Roti Tawar Gandum

Lamaaa nggak nge-baking gegara manajemen waktu yang sangat ketat sehingga harus memangkas kegiatan yang kurang penting. Bukan berarti lantas baking jadi tidak penting bagi saya, namun musti pandai mengatur biar badan tetap fit.
Lalu tiba-tiba mendapat tantangan dari boss di bulan puasa ini. Fiuh..baking nya sih seneng tapi urusan cuci mencuci gerabah itu yang membuat semangat saya selalu kembali ke titik nol hehe πŸ™‚
Naah..berhubung boss yang nanya, nggak mungkin kan saya cuma bikin formulasi di kepala tanpa mengeksekusinya terlebih dahulu di dapur saya.

Healthy Bread, ngomongin healthy bread atau roti sehat di dunia perteriguan pasti mengarahnya ke roti banyak fiber/ serat. Tak lain dan tak bukan adalah whole wheat bread atau roti gandum dalam bahasa kita.
Dalam percobaan kali ini saya membandingkan roti gandum dengan bran (hasil samping produksi terigu) dan roti gandum dengan whole wheat flour (tepung gandum utuh).
Untuk formulasinya sendiri, karena ada embel-embel sehat, saya menggunakan madu sebagai pengganti gula dan minyak zaitun sebagai pengganti shortening/butter.
Sebenarnya mau coba menggunakan maltosa sebagai pengganti gula agar didapat warna gelap yang bagus, namun apa daya, jelang tenggat waktu, si maltose yang dibeli via online belum datang πŸ™‚

Roti Tawar Gandum A
Bahan:
– 400 g terigu protein tinggi
– 100 g bran
– 11 g ragi instant
– 10 g garam
– 15 g madu
– 10 g susu evaporasi
– 20 g minyak zaitun
– 300 ml air es

Roti gandum dengan formulasi bran


Roti Tawar Gandum B

Bahan:
– 400 g terigu protein tinggi
– 100 g tepung gandum
– 11 g ragi instant
– 10 g garam
– 15 g madu
– 10 g susu evaporasi
– 20 g minyak zaitun
– 300 ml air es

Roti gandum dengan formulasi tepung gandum utuh

Cara membuat:
1. Rendam bran atau tepung gandum utuh (tergantung resep) dengan sebagian air yang akan dipakai selama minimal 1 jam, sisihkan.
Mengapa bran atau tepung gandum utuh harus direndam terlebih dahulu?
Untuk memudahkan sistem pencernaan di tubuh kita menyerap mineral dan nutrien dari tepung gandum.

2. Campur semua bahan kering ke dalam mixer lalu masukkan air dan bran atau tepung gandum utuh yang sudah direndam.Β  Aduk selama 2 menit dengan mixer kecepatan rendah atau uleni dengan tangan hingga merata.

3. Tambahkan minyak zaitun, aduk/uleni hingga adonan kalis.

4. Istirahatkan adonan selama 10 menit.

Adonan roti gandum kalis

5. Bagi adonan menjadi 4 bagian @200 g, lalu bulatkan. Diamkan lagi selama 10 menit. Kempiskan masing-masing adonan lalu gilas dan gulung memanjang.


6. Masukkan adonan ke dalam loyang ukuran 20x10x10 cm, yang sudah dioles mentega. Tutup loyang Β½ saja dan biarkan hingga mengembang selama kurang lebih 60 menit.

7. Tutup rapat loyang,Β  masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 220 oC.

8. Panggang dengan suhu kurang lebih 220 oC selama 30 menit atau hingga matang.

Catatan: untuk loyang ukuran 20x10x10cm berat adonan yang ditempatkan kurang lebih 800 g.


IniΒ perbandingan potongan roti tawar dengan 2 formulasi di atas.
Untuk volume lebih mengembang yang memakai tepung gandum utuh, namun dari sisi rasa dan aroma lebih nendang alias gurih dan harum yang memakai bran.

Untuk catatan saya: Lain kali masih harus mencoba dengan menggunakan maltose, berat adonan sedikit dikurangi agar teksture tidak terlalu padat, dan waktu pengembangan mungkin ditambah.

 

Advertisements

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s