Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

Posted on Updated on

Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).

Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter
5. Denah lokasi dan denah bangunan

Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.

Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.

Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kita bisa datang langsung ke Kantor MUI di kota kita/terdekat. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Fotokopi izin usaha

Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi tidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya kita tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usaha makanan rumahan kita.

Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota kita akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah di lapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal kita.

Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapat hambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, bisa langsung datang ke kantor DinKes.
Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan kita lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal dalam kemasan. Sekarang kita siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan kita.

Sharing dari Vivi Liong , thanks to her.

239 thoughts on “Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

    casnawati said:
    November 3, 2016 at 7:06 pm

    Assalamualaikum. Maaf mau tanya. Berarti sebelum kita memasarkan produk kita harus kita urus dulu PIRT sama sertifikat halal ya. Saya ingin memulai usaha makanan ringan (kripik). Lokasi si rumah. Apakah bisa?,mohon jawabnnya

      Amy responded:
      November 21, 2016 at 1:38 pm

      Waalaikum salaam. Sebaiknya memang begitu.
      Bisa

    happydesi31 said:
    October 22, 2016 at 5:05 pm

    Assalamualaikum
    Saya mau tanya, saya baru mau mulai bisnis sambel kemasan.. apakah bisa urus PIRT? Yg disurvey nanti apa saja? Dan apakah bisa perorangan ? Makasiih

      Amy responded:
      November 21, 2016 at 1:39 pm

      Bisa. Yang disurvey lokasi usaha dan proses produksi. Tapi persyaratan dokumentasi juga musti dipenuhi. Langsung konsultasi dengan Dinkes saja mbak.

    Benjamin Prayogo said:
    October 7, 2016 at 7:32 am

    Bagaimana kalau mau pakai Jasa P Eko utk urusan ijin makanan, mohon no telp nya. Trima kasih

    dewi said:
    October 5, 2016 at 9:06 am

    Assalamualaikum, saya baru mau memulai bisnis rumahan membuat keripik, apakah bisa mendapatkan ijin PIRT jika tempat usaha/ produksinya adalah di rumah tinggal, dan apakah ada syarat khusus luas bangunan? terima kasih

      Amy responded:
      October 11, 2016 at 3:42 pm

      Waalaikum salaam mbak Dewi. Sepanjang pengetahuan saya, bisa mbak. Untuk syarat khusus laus bangunan mohon ditanyakan langsung ke Dinkes.

    sofi nasution said:
    September 11, 2016 at 4:32 pm

    Assalamualaikum, maaf mau tanya , kalo mau usaha rumahan , produk susu fermentasi, apa saja syarat dan izin yg di perlukan, mengingat ini usaha home made, terima kasih

    Devid Hidayat said:
    September 5, 2016 at 2:16 pm

    Selamat Siang… permisi saya mau tanya istri saya kan udah jualan nugget kurang lebihnya 1 bulan, tapi baru dijual hanya sekitar tetangga rumah saja… saya ingin sekali produk makanan tsb mau saya sahkan dengan sertifikat PIRT dan Logo Halal….. itu apakah bisa dengan usaha perorangan….??? terimakasih (ditunggu jawabannya secepatnya)

      Amy responded:
      September 5, 2016 at 3:56 pm

      siang Pak Devid, untuk pangan yang diproduksi dari daging, ikan, unggas dan hasil olahannya tidak bisa lewat PIRT ijinnya namun harus ke BPPOM, no MD. Kalau untuk sertifikasinya bisa saja diajukan halalnya, namun untuk mencantumkan di kemasan juga nanti perlu ijin ke BPPOM.
      Aturan lengkapnya: Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK.00.05.5.1640 tentang PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN SERTIVIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA, pada point III ayat 2. bahwa Permohonan Ijin P-IRT tidak dapat dipenuhi apabila pangan yang diproduksi berupa daging, Ikan, Unggas dan Hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku.

      Semoga membantu.

    lde eko said:
    September 5, 2016 at 1:06 pm

    Terima kasih… Untuk urusan perizinan dengan mudah cepat dan nyaman kami LEGAL DOKUMENT EXPERT bisa membantu anda dalam berbagai macam perizinan, seperti:
    1. Urus KITAS, KITAP, NATURALISASI (WNA ke WNI)
    2. Urus Pendirian PT (PERSEROAN TERBATAS)
    3. Urus Pendirian PT.PMA ( Warga Asing ingin mendirikan Perusahaan di Indonesia)
    4. Urus API – U PMA / PMDN (UMUM)
    5. Urus API – U PMA /PMDN (PRODUSEN)
    6. Urus NPIK (Nomor Pengenal Importir Khusus)
    7. Urus NIK (Nomor Induk Kepabeanan)
    8. Urus Ijin BPOM (Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan)
    9. Urus Ijin SNI (Standart Nasional Indonesia)
    10. Urus HALAL SERTIFIKAT
    11. Urus Pendirian YAYASAN /SEKOLAH / KURSUS
    12. Urus IP LIMBAH NON B3
    13. Urus SIUP MB (Siup Minuman Beralkhohol)
    14. Urus Pendirian CV
    15. Urus Pendirian UD (Usaha Dagang)
    16. Urus ijin Industri ( TDI /IUI)
    17. Urus Ijin Prinsip dan perubahan
    18. Urus Rekomendasi Departemen Perindustrian
    19. Urus SIUK BPW (Biro Perjalanan Wisata) / Travel
    20. Urus UUG / HO(Ijin Gangguan)
    21. Urus IUT (Ijin Usaha tetap PMA/ PMDN)
    22. Urus SKPLBI Barang / Label Produk Importir)
    23. Urus Merk Dagang
    24. Urus SIUJK (Surat Ijin jasa Kontruksi)
    25. UKL / UPL –SPPL – AMDAL
    26. Urus Materlist (Bebas Pajak Mesin Importir)
    27. Urus Ijin ISO 9001
    28. Urus Ijin SIUJS (Surat Ijin Jasa Surveyor)
    29. Urus Pernikahan WNA dan WNI
    30. Urus Pernikahan di Luar Negeri (Beda Agama) Dan masih banyak lagi perijinan lainnya untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami: 082233224330 atau 031-99019835 legaldocumentexpert@gmail.com Trimakasih

    ika said:
    September 3, 2016 at 12:25 pm

    KALO SAYA MENGEMAS GULA YG SUDAH JADI APA HARUS IJIN P-IRT

      Amy responded:
      September 5, 2016 at 3:58 pm

      Kalau mbak Ika memang mau mendapatkan ijin PIRT nya agar nilai jualnya bagus, bisa diajukan mbak.

    Amy responded:
    August 23, 2016 at 11:34 am

    Siang mbak Devi. Langsung saja mbak ke kecamatan, tentunya sudah ada surat dari RT, RW dan kelurahan biar gampang.

    Devi said:
    August 12, 2016 at 1:25 pm

    Siang mba ami,

    saya mau tanya untuk mendapat ijin Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat cara nya bagai mana ya mba?

    Terima kasih

    yuspriadi said:
    August 3, 2016 at 7:30 pm

    permisi..ada bbrp yang mau saya tanyakan
    1. saya ini baru mau buka usaha sambel rumahan tp dlm bentuk kemasan,dan saya baru mau urus perijinannya..untuk perijinannya apakah bisa perorangan atau berbadan hukum?
    2. yang dimaksud surat keterangan dari puskesmas/dokter itu seperti apa? apakah keterangan sehat utk sy atau produk sy? Terima kasih atas penjelasannya

      Amy responded:
      August 5, 2016 at 9:39 pm

      1. Setau saya bisa perorangan
      2. Untuk Bapak sebagai pemiliknya. Kan idealnya orang yang bersentuhan dengan produksi pangan memang harus sehat dan tidak berpenyakit menular

    Kayyisha said:
    May 8, 2016 at 11:39 am

    Usaha sy repacking produk org yg sdh ada pirt dg sertfikasi halal. Apakah sy bs langsung pakai yg sdh ada tsb atau perlu bikin sendiri pirt dg halal MUI.
    Trm ksh

      Amy responded:
      July 2, 2016 at 8:36 am

      Mbak Kayyisha..tidak bisa langsung pakai logo halal MUI nya. Tapi perlu PIRT lalu ajukan permohonan sertifikasi halal ke LPPOM MUI. Akan lebih mudah kok.

        galuh citra said:
        July 30, 2016 at 7:37 pm

        Usaha saya pengemasan makann dari orang yang sudah ada,tapi produk nyabelum ada PIRT nya.kalau saya yang mengajukan ijin nya bisa atau tidak

        Amy responded:
        August 5, 2016 at 9:27 pm

        Sepertinya bisa mbak Galuh. Coba langsung ke DinKes

    hansen said:
    April 29, 2016 at 6:44 pm

    untuk minuman dr herbal kira2 yang dibutuhkan apa saja?

      Amy responded:
      July 2, 2016 at 10:43 am

      Sama saja kok Pak Hansen persyaratannya.

    irwan adhiwibowo said:
    April 13, 2016 at 2:53 pm

    dapatkah mengurus pirt dengan merk sama tapi logo berbeda? TX

      Amy responded:
      July 2, 2016 at 10:45 am

      Maaf Pak Irwan, saya belum tau. Bisa langsung ditanyakan ke Dinkes setempat?

    Heriyanto W. said:
    March 3, 2016 at 6:54 am

    Mohon info :
    Pengurusan PIRT utk KTP luar daerah Surabaya, tetapi usahanya di SBY;
    – Apakah bisa pakai KTP yg bukan Sby tersebut sedangkan usahanya di Sby ??
    – Utk Ket.Domisili tersebut apakah yg dmksud Domisili asal KTP ato Domisili Usaha (SBY) ?

    Thx u atas Perhatiannya..

      Amy responded:
      July 2, 2016 at 10:46 am

      Sepertinya KTP Domisili usaha Pak Heriyanto.

      Amy responded:
      July 2, 2016 at 10:46 am

      Sepertinya KTP Domisili usaha Pak Heriyanto.

    lery dian said:
    February 8, 2016 at 11:32 am

    apabila kita mendapat suatu produk yg tertulis PIRT nya, apakah bisa ditelusuri bahwa pirt tsb asli / resmi? bukan abal2 ? bagaimana caranya mba?

      Amy responded:
      February 9, 2016 at 8:33 am

      Mbak lery Dian, untuk PIRT, cara mengeceknya belum bisa dilakukan secara online. Silakan datang ke Dinkes setempat menanyakan.

    latiifa said:
    February 3, 2016 at 7:03 pm

    mlm kaka
    sya latiifa baru mau merintis usaha rumahan tapi masi KECIL2.an, sya di lokasi kontrak Petakan,usaha blum jalan tpi baru dirintis apakah bisa ingin urus no IRT dan logo HALAL ?

      Amy responded:
      February 5, 2016 at 8:02 am

      Bisa mbak Latifa. Coba saja datang ke Dinkes setempat. Mungkin perlu keterangan domisili dari RT,RW, kelurahan hingga kecamatan.

      istichomah said:
      April 28, 2016 at 8:56 am

      saya isti, untuk pengurusan ini memerlurak biaya berapa ya ?

        Amy responded:
        July 2, 2016 at 10:44 am

        Lain industri bisa berlainan pula biayanya Mbak Istichomah kalau untuk sertifikasi halal.

        Amy responded:
        July 2, 2016 at 10:44 am

        Lain industri bisa berlainan pula biayanya Mbak Istichomah kalau untuk sertifikasi halal.

    Annie Khaylla said:
    January 28, 2016 at 12:35 pm

    untuk telur asin yan gdijual bijian atau pack bisa di urus di dinkes g???? tolong infonya,, makasih.

      Amy responded:
      February 2, 2016 at 2:57 pm

      Setau saya bisa mbak Annie.

    nanyananya said:
    January 20, 2016 at 10:32 am

    Mbak, berapa kira kira estimasi biaya mengurus PIRT ini?
    Walaupun tiap daerah berbeda beda, setidaknya saya punya patokan harga..
    Lokasi saya di jakarta

      Amy responded:
      February 2, 2016 at 3:00 pm

      Mbak Nanya… kebetulan saya di Gresik dan teman2 banyak yang baru mengurus. Biaya PIRT hanya Rp 100.000

    khoirul said:
    January 8, 2016 at 5:53 am

    bagaimana sy mengetahui alamat dengan no p-irt??

      suhendra said:
      January 14, 2016 at 10:13 pm

      jika yang membutuhkan pembuatan packaging/kemasan bisa hubungi saya hendra indoprima printing lokasi di tangerang hub 02193772942/081299229143

    Eddy said:
    December 4, 2015 at 6:54 pm

    Pak, saya sudah mempunyai sertifikat penyuluhan (SP) perlukah diganti menjadi PIRT? Soalnya dulu hanya ada SP untuk industri kecil PIRT belum ada

      Amy responded:
      December 10, 2015 at 11:08 pm

      Saya belum update soal itu Pak Eddy, mohon maaf. Tapi akan lebih baik Bapak tanyakan langsung ke Dinkes.

      suhendra said:
      December 29, 2015 at 8:21 pm

      To All
      saya hendra marketing indoprima printing packaging,jika ada yang mau mebuat kemasan packaging plastik,inner box dan karton box bisa hubungi saya di
      081299229143
      02193772942
      lokasi di tangerang

    Fahmy said:
    December 4, 2015 at 1:42 am

    Halo kaka, saya fahmy.
    Rencana saya sudah matang ingin membuat produk makanan cemilan.
    Rencana pemasaran saya baik lewat online atau real.
    Tapi sebelum memulai saya belum menguasai perizinan dan lain sbagainya.
    Pertanyaan pertama saya, apakah saya harus memiliki hak paten untuk nama produk saya? Jika iya, bagaimana cara menempuhnya? Kedua, karna perizinan dinkes dan mui sudah dijelaskan, maka saya sudah cukup paham dan terimakasih banyak atas pengetahuannya. Ketiga, apakah ada tambahan2 lain dari yg lebih berpengalaman sebelum produk ini siap dipasarkan yg lebih dulu diurus? Terimakasih banyak kaka. Mohon untuk arahannya hehe

      Amy responded:
      December 10, 2015 at 11:12 pm

      Untuk pendaftaran merk ke Ditjen HAKI sekarang sudah mulai kok kerja sama dengan Dinkes untuk UMKM.
      Mas Fahmy bisa cari referensinya di web Ditjen HAKI, via google.
      Semoga sukses usahanya

      syahrozie said:
      December 28, 2015 at 10:33 am

      Untuk jenis produk tidak bisa di paten kan, terkecuali produk jenis cemilan baru (temuan baru), dan apabila mau mematenkan paling di Merek nya. daftar ke HAKI , untuk lebih jelas klik linknya http://www.dgip.go.id/

        Amy responded:
        December 29, 2015 at 2:20 pm

        Terima kasih infonya Pak Syahrozie.

    Qud said:
    November 25, 2015 at 5:18 pm

    Ass. wr. wb,
    Bu,sy mau tanya kalo usaha pembuatan sosis berbasis daging sapi……….. apakah diperlukan ijin PIRT nya.
    terima kasih sebelumnya.

    Wass.,
    Qud

      Amy responded:
      November 25, 2015 at 9:53 pm

      Waalaikum salaam wr.wb
      Oh iya Pak..kan untuk bisnis lebih dipercaya, juga bisa disertifikasi halal

      syahrozie said:
      January 14, 2016 at 2:54 pm

      Waalaikumussalam.
      Ada peraturan baru dari bpom, ada beberapa kategori pangan yang tidak bisa di urus izin pirt tp harus MD. katpang itu di antaranya:
      1. Susu dan hasil olahannya
      2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau 3. penyimpanan beku
      4. Pangan kaleng
      5. Pangan bayi
      6. Minuman beralkohol
      7. Air minum dalam kemasan (AMDK)
      8. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI
      9. Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM

        Amy responded:
        January 14, 2016 at 9:11 pm

        Terima kasih infonya Pak Syahrozie

    yohanes said:
    November 20, 2015 at 1:13 pm

    saya mau tanya, saya repacking produk orang lain dan saya sudah mempunyai no pirt sendiri dan apakah bisa saya membuat sertifikat hahal juga? trims

      Amy responded:
      November 25, 2015 at 9:45 pm

      Bisa Pak Yohanes. Silakan ditanyakan ke LPPOM MUI terdekat

    hepi said:
    November 10, 2015 at 12:17 pm

    untuk ramuan herbal apakah ijin PIRT ato perlu BPOM? sy baru mau memulai dgn skala kecil2an. Sy tinggal di kab. bogor bisakah mengurus PIRT di dinkes jakarta?

      Amy responded:
      November 25, 2015 at 9:54 pm

      Untuk ramuan herbal sepertinya BPOM mbak Hepi. Tentang wilayah mohon maaf saya tidak paham. Bisa ditanyakan langsung ke Dinkes

    vina said:
    September 25, 2015 at 11:49 am

    assalamualaikum wr.wb
    ka saya kan baru mau buat produk donat yang niat nya saya mau jual di supermarket,saya sudah jelaskan kalo produk saya bukan produk yang besar hanya produk kecil kecilan karena saya sendirian yang membuat nya,tapi saya di haruskan membuat nomor izin(mungkin maksudnya PIRT) karena kalau di supermarket kan ada sidak dari dinkes,apakah saya yang masih 17 taun dan usaha kecil kecilan ini bisa membuat PIRT dan apakah menurut kaka langkah saya benar untuk memasukan produk donat ke supermarket dan membuat PIRT sendiri,
    terimakasih,wassalam

      Amy responded:
      October 7, 2015 at 3:14 pm

      Waalaikum salaam..
      Salut sekali dengan Vina. Kalau Vina serius mengapa tidak dicoba?
      Atau kalau menurut Vina dirasa terlalu kecil, Vina bisa mulai dengan promosi online saja. Jualan via sosial media. Dibuat hanya berdasarkan PO misalnya. Jadi selalu fresh. Nanti lama2 terkenal, Vina bisa tuh serius mengembangkannya.
      Kalau makin besar, bisa buka gerai sendiri dan ijin PIRT plus sertifikasi halal.
      Semangat ya Vina..semoga sukses usahanya.
      Menurut saya lebih bagus kita mengembangkan merek dan usaha sendiri daripada titip di supermarket.

    dicky said:
    August 23, 2015 at 11:19 pm

    maaf pak, klo untuk warung makan padang perlu izin tdak ya???
    terima kasih

    diana puspita said:
    August 23, 2015 at 8:30 pm

    Kalau mau mengurus pirt apa harus menggunakan mpwp?

      Amy responded:
      September 11, 2015 at 2:34 pm

      Saya gak tau mbak Diana, tapi sekarang kan NPWP memang wajib ya.

    tria said:
    May 17, 2015 at 1:11 am

    Admin saya mau tanya nih.. saya baru ada usaha kecil dirumah produksi cemilan.. saya mau usaha saya merambah ke pasaran yang lebih besar.. tapi belum ada ijin pirt n mui halal nya.. cara nya gimana ya dan biaya nya kira2 brpa ya??

      bakingnfood responded:
      May 24, 2015 at 12:59 pm

      Sudah diulas di atas mbak Tria, atau langsung datang ke Dinas Kesehatan setempat🙂
      Untuk biaya juga bervariasi

    Ali said:
    May 1, 2015 at 8:26 pm

    Hai admin
    Terima kasih atas infonya
    Sekedar sharing, hari kamis kemarin tgl 30 april 2015 saya ke dinkes kab tangerang utk menanyakan persyaratan apa saja utk urus ijin PIRT yg saya punya rencana usaha rendang kemasan vacuum tp kagetnya saya salah satu petugas disana bilang kalo usaha saya tidak perlu PIRT, bagaimana menurut tanggapan admin?

      bakingnfood responded:
      May 10, 2015 at 9:27 pm

      Pak Ali..saya malah baru tau tentang ini. Boleh tau alasannya kenapa nggak perlu PIRT?

      syahrozie said:
      January 14, 2016 at 3:03 pm

      Pak ali coba sekali lagi konsultasikan, di coba lewat telepon atau datang lagi tapi dengan petugas yang berbeda, soalnya yang saya tahu seharusnya pangan olahan daging malah harus izin BPOM ( md )

      suhendra said:
      July 26, 2016 at 9:49 pm

      Jika butuh kemasan plastik hubungi saya 081299229143 pabrik di tangerang

    Yuni said:
    April 29, 2015 at 10:43 pm

    Kalau untuk minuman teh dalam kemasan botol apakah cukup izin PIRT atau harus izin BPOM? Terima kasih

      bakingnfood responded:
      May 10, 2015 at 9:28 pm

      Mbak Yuni, mohon maaf saya belum mengerti kalau soal teh dalam kemasan. Ditanyakan saja langsung ke Dinkes mbak.

    Rahardhian said:
    March 18, 2015 at 10:29 am

    Kalau untuk frozen food seperti frozen risol, frozen kebab, frozen lumpia gitu saya dengar ga cukup dengan PIRT ya?trus harus seperti apa untuk legalitas nya ? mohon pencerahannya, terima kasih

      bakingnfood responded:
      March 30, 2015 at 10:32 pm

      Sepertinya frozen food lebih tinggi standarnya Pak Rahardian. Untuklebih jelasnya bisa datang langsung ke Dinkes setempat.

        mardi said:
        April 7, 2015 at 12:29 am

        Klu usaha bakery rumahan perlu izin ap aj,,,thanks

        bakingnfood responded:
        April 10, 2015 at 10:41 am

        PIRT Pak Mardi, cukup. Itupun sudah bisa untuk mengajukan Sertifikasi Halal kalau Bapak berkenan.

        adi said:
        April 9, 2015 at 12:02 am

        kalo usaha bukan di tempat aslinya gmn pak
        misalnya alamat asli surabaya terus buka usahanya di malang.. ap bisa pak

        bakingnfood responded:
        April 10, 2015 at 10:40 am

        Sesuai alamat tempat usaha Pak Adi.

    WD said:
    February 18, 2015 at 9:53 am

    kalo untuk melihat P-IRT yg sudah terdaftar gmn ya ? mohon informasinya.. @admin

    novianty said:
    February 15, 2015 at 10:35 pm

    Salam kenal,Saya produksi kue kering dan cake,
    mau tanya untuk pengurusan PIRT dikenakan biaya sekitar Brp? Kmdn biaya tersebut harus dibayarkan setiap tahun atau bgm?

    Kalo untuk halal MUI Apakah dibayarkan setiap tahun?

    Untuk ijin dokter atau puskesmas itu untuk apa? Apakah jg Akan dilakukan visitasi dan Apakah hrs Dr dokter lingkungan perumahan ataukah dokter keluarga?

    Terima kasih untuk bantuannya

      bakingnfood responded:
      February 25, 2015 at 9:25 pm

      Biaya pengurusan PIRT saya tidak update mbak Novianty. Kemungkinan tidak tiap tahun.
      Kalau untuk Halal MUI resertifikasi tiap 2 tahun.
      Untuk dokter saya juga belum paham peruntukannya. Bisa langsung cari info ke Dinkes setempat ya mbak,

    Rahma said:
    January 22, 2015 at 12:55 pm

    Saya ingin memulai usaha keripik khas daerah saya yg sudah saya inovasi. Minta pendapatnya, sebaiknya pengurusan PIRT dan paten merk dagang itu setelah usahanya jalan, atau sejak awal ya? Agar produk bs masuk toko oleh2 standardny hrs ngurus izin apa saja ya? Terimakasih🙂

      bakingnfood responded:
      January 30, 2015 at 7:56 pm

      Lebih enak sejak awal Bu Rahma. Standarnya biasanya PIRT dan sekarang banyak yang meminta Sertifikasi Halal juga meski home industry.

    Fajar Prasetyo said:
    January 14, 2015 at 6:33 pm

    Saya dan istri menjalankan usaha rumah tangga berupa cemilan, keripik, stik bawang dan stik keju, dan hanya berlokasi di petak rumah kontrakan (kami tinggal di rumah kontrakan), apa memenuhi syarat jika ijin industri rumah tangga tersebut hanya ber lokasi di petak rumah kontrakan..?

      bakingnfood responded:
      January 17, 2015 at 6:55 pm

      Bisa kok Pak Fajar. Dicoba saja. Yang penting syarat higienis nya terpenuhi

    Dimas said:
    January 10, 2015 at 4:29 am

    usaha saya bergerak di bidang pengemasan/makloon,apakah biaya untuk mengurus P-IRT,Dinkes,dan Halal dari produk harus saya yg mengeluar kan?mohon bantuannya..

      bakingnfood responded:
      January 17, 2015 at 6:56 pm

      Iya Pak Dimas, dari pihak Bapak. Kecuali untuk Halal kalau dari produk asal sudahadasertifikat Halalnya Bapak lebih mudah.

    muhsin azzam said:
    January 9, 2015 at 7:29 pm

    untuk pengurusan PIRT nya apakah usaha kita harus berjalan dlu atau tidak mesti ?

      bakingnfood responded:
      January 9, 2015 at 7:48 pm

      Bisa 2-2 nya Pak.. yang penting sudah ada contoh produk dan tempat usaha yang mau diajukan.

    yoan said:
    December 18, 2014 at 8:54 pm

    maaf pak mau tanya,untuk program free pengurusan halal mui biasa 1 tahun berapa kali ? klo ada schedule nya tolong info,karna lumayan juga biaya invoice total 2.950.000

      bakingnfood responded:
      January 9, 2015 at 7:49 pm

      Maaf Pak/Bu Yoan, saya tidak update dengan infonya. Silahkan hubungi Dinkes yang biasa membina UKM.

    Ozy said:
    November 13, 2014 at 3:37 am

    Saya me-repcking produk yg sudah ada PIRT dan label halal. Krn saya order dalam kemasan curah dari luar daerah dan saya packing kembali menggunakan kemasan saya sendiri. Ijin apa yg harus saya daftarkan agar produk yg saya jual ada nomor dinas kesehatan-nya..? Terima kasih.

      bakingnfood responded:
      November 30, 2014 at 10:47 pm

      Ijin PIRT juga Pak untuk re-packing.

      Astuti said:
      December 18, 2014 at 4:05 pm

      saya berencana membuat makanan olahan sekala usaha rumahan, semisal ayam kremes yg dikemas
      plastik.Apakah cukup mengurus Pirt saja atau bagaimana ? Terima kasih dan ditunggu penjelasannya.

        bakingnfood responded:
        January 9, 2015 at 7:50 pm

        PIRT cukup mbak Astuti, tapi kalau bisa jadi binaan Dinkes dan mereka ada kerja samanya dengan LPPOM MUI bisa sertifikasi Halal juga. Pasti lebih tinggi nilai jualnya.

      mamad said:
      March 27, 2015 at 12:59 am

      Kami produsen makaroni goreng kualitas super aneka rasa, siap pasok seluruh Indonesia.
      Senang sekali bisa bekerja sama dengan anda
      081 329 392 363 – 0856 4321 9888

    ibnoe said:
    September 16, 2014 at 1:36 pm

    maaf pa klo untuk produk obat herbal kapsulan apa cukup pirt saja pa?

      bakingnfood responded:
      October 24, 2014 at 9:56 am

      Pak Ibnoe, sepertinya harus ada ijin BPOM juga.

    puji said:
    June 4, 2014 at 7:45 am

    Nemu juga nih,,, informasi yang bagus..
    admin, saya mau nanya nih,,, “terus perlukah mendaftarkan prodak kita ke BPOM?”

    Ifa Nurfazriyah said:
    April 24, 2014 at 11:13 am

    sip….. makasih informasinya

    budhipermana11 said:
    December 14, 2013 at 6:36 am

    Terima kasih informasinya sangat bermanfaat.

    Nur Cholis said:
    October 19, 2013 at 11:01 am

    terima kasih untuk share cara mengurus ijin pirt dan sertifikasi halal mui, rencana saya juga akan mendaftarkan usaha saya di dinkes salam kenal

      Yofa said:
      October 23, 2013 at 11:06 am

      Pak, tlg tanya katanya sekarang harus daftar secara online ya? Ga bisa langsung

        bakingnfood responded:
        October 23, 2013 at 2:06 pm

        Mohon maaf, kami malah belum tau info tsb. Terima kasih infonya

    jenny tsai said:
    September 16, 2013 at 3:34 pm

    Makasih banyak. Semoga diberkati tuhan….🙂

    aslam said:
    August 29, 2013 at 2:29 pm

    Kalau kita kemas produk yang sudah punya halal n p-irt nya. trus kita ganti dengan kemasan lain. Tanpa mencantumkan halal n p-irt nya. apa ada sanksi hukumnya ??

      bakingnfood responded:
      September 2, 2013 at 8:07 am

      Maaf Pak Aslam, kami belum begitu paham kalau untuk hal tersebut. Mungkin Bapak bisa tanyakan langsung ke Dinkes setempat yang menerbitkan PIRT

    afkar said:
    August 14, 2013 at 2:32 pm

    kalo kita repacking macam2 snack dari agen dipasar, dan kita nggak tau produsennya, gimana mengurus PIRTnya

    JK said:
    June 10, 2013 at 5:47 pm

    Website yg sgt bermanfaat, trmksh utk infonya. Numpang sharing, semoga bermanfaat, sy me-repacking produk yg sy beli dari produsen utk direpacking (packing ulang dg kemasan dan merk sendiri), sebelum melakukan packing sebaiknya daftarkan merk yg akan kita pakai Ќέ kementrian hukum dan ham, biaya sekitar 1,8jt (melalui biro jasa, bisa hny gunakan KTP perorangan atau mendaftar menggunakan nama perusahaan), dg memiliki merk sendiri akan lebih aman agar saat produk yg kita pasarkan sdh berjalan nantinya merk kita tidak disabotase / digunakan oleh org lain. Utk memasarkan prduk repacking temtunya anda perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasamya antara anda dg produsen tsb dan di dlm surat tsb dicantumkan pernyataan dari pihak produsen yg tidak keberatan/memberikan ijin kpd kita utk menggunakan no PIRT produsen (dipinjam pakai) dlm memasarkan produk tsb dg menggunakan merk dan kemasan anda sendiri). Jika anda ingin mengurus PIRT sendiri, MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking anda (krn anda bukan produsen, kan anda repacking, hehehe..) Semoga info tmbhn brmanfaat utk kita smw.

      bakingnfood responded:
      June 11, 2013 at 8:15 am

      Terima kasih Pak/Mbak JK atas infonya yang akan sangat berguna dan menjawab banyak pertanyaan di sini. Semoga sukses selalu…:)

      ST said:
      July 2, 2013 at 10:43 pm

      Terima kasih atas informasinya pak.. Saya mau nanya, 1 no pirt apakah untuk 1 produk atau bisa “dianakan”?

        bakingnfood responded:
        July 3, 2013 at 8:25 am

        Bukan Pak, tapi Bu..:) 1 PIRT hanya untuk 1 produk.

      stevani said:
      September 23, 2014 at 8:44 pm

      Terima kasih atas infonya pak, sangat membantu saya yang sedang kebingungan. Mohon penjelasan sekali lagi. Jika saya me re-packing makanan sebagaimana pak afkar namun supplier sy merupakan orang desa yg tidak tahu soal izin2an sehingga tidak bisa dan tidak mau mengurus PIRT nya, apa sy bisa menggunakan cara lain ( tanpa PIRT)? Selain itu, apa saya cukup dengan mendaftarkan saja ke kementrian hukum & ham? Terima kasih atas pencerahannya pak

        bakingnfood responded:
        October 24, 2014 at 9:50 am

        Mbak Stevanie, perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasama dengan produsen tsb. MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking.

        bakingnfood responded:
        October 24, 2014 at 9:54 am

        Daftar ke Kemen Hukum & HAM itu untuk merk nya mbak Stevani. Untuk PIRT mbak bisa urus sendiri sebagai PIRT Repacking. Diperlukan MOU (perjanjian kerja sama) mbak dengan produsennya sebagai salah satu syarat pengajuan.

    Ikka said:
    May 31, 2013 at 1:08 pm

    Oke thank ya infonya???

    Ikka said:
    May 30, 2013 at 12:09 pm

    Kalau misalnya mengolah ulang produk makanan setengah jadi miosalnya coklat batangan trus di olah menjadi coklat kecil2 apakah boleh mendaftar P-IRT? Sedangkan coklat batangan tsbut aq beli dari pabrik yang sudah ada BPOM nya?
    Trimakasih mohon di balas,,

      bakingnfood responded:
      May 30, 2013 at 3:32 pm

      Setau saya boleh mbak. Kan coklat batangan tsb berubah bentuk dan diolah ya?

    DefieYanie said:
    May 23, 2013 at 12:57 pm

    mbak makasih ya infonya, kira-kira mbak tau gak biaya yang dikeluarkan untuk pengurusannya?

      bakingnfood responded:
      May 23, 2013 at 3:21 pm

      Biaya saya gak tau pasti karena berbeda2 tergantung jenis dan tingkatan produksi. Semakin rumit, semakin besar kapasitasnya semakin mahal.

        syaikhu rofiq said:
        February 17, 2014 at 12:10 am

        rata-rata kena berapa ya ongkosnya?

        bakingnfood responded:
        March 9, 2014 at 7:22 pm

        Tergantung besar kecilnya unit usaha Pak.
        Malah kalau UKM bisa gratis kalau pas ada program. Hubungi Dinas Perindustrian di kota Bapak.

    savitri20112010 said:
    March 20, 2013 at 6:56 pm

    Reblogged this on Assalamualaikum and commented:
    Thanks untuk infonya, numpang menyebarkan info

    Ninik Suhartini said:
    January 28, 2013 at 1:53 pm

    Sebelumnya terima kasih atas infonya. bagaimana dengan usaha catering? jika ingin mendaftarkan sertifikat Halal MUI dan dinkes? biayanya juga berapa? terima kasih.

      bakingnfood responded:
      January 29, 2013 at 9:19 am

      Sama saja Bu proses pendaftarannya. silahkan saja datang dulu ke Dinkes setempat. Mohon maaf saya tidak update dengan biaya nya. Karena juga tergantung skala/kapasitas industrinya.

    murdanitulqadri said:
    January 17, 2013 at 6:45 am

    terima kasih atas infonya… satu pertanyaan. dalam pengurusan PIRT dan sertifikasi halal…. berapa biaya yang dibutuhkan?

      bakingnfood responded:
      January 17, 2013 at 8:20 am

      Maaf Pak, kalau untuk biaya saat ini saya tidak update, khusus sertifikasi halal juga memperhatikan besar kecilnya industri. Bisa jadi 1 industri berbeda biayanya dengan yang lain.

    Nenden Sakinah said:
    January 10, 2013 at 2:35 pm

    surat dari puskesmas atw dokter itu fungsi untuk pa? itu serat ttg kesehatan orang yg mendaftar? terus klw industrinya baru kecil2n gimana? klw dibikin klw baru ada pesanan? ga pa2 bikin pirt dan halal-nya? berarti waktu ada yg meninjau langsung praktek bikin?

      bakingnfood responded:
      January 10, 2013 at 3:14 pm

      Ya betul surat kesehatan pengelola usaha. Untuk usaha makanan, dipastikan yang mengelola tidak sakit berbahaya. Industri kecil bisa. Sebelum bikin permohonan, mbak bisa tanya2 dulu kok ke Dinkes nya.

    Phua said:
    December 22, 2012 at 2:36 pm

    Apakah kita harus mendaftarkan usaha dagang juga? Semacam UD atau CV? Atau sudah cukup dengan P-IRT saja? Trims

      bakingnfood responded:
      December 22, 2012 at 7:59 pm

      UD / CV kan bentuk perusahaannya Pak Phua? Beda dengan PIRT

    nurjanah abidin said:
    October 30, 2012 at 7:08 pm

    jadi intinya datang ke dinkesnya aja ya bu, detailnya seperti apa. mungkin ada masukkan kan dari tim survey itu akan datang ke rumah kira kira ada tips buat petugas g atau sdh satu paket dgn administrasi, kata lain ada pelicin. thanks

      bakingnfood responded:
      October 31, 2012 at 9:46 am

      Secara peraturan tidak boleh ada tip, tapi kadang2 di lapangan bisa saja lain kondisinya.

    abu ihsan sobary said:
    October 30, 2012 at 7:03 pm

    Alhadulillah terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, smg bisa lebih memudahkan dalam usahanya.

    Ferry said:
    October 25, 2012 at 1:59 pm

    Selamat siang, mohon info, apakah untuk pengurusan perpanjangan nomer PIRT diharuskan menyertakan sertifikat kepemilikan barcode ?

      bakingnfood responded:
      October 26, 2012 at 8:13 am

      Sepertinya tidak Pak Ferry, tapi bisa ditanyakan langung ya ke Dinkes tempat mengurus PIRT

    manto said:
    October 16, 2012 at 12:50 pm

    klo untuk memasarkn produk sendri ke mini market mini market dngn ijin PIRT dan sertifikat halal saja bisa ga, mohon bimbingan nya…

      bakingnfood responded:
      October 16, 2012 at 1:08 pm

      Bisa Pak. Memasarkan ke mini market kan nembusin sendiri ke mini market ybs. Kalau sudah ada PIRT dan Sertifikat Halal tentunya lebih mudah.

        manto said:
        October 16, 2012 at 1:14 pm

        terima ksh atas jawaban nya klo untuk sekup nasional contoh saya tinggal diceribon dan mau memasarkan ke setiap mini market yg ada dijabodetabek dengan surat ijin PIRT dan sertifkat halal saja gmn, maaf bnyk tnya karna saya baru mau merintis. trims…

    santi said:
    September 12, 2012 at 2:46 pm

    cara cek apakah asli ijin dinkes itu bagaimana ?

      bakingnfood responded:
      September 13, 2012 at 7:59 am

      Bisa ditanyakan langsung ke Dinkes yang mengeluarkannya mbak Santi.

    Eka Prasetya said:
    September 8, 2012 at 4:10 pm

    kalo untuk usaha sekolah perlu pake ijin usaha tidak yah. yang modalnya jg dibawah 20 jt.

      bakingnfood responded:
      September 11, 2012 at 11:24 am

      Ijin akan memudahkan kita untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Tidak serta merta wajib tapi bagi saya sebaiknya pakai ijin. Biar nanti gampang kalau berkembang dan dipakai mengurus Halal misalnya.

    Anryanto said:
    July 31, 2012 at 10:11 am

    Terima kasih untuk sharingnya, apakah yang diposting diatas secara garis besar saja? Apakah untuk mendapatkan ijin tersebut, kita harus mempunyaai lokasi tertentu atau bisa dari rumah? Terimakasih.

      bakingnfood responded:
      July 31, 2012 at 11:07 am

      Pak Anryanto, sama2. Kalau usahanya memang di rumah, bisa kok dapat PIRT.

    jihansabela said:
    July 30, 2012 at 12:52 pm

    Mohon informasinya, saya lagi mencari barang/produk. Dikemasannya terdapat no.PIRT … apa bisa mengetahui alamat produk itu melalui PIRT< dan harus di cek kmn? *maav agak sedikit jauh dari pembahasan pertanyaannya, trims.

      bakingnfood responded:
      July 30, 2012 at 2:17 pm

      Mohon maaf juga, saya kurang mengerti soal ini. Mungkin bisa ditanyakan ke Dinkes tempat ijin PIRT itu diterbitkan.

    Denbaguse Krotozoa Edy Suroto said:
    July 9, 2012 at 4:50 pm

    mohon bantuan cara pemasaran bandeng presto di semarang……….

    Ellis said:
    June 5, 2012 at 4:18 pm

    Tksh infonya

      bakingnfood responded:
      June 6, 2012 at 4:56 pm

      Sama2 mbak Ellis

    ardy said:
    May 25, 2012 at 4:56 pm

    saya mau daftar PIRT untuk produk kue / Cookies. cara nya gmn?
    bisa tolong bantu. Saya di jakarta utara.

    yohan said:
    May 25, 2012 at 1:20 pm

    karena usaha bandeng tanpa tulang saya Pupus dengan P-IRT mohon bantuannya, saya sedang memulai bisnis repacking snack, saya sudah cari2 tetapi harganya masih harga reseller atau orang ke 2 & 3, saya mau ambil dari distributor / pabrik rumahan yang sudah ada P-IRT nya. jadi saya tidak perlu membuat P-IRT lagi. mungkin ada info…!!! lokasi lebih terjangkau di depok mas… terima kasih atas bantuannya. !!!

    fachry said:
    May 22, 2012 at 11:51 pm

    saya mau tanya sedikit ni… jika kode PIRT saya di gunakan oleh pihak ke-2 tanpa seijin pihak-1 ada dasar hukumnya tidak ya? karena label dan kode PIRT saya ternyata ada yg menggunakan tanpa seijin saya. mohon pencerahan

      bakingnfood responded:
      May 25, 2012 at 1:15 pm

      Dasar hukumnya saya kurang paham. Tapi secara aturan tidak boleh Pak.
      Cobe dicek dulu lagi yaaaa.

    Yohan said:
    May 9, 2012 at 4:56 pm

    kalo untuk kemasan bandeng tanpa tulang bisa tidak pak & untuk snack, jadi untuk 2 jenis usaha…? trimakasi bantuannya.

      bakingnfood responded:
      May 12, 2012 at 8:45 am

      Didaftarkan saja Pak..nanti nomernya sendiri-sendiri per produk.

        Yohan said:
        May 12, 2012 at 10:14 am

        terima kasih pak. berarti bayarnya dobel donk pak? saya masih awam. kira2 ijin 1 nomornya berapa? karena saya baru memulai usaha. terima kasih banyak bantuannya.

        bakingnfood responded:
        May 14, 2012 at 8:32 am

        Saya bukan Pak kok…hehe… Untuk biaya pendaftaran saya tidak tahu yang terbaru Pak. Tapi tidak mahal kok. Silahkan datang saja ke Dinkes terdekat.

        Yohan said:
        May 14, 2012 at 8:37 am

        oke deh pak, eh, mas…!!! makasi bantuannya.

    Fikri said:
    April 24, 2012 at 11:05 am

    izin P-IRT tsb bisa untuk brp lama ya pak ? apkh bs trs digunakan selama usaha tsb berjalan?
    tks.

      bakingnfood responded:
      April 25, 2012 at 8:41 am

      Tidak dibatasi berapa lamanya, bisa terus digunakan selama industri tsb tidak melanggar ketentuan dan peraturan.

    Pebrianita said:
    April 8, 2012 at 4:49 pm

    Apakah mendaftar P-IRT itu wajib..?
    Saya baru mau membuka usaha makanan, tapi saya mau daftar P-IRTnya itu nanti setelah usaha saya berjalan..
    Boleh tidak ya kalau seperti itu..?

      bakingnfood responded:
      April 9, 2012 at 4:44 pm

      Tidak wajib, tapi akan sangat menguntungkan dari sisi produsen. Karena konsumen lebih percaya.
      Bisa mbak.

    nuwrra said:
    March 29, 2012 at 7:30 pm

    mau tanya untuk pengurusan PIRT produk jenis kue tapi produksinya untuk program kreativitas mahasiswa bagaimana ya?? lalu total biaya resmi yang diperlukan berapa??

      bakingnfood responded:
      March 30, 2012 at 8:03 am

      Sama saja mbak Nuwra. Untuk biayanya silahkan datang langsung ke Dinkes setempat.

    aji , sby said:
    March 23, 2012 at 9:24 pm

    terima kasih banyak atas informasinya ……
    semoga Tuhan Y M E membalas nya ……

    juicing recipes said:
    March 13, 2012 at 8:28 am

    wah terima kasih info nya…

    Mada said:
    March 7, 2012 at 3:09 pm

    kalo kota beli makanan snack kiloan dari pabrik yang udah ada PIRT nya, terus kita kemas lagi (khusus usaha kemasan) apa perlu PIRT lagi utk usaha kemasan tersebut? atau boleh ga nyantumin PIRT dari pabrik tsb pada kemasan kita? trims ya

      bakingnfood responded:
      March 7, 2012 at 5:17 pm

      Kelihatannya tidak boleh Pak Mada. Bapak kan mengemas ulang. (note: diralat di bawah ini)

      Pak Mada….maaf saya ralat ya jawabannya. Sudah nemu jawaban yang pas. Ternyata bisa lho mengemas ulang mendapatkan PIRT. Silahkan datang ke Dinkes terdekat dan mendapatkan infonya yaa…

        stevani said:
        September 23, 2014 at 8:49 pm

        Jika kita mengemas ulang untuk produk yang tidak punya PIRT nya apa bisa ya? Jika bisa, saya harus mendaftar ke mana? Terima kasih

        bakingnfood responded:
        October 24, 2014 at 9:52 am

        Bisa mbak Stevani (berdasarkan sharing Pak/Mbak JK di comment sebelum ini). Mengajukannya sama tapi untuk PIRT Repacking bukan PIRT Produsen. Semoga membantu.

    nova said:
    February 22, 2012 at 12:27 pm

    maaf numpang bertanya, kalau produknya satu seperti roti manis, tetapi isinya berbeda2…

    ada isi coklat, isi keju, isi stoberri dan banyak lagi, itu satu izin P-IRT atau berbeda2 ya???

      bakingnfood responded:
      February 22, 2012 at 2:33 pm

      Mbak Nova, tetep dihitung 1 saja, produk roti manis. Tapi semua bahan isian dicantumkan di daftar bahan kita.

    Diajeng said:
    February 14, 2012 at 11:18 am

    numpang belajar juga pak….kalo misalnya kita beli makanan ringan dalam bentuk curah ke produsen-nya langsung, trus kita kemas sendiri dengan plastik dan printing yg kita buat sendiri, apa harus ijin PIRT juga ? atau ijin apa yg hrs saya lakukan ? makasih ya…..🙂

      bakingnfood responded:
      February 14, 2012 at 10:05 pm

      Mbak Ajeng, setahu saya PIRT itu untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.

    bunda harifa said:
    January 28, 2012 at 8:21 am

    Terima kasih atas sharingnya yang begitu jelas mba, sangat membantu saya dimana saya akan mengurus perijinna tsb.

      bakingnfood responded:
      January 28, 2012 at 11:02 am

      Sama2 bunda Harifa. Semoga sukses usahanya ya🙂

    pikset maremaaa said:
    January 20, 2012 at 5:03 pm

    mohon bantuannya, saya masih bingung, saya mengemas ulang snack yg diambil dr produsen, tetapi saya ingin punya PIRT, menurut bakingnfood/teman2 apa yg harus saya lakukan?apakah saya bisa memiliki nomor PIRT atau tidak? thnx

      bakingnfood responded:
      January 20, 2012 at 5:22 pm

      Setahu saya PIRT itu memang untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.

    fendri said:
    January 7, 2012 at 8:10 pm

    Saya ada niat mengembangkan makanan tradisional buatan orang tua. Informasi ini sangat membantu. terima kasih atas sharenya

      bakingnfood responded:
      January 8, 2012 at 11:47 am

      Sama2 Pak. Semoga sukses..

      nur said:
      May 23, 2012 at 1:47 pm

      Kirana Service Solutin
      melayani kepengurusan BPOM RI & Halal Certificate
      hubungi :
      Kirana Service Solution
      pin BB : 21F3D6A0
      081315268773

    muchlis said:
    November 2, 2011 at 11:53 am

    klo koperassi apa bisa pakai pirt ato hrs bpom ? soalx kita masih kecil”an. n batasan antara pirt sama bpom itu gmn ?

      bakingnfood responded:
      November 2, 2011 at 3:50 pm

      Batasannya adalah modal pak. Untuk koperasi, disesuaikan saja. Untuk modal di bawah 50 juta ijin yang keluar P-IRT, ini masuk kategori home industri.
      Sedangkan yang modalnya di atas 50 juta ijin yang keluar MD (Bapak tulis BPOM), kategori industri.

    indra ferdinand said:
    October 6, 2011 at 8:10 pm

    Untuk mendapatkan P-IRT dalam aturannya seperti itu, tetapi kenyataannya proses dari pendaftaran ke sertifikat sangat panjang. dari September sampai juli tahun depannya. apakah hal itu tidak menyalahi aturan. bagaimana solusinya untuk masyarakat kecil seperti saya yang tidak bisa kasih amplop tebal ke setiap petugas di dinas kesehatan?

    umna said:
    October 2, 2011 at 7:35 pm

    kalo boleh tahu,biaya untuk ijin usaha home industri berapa yang ke dinas kesehatan,dan ke majlis ulama indonesia ya??…

    anna moulyne said:
    September 27, 2011 at 9:04 am

    klo prodak herbal apakah cara mengurusnya sama?alamat dinkes tangsel dimana ya?biayanya berapa?terima kasih

    desyana said:
    September 13, 2011 at 7:06 am

    saya mau menjalankan usaha reseller makanan kecil(keripik pisang dan sale pisang ) yang produknya mengambil dari produsen di daerah.
    apakah saya bisa mendapatkan ijin usaha pangan industri rumah tanga ?
    mohon bantuannya, dan untuk mereply di email : ningdesyana@gmail.com.
    atas bantuannya terima kasih.

      bakingnfood responded:
      September 13, 2011 at 10:33 am

      Bu Ning.. sepengetahuan saya, ijin PIRT itu untuk produsen langsung.

    danang said:
    August 27, 2011 at 1:53 pm

    yuliartodanang@gmail.com kami hari ini sudah dapat setifikat dari dinas kesehatan. ada 2 sertifikat 1. untuk pemilik usaha 2. untuk sertifikasi produk. pemeriksaan dari dinas kesehatan ke rumah kami tgl 5 Agustus 2011 dan hari ini tgl 27 Agustus 2011 sudah kami terima sertifikat tersebut. terima kasih Depperindagkop dan Dinkes atas kejasamanya.

    Agatha Christi Paska Cahyani said:
    August 17, 2011 at 7:26 pm

    Terima kasih infonya… Saya baru baca.. Saya boLeh minta e-maiL pemberi info yang besangkutan ? Supaya saya bisa lebih leluasa untuk bertanya Lebih Lanjut… Thanks before.. ^_^

    danang said:
    August 7, 2011 at 7:09 pm

    mending ijin pirt nya dengan kerja sama dengan DEPERINDAGKOP setempat. ada kemudahan lhoh tq

    Haryadi said:
    July 21, 2011 at 1:29 am

    Selamat pagi.
    Saya mau tanya mengenai izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari MUI.
    Saat ini saya ingin membuat perusahaan dikota saya ( Bekasi ) tetapi memakai produk yang sudah memiliki Izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari Dinkes dan MUI ditempat produk tsb dihasilkan ( Bogor ).
    Apakah saya perlu mendaftarkan kembali produk tsb di kota saya ?
    Terimakasih
    Haryadi

      bakingnfood responded:
      July 21, 2011 at 8:35 am

      Pagi Pak Haryadi,
      Setau saya Bapak harus tetap mendaftarkan kembali ya. Untuk P-IRT saya tidak begitu paham, tapi untuk Sertifikat Halalnya, produk yang diproduksi di lokasi yang berbeda tetap harus didaftarkan.

    muhammad said:
    June 20, 2011 at 1:28 pm

    🙂
    link yang di share di atas ga bisa dibuka..

      bakingnfood responded:
      June 21, 2011 at 4:28 am

      Link yang mana Pak? Yang viviliong atau imedpreneur? Gak masalah tuh..

    bundanya hana said:
    May 27, 2011 at 12:36 pm

    punya info, produsen makaroni goreng mentah yang udah punya sertifikat halal ga???saya lagi butuh makaroni goreng mentah, tapi saya mau yang sudah bersertifikat halal.

      bakingnfood responded:
      May 27, 2011 at 2:26 pm

      Maaf Bundanya Hana, saya tidak tahu. Mungkin nanti pembaca lain ada yang bisa membantu.
      Untuk makaroni umumnya diproduksi skala industri rumahan menengah n masih jarang yang mau mengajukan sertifikasi.

    Chusairi said:
    May 11, 2011 at 6:23 am

    untuk mengurus PIRT apa hrs ada persyaratan sertipikat penyuluhan?

      bakingnfood responded:
      May 11, 2011 at 9:28 pm

      Biasanya itu sudah satu paket di Depkes kok Pak. Kita wajib ikut penyuluhannya juga.

    gunawan said:
    March 28, 2011 at 9:38 am

    Pagi Mbak vivi, info sangat membantu sekali untuk saya dalam mendapatkan info mengenai pengurusan PIRT, yang ingin saya tanyakan bagaimana mengenai pengurusan PIRT untuk produk maklon di lain pabrik rencana saya akan maklon produk minuman cup rasa di daerah jawa timur sedangkan saya sudah punya ijin PIRT nya di pabrik daerah bogor , mohon penjelasannya mengenai mekanisme perijinan PIRT untuk rencana produk maklon di daerah jatim yang akan saya lakukan ? thanks

      bakingnfood responded:
      March 29, 2011 at 7:31 pm

      Bukan Mbak Vivi Pak, tapi mau bantu jawab..:)
      Setau saya kalau maklon di lain lokasi ya mengajukan ijin lagi, karena yang ditinjau nantinya adalah proses produksinya. Saya gak paham mungkin saja tetap 1 nomor IRT tapi pada dasarnya tetap harus mengajukan ijinnya.

    ck said:
    February 22, 2011 at 3:50 pm

    mohon saran untuk usaha home industri kecantikan bagaimana prosedurnya…? terima kasih

      bakingnfood responded:
      February 22, 2011 at 8:21 pm

      Waah…maaf kalau home industri kecantikan saya belum tau Mbak….Mohon maaf tidak membantu.

    Arie said:
    February 15, 2011 at 1:07 am

    Kalo ngurus ke Dinkes dan MUI ada dikenai biaya berapa ? Terima kasih atas infonya

    aldi said:
    January 30, 2011 at 5:32 am

    terima kasih gan atas infonya ane mo merintis usaha keripik buah di jakarta nih!

      bakingnfood responded:
      January 31, 2011 at 5:11 am

      Sama-sama Pak Aldi, semoga sukses…..

    Arvel said:
    January 4, 2011 at 8:52 am

    Terima kasih infonya gan…
    ijin sedikit mengutip ya untuk tips di blog kami..di cantumin sumbernya dalam artikel ko..
    kunjungin blog kami ya, mungkin banyak info yang bisa di share..

    Ade Sri said:
    December 7, 2010 at 4:13 pm

    kunjungan balik dari calon anggota nih….informasinya berguna banget. Some day ya…some day i will need this🙂

      bakingnfood responded:
      December 7, 2010 at 9:56 pm

      Thanks atas kunjungan baliknya. Semoga segera perlu info ini ya…:? Amin.

    bakingnfood responded:
    November 23, 2010 at 8:39 am

    Bisa dibaca sharing dari Coklat Mentari di: http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/
    Semoga membantu..:)

    Benehal said:
    November 22, 2010 at 11:10 am

    ada informasi brp biaya yg dibutuhkan ya, boss..sampe sertifikasi keluar ? TQ b4

    ashar said:
    November 12, 2010 at 7:54 pm

    thanks, ini baru blog bermanfaat, terus update ya, mohon izin sedot/copas.

    YANI said:
    November 12, 2010 at 7:42 am

    thanx ya mbak untuk infonya.sangat membantu sekali.

      bakingnfood responded:
      November 12, 2010 at 8:36 am

      Sama2…:)

    dewi said:
    November 9, 2010 at 10:42 am

    Kalau untuk usaha peternakan (susu kambing) dan ingin membuat PIRT apakah prosedurnya sama? Terimakasih

      bakingnfood responded:
      November 9, 2010 at 11:10 am

      Kalau yang mau didaftarkan adalah produk susu kambing-nya, prosedurnya sama Mbak.

    pipit said:
    October 29, 2010 at 3:24 pm

    wah, infonya bermanfaat banget mba.. boleh aku share juga ya?

      bakingnfood responded:
      October 29, 2010 at 3:35 pm

      Silahkan.. aku juga dapat dari Mbak VL ..:)

    dito said:
    October 27, 2010 at 9:51 pm

    apakah ada ukuran untuk kita membuat surat izin usaha dan berapa besar kah jumlah keuntungan yang diperoleh yang wajib kita harus mendaftarkan produk kita.

      bakingnfood responded:
      October 28, 2010 at 7:43 am

      Ukuran pastinya/skala usaha bisa langsung ditanyakan ke Dinkes. Tentang keuntungan, tentunya produk kita punya nilai jual lebih bagi konsumen.

    eka said:
    September 1, 2010 at 3:00 pm

    hatur nuhun….kamsia..thanks..trima kasih!!!!

    meity said:
    August 29, 2010 at 5:35 pm

    makasih ya atas infonya,mudah2an dgn adnya ifrmsi ini akan lebih memudahkan saya untuk mengurus segala sesuatunya untk usaha yg baru akan saya rintis.

    budy marciano said:
    August 25, 2010 at 4:56 am

    alamat dinkes untuk jakarta timur? biaya pembuatan PIRT?biaya sertf halal? tks

    Djohan said:
    August 10, 2010 at 1:11 pm

    Oh ya sekalian tanya berapa biaya pembuatan PIRT (resmi), thanks

      bakingnfood responded:
      August 10, 2010 at 1:32 pm

      Mohon maaf Pak Johan, saya belum tahu, tapi bisa ditanyakan ke Dinkes setempat. Termasuk Surat Keterangan dari Puskesmas seperti pertanyaan Bapak sebelumnya.

    Djohan said:
    August 10, 2010 at 12:36 pm

    Hi Vivi, thanks utk infonya. Sangat bermanfaat. Saya jg lagi berencana mau urus PIRT. Jika boleh minta info tambahan lagi, saya perlu tahu utk Surat keterangan Puskesmas atau Dokter, dalam hal pengurusan PIRT itu diperlukan surat keterangan apa ya? Apkh yg berhubungan dgn sanitasi tempat kerja atau sanitasi pekerja atau?
    Thanks utk bantuannya,
    Rgds

    neny said:
    July 30, 2010 at 9:35 am

    Seperti inilah keterangan yg saya cari, singkat jelas padat….cuman kalo mau buka usaha home industri unt kecantikan gmn prosedurnya…? thaxs infonya

      bakingnfood responded:
      July 30, 2010 at 2:29 pm

      Mohon maaf untuk home industri kecantikan saya kurang tau Bu.

    Eko said:
    July 19, 2010 at 5:14 pm

    Terimakasih atas infonya, sangat membantu.

      bakingnfood responded:
      July 20, 2010 at 7:55 am

      Sama-sama Pak…:) Senang kalau bermanfaat.

        nand1983 said:
        May 7, 2013 at 5:35 pm

        Saat di cek rumah usahanya, apakah ada biaya transport untuk ceker yg harus kita bayarkan?

        bakingnfood responded:
        May 15, 2013 at 9:08 am

        Setahu saya sudah termasuk di dalam pembayaran. Iya, transport kita yang menanggung.

      iwan said:
      November 6, 2012 at 2:27 pm

      Kalau saya tdk produksi makanan sendiri, tp hanya mengemasi produl tsb apa saya jg harus membuay iji PIRT ? Tlg infomasinya. Thx

        bakingnfood responded:
        November 7, 2012 at 8:22 am

        Kalau mau dibuatkan ijin PIRT nya maka si produsen juga sudah harus ada no PIRT nya Pak.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s