan muda yang jatuh cinta kepada seorang anak perempuan dari seorang chef pastry bernama Toni. Untuk memberi kesan kepada ayah dari perempuan yang dia cintai, pemuda tersebut menyamar menjadi chef pastry junior yang sedang magang, yang lalu menciptakan roti berbentuk kubah (dome) yang manis dengan rasa khas. Roti rasa baru ini laku keras, orang berbondong-bondong antri di toko roti tersebut untuk membeli roti pan de Toni.

Di Milan, para pengusaha memiliki kebiasaan untuk memberikan roti panettone sebagai kado natal kepada klien-klien mereka. Namun, jauh sebelumnya, panettone dikenal sebagai makanan mewah, yang tidak semua orang mampu membelinya. Hingga pada suatu saat, tehnik-tehnik produksi baru bisa menekan biaya produksi sehingga membuat panettone bisa terjangkau semua orang. Sebuah proses yang mengkombinasikan ragi dengan paper mould akan membuat ragi merata di adonan roti sehingga menjadi roti yang sangat ringan.

Saat ini panettone, dikenal di seluruh dunia dengan berbagai variasi, dengan diisi krim, ditutup dengan coklat dan icing almond. Roti ini dijual dalam kemasan cantik.  Panettone dapat dinikmati dengan seribu satu cara, dipotong tipis atau tebal, disiram dengan berbagai saus, diisi atau ditutup dengan krim. Sangat cocok sekali di-toasted untuk sarapan pagi, dicelup ke susu dingin atau panas, hingga melunak. Panettone bukan hanya tradisi natal, tapi juga pelengkap yang lezat untuk hidangan yang nikmat.

Panettone (Traditional Italian Christmast Bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Bahan :
• 1 ½ cakes of fresh bakers yeast (aku pakai 11 gram ragi instan)
• 65 ml (1/4 cup) gula
• 6 tbsp air hangat (saya pakai susu UHT) –> di akhir adonan aku tambah 25 ml perasan lemon dan 25 ml susu
• 6 kuning telur
• Lemon zest dari 1 buah lemon
• Sejumput garam
• 500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu protein tinggi
• 100 ml (6 sdm) potongan candied peel (aku gak pakai, diganti sultana dan currant)
• 100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
• 4 sdm sultana
• 4 sdm currant (beri-berian)
• 1 sdt vanilla (aku pakai 2 batang vanilla)

Catatan: sultana dan currants aku kondisikan dulu, direndam dulu dengan air selama 1 jam dan ditiriskan 1 jam sebelum dipakai. Bisa juga dikondisikan dengan jus apel. Fungsinya adalah agar nantinya roti tidak kering.

Cara membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi ke dalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian  mix dan istirahatkan di tempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
 
Masukan campuran tersebut ke dalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
 
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
 
Letakan adonan di atas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan ke dalam wadah yang telah diolesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakkan di tempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
 
Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
 
Taruh kertas roti yang telah diolesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter di atas adonan tersebut.

Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat Celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan crispy.
 
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.

2 thoughts on “KBB#26 – Panettone

    Monicca2654 said:
    December 6, 2011 at 10:14 pm

    cantik merekah..yum..yum..
    +1

    Widya said:
    December 3, 2011 at 9:18 pm

    cantik merekah..yum..yum..

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s