Bun Oreo dengan Metode Pre-Ferment

Posted on Updated on

Tak ingin melewati event NCC kali ini yaitu NCCBW (Natural Cooking Club Bread Week),  mulailah bongkar-bongkar catatan lama dan berkelana di google. Sekalian juga ingin merefresh ilmu lama tentang metode pre-frement untuk rustic bread. Rencananya pre-ferment ini mau dibikin baguette yang nantinya bisa dipotong-potong untuk disajikan sebagai garlic bread kesuakaan anak ragil.
Tapi setelah adonan pre-ferment siap, malah melirik ke stock Oreo setumpuk yang melambai-lambai minta dimanfaatkan. Akhirnya dengan menggabungkan metode pre-ferment dan terinspirasi dari Oreo Bun-nya Vivian Pang dan Oreo Bread-nya Sonia, terjunlah saya ke dapur bermain dengan adonan untuk menghasilkan Bun Oreo dengan filling dan topping berbahan si biskuit hitam ini.

Resep penggabungan metode pre-ferment dan resep Sonia-Vivian, tanpa campuran Oreo di adonan. Sedangkan isian bun-nya saya pakai resepnya Vivian. Topping pakai caranya Sonia.

Oh ya, mengapa saya memilih metode pre-ferment. Metode ini meski proses pengerjaannya cukup lama, namun menghasilkan aroma roti yang lebih harum dibanding metode cepat. Juga empuknya bisa bertahan 2-3 hari meski tanpa bread improver lhoo… Gak percaya?  Hmm, saya sudah membuktikannya sekarang ..:)

Bun Oreo dengan Metode Pre-Ferment

Bahan Pre-Ferment:
– Terigu protein tinggi 100g
– Ragi 0,1g
– Air dingin 63ml
– Garam 2g

Cara membuat Pre-ferment:
1. Campurkan semua bahan preferment dan uleni hingga rata.
2. Istirahatkan selama 6-8 jam.
3. Kalau lebih dari itu, bisa dimasukkan ke kulkas untuk dipakai hingga 3 hari kemudian.

Bahan adonan:
– 350g terigu protein tinggi
– 150g adonan pre-ferment
– 100g gula pasir
– 1 butir telur
– 200ml susu UHT
– 4g ragi
– 50g butter
– ½ sdt garam
– 20g crushed Oreo biscuit tanpa cream-nya (saya lupa menambahkan)

Bahan isian Oreo:
– 30g butter
– 1 butir kuning telur
– 60g Oreo biskuit (Masukkan dalam plastik dan gerus dengan menggunakan rolling pin)
– 2 sdm susu bubuk

Cara membuat isian Oreo:
1.  Kocok butter hingga ringan.
2.  Tambahkan telur dan kocok merata.
3.  Masukkan bahan lain dan aduk rata.
4.  Simpan dalam freezer agar lebih mudah saat pengisian.

Bahan topping:
– Olesan: kuning telur dicampur dengan 30 ml susu UHT atau evaporasi.
– 50g Oreo diambil cream-nya dihancurkan, beri 1 sdm minyak sayur.

Cara membuat Bun Oreo:
1.  Aduk rata air/susu UHT, terigu protein tinggi dan ragi instant. Diamkan selama 15 menit.
2.  Campurkan pre-ferment, aduk perlahan.
3.  Masukkan telur dan gula pasir, aduk/uleni hingga merata.
4.  Tambahkan butter, uleni hingga hampir kalis.


5.  Tambahkan garam, uleni hingga adonan benar-benar kalis. Tandanya adalah adonan sudah tidak lengket di mixer maupun tangan kita. Cek dengan cara mengambil sedikit adonan dan membentangkannya hingga sudah terbentuk lapisan tipis tanpa putus.


6.  Tambahkan Oreo yang telah dihancurkan, aduk perlahan saja hingga rata (saya kelupaan menambahkan..:) ).
7.  Angkat adonan dari mixer dan bulatkan di meja, istirahatkan selama kurang lebih 30 menit.
8.  Kempeskan adonan dan bagi @50 gram.
9.  Beri isian Oreo dan bulatkan kembali.


10. Istirahatkan adonan hingga mengembang, kurang lebih 60 menit. Salah satu cara mengecek adonan yang sedang difermentasikan/ dikembangkan adalah dengan menyentuhkan ujung telunjuk ke adonan. Jika membekas dan tidak membal maka adonan sudah siap dipanggang.

11. Sementara itu, siapkan oven dengan suhu 180 derajat Celcius.
12. Beri olesan telur dan topping Oreo.


13. Panggang hingga matang, selama 20-25 menit dengan suhu 180-190 derajat Celcius.

Hasil: 20 buah.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s