Bolang Baling, Berongga dan Lezaaat…

Posted on Updated on

Sudah lama ingin mengeksekusi resep yang satu ini. Sejak Bapak masih ada hingga sudah almarhum, beliaulah yang memotivasi untuk bisa bikin Bolang Baling sendiri. Kangen Semarang yang lagi banjir ditambah permintaan Taj yang suka dengan bolang baling ini, menjadikan saya menyempatkan bergelut dengan resep dari mbak Windy NCC ini.

Rongga bolang balingMungkin banyak istilah untuk produk satu ini. Bolang baling nama Semarang-nya, di Cilacap disebut galundeng, di kota Medan disebut Roti Bantal Medan. Saya belum pernah melihat dan mencicipi roti bantal medan. Namun kalau membandingkan antara Bolang Baling Semarang dan Galundeng Cilacap, cukup jauh bedanya. Bolang baling berlubang (hollow) atau kopong di dalamnya, sedangkan galundeng lebih mirip roti goreng menurut saya.

Percobaan pertama ini jauuuh dari sempurna. Saya buat setengah resep dengan hasil 20 buah @45 gram. Hanya 5 buah yang benar-benar berongga di dalamnya. Yang lainnya mimpes atau separoh-separoh. Hihi….
Benarlah.. kuncinya terletak pada cara menggilas dan menggoreng adonannya.
Wokelah…. Lain kali musti dicoba lagi. Next time will be better…🙂

Ini bolang baling yang bantat dan behid the scene saat sesi pemotretan.. Jiaaah… macam food pgotographers canggih aja🙂

???????????????????????????????


Behindthescene 1

Bolang Baling / Roti Bantal Medan
Sumber resep: Windy NCC, http://facebook.dj/kingsemawis

Bahan A:
• 300 gr Gula Pasir
• 3/4 sdm soda kue
• seujung sdt fermipan
• 500ml air masak
Bahan B:
• 1/3 sdm mentega
• 1/2 sdm emulsifier
Bahan C:
• 1 kg tepung terigu protein sedang (saya pakai terigu protein tinggi)

???????????????????????????????
Cara Membuat :
1.  Bahan A (kecuali air) diaduk rata, kemudian diberi air, aduk lagi sampai gula pasir benar-benar larut.
2.  Diamkan dulu 15 menit atau lebih.
3.  Sementara itu cairkan Bahan B, tunggu sampai dingin.
4.  Setelah 15 menit, campurkan bahan C (tepung terigu) ke bahan A, uleni  hingga setengah kalis.
5.  Masukkan bahan B yang sudah dilelehkan, kemudian uleni lagi seluruh adonan sampai kalis/tidak lengket.
6.  Diamkan selama 15 menit. Setelah 15 menit balik adonan dengan cara membalik adonan yang di pinggir menuju ke tengah. Pastikan di balikan pertama ini adonan sudah lebih tidak lengket di tangan.
7.  Kemudian diamkan lagi sebentar, sekitar 15 menit lagi. Setelah itu balik sekali lagi, dan simpan dulu di dalam plastik atau wadah tertutup selama minimal 2-3 jam. Untuk lebih baiknya penyimpanan harus dingin.
8.  Setelah itu bisa langsung diolah, dipotong2. Satu adonan kira2 bisa menjadi 25-30 potong, tergantung ukuran memotongnya..🙂
9.  Sebenarnya yang paling sulit adalah pemotongannya. Beda tangan beda potongannya, dan latihan juga harus lama.
10. Cara potongnya (secara garis besar) :
• Taburi meja potong dengan tepung. Jangan terlalu banyak, yang penting rata tempat kira2 kita akan memotong. Pakai saringan tepung kalau perlu. Buka adonan, potong menjadi 2 bagian. Dari setengah adonan itu bisa dibagi langsung kira2 menjadi 15 potongan kecil2.
• Ambil satu potongan kecil, bulatkan sampai menjadi bulatan sempurna (seperti bakso raksasa), kemudian giling dengan gilingan roti sampai tipis benar.
• O ya pada saat mulai memotong, jangan lupa panaskan minyak di penggorengan terlebih dulu, agar nanti bila selesai memotong bisa langsung diterjunkan..
• Lanjut lagi. Dengan dibulatkan terlebih dulu, maka setelah ditipiskan dia akan menjadi lingkaran tipis besar. Bila ingin langsung digoreng, masukkan saja adonan tipis ini dari pinggir penggorengan setelah minyak panas benar. Dia akan otomatis menggelembung karena dorongan minyak panas. Jangan lupa pada waktu menggoreng, selalu aduk minyak di penggorengan dengan cara memutar searah, agar ada arus yang bisa mendorongnya untuk menggelembung besar. Seperti baling-baling, sehingga kenapa ini di Semarang disebut Bolang Baling🙂
• Kalau mau diberi isi, diisikan saat sebelum dibulatkan/setelah dipotong kecil-kecil.
• Kalau mau ditabur wijen, tabur dulu wijennya setelah menaburkan tepung, baru adonan digiling di atasnya.

2 thoughts on “Bolang Baling, Berongga dan Lezaaat…

    Siti rochmatun said:
    September 20, 2016 at 11:12 am

    Emulsifier itu apa…

      Amy responded:
      September 20, 2016 at 1:40 pm

      Mbak Siti, emulsifier nama lainnya adalah pelembut kue. Fungsi dari emulsifier adalah untuk menstabilkan bentuk kue sehingga tidak mudah turun. Selain itu dapat memudahkan kita dalam melembutkan adonan kue.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s