Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).

Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter
5. Denah lokasi dan denah bangunan

Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.

Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.

Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kita bisa datang langsung ke Kantor MUI di kota kita/terdekat. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Fotokopi izin usaha

Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi tidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya kita tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usaha makanan rumahan kita.

Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota kita akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah di lapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal kita.

Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapat hambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, bisa langsung datang ke kantor DinKes.
Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan kita lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal dalam kemasan. Sekarang kita siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan kita.

Sharing dari Vivi Liong , thanks to her.

Advertisements

283 Comments Add yours

  1. Agnes Lisiya Ismaya says:

    Assalamualaikum..
    mbak saya mau tanya.. kalau sudah mendaftarkan surat ijin MD ke bpom apakah kita harus mendaftarkan ijin p-irt lagi?

    1. Amalia says:

      Waalaikum salaam
      Setahu saya untuk daftar MD ke BPOM juga diperlukan ijin usaha industri kalau kelas pabrikan. Kemungkinan industri rumahan tetap pakai ijin

  2. Budi says:

    Selamat malam, bu maaf mau tanya… saya kan mulai usaha kecil2an bikin produk minuman thai tea dalam bentuk kemasan botol,, nah kebetulan belum didaftarkan… apakah perlu di daftarkan izinnya?? Dan untuk label halalnya sendiri gimana ya ?? Bahan thai teanya sendiri sudah ada label halal,…. terima kasih..

    1. Amalia says:

      Pak Budi, untuk lebih memberi jaminan ke konsumen memang harus didaftarkan.
      Untuk label halal, meskipun bahan thai tea sudah ada label halal, namun Bapak kan meracik untuk membuat minuman dan mengemasnya? Jadi ada proses lanjutan dan tetap harus didaftarkan sertifikasi halal kalau Bapak emnginginkan ada logo halal di produk thai tea Bapak.
      Semoga membantu.

  3. Anton says:

    Permisi Mbak Amalia, mohon maaf mau tanya, jika kue saya memakai Pengawet kue dengan batas yang sudah ditentukan oleh BPOM, apakah boleh Kue Berpengawet mendapatkan PIRT? Atau harus BPOM?

    Terimakasih atas perhatiannya.

    1. Amalia says:

      Boleh Pak Anton, asalkan memang terdaftar dan sesuai serta kalau Bapak ada label juga dituliskan di label/kemasan kue sebagai salah satu bahan. BPOM akan memeriksa kesesuaian dan prosedur yang Bapak miliki untuk memastikan pemakaian tidak melebihi dosis.

  4. reva says:

    assalamualikum bu saya ingin tanya
    seandainya saya ingin ikut penyuluhan tanpa mnendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan krn saya ingin ilmunya dulu bisa tidak ya bu

    1. Amalia says:

      Waalaikum salaam
      Mohon maaf saya kurang tau. Tapi kalau diadakan oleh komunitas atau kumpulan UKM misal di RT/RW/kelurahan biasanya bisa mbak Reva.

  5. Sugiarto says:

    Assalamu’alaikum..
    Saya mau nanya gmn k’lo saya mau ngurus P-IRT tapi KTP saya Bekasi sedangkan saya tinggal di kab.bogor..Bisa ga ya..?? Terima kasih sebelumnya

    1. Amalia says:

      Waalaikumsalaam PakSugiarto. Sepertinya perlu keterangan domisili dari RT RW kelurahan setempat Pak. Tapi mohon ditanyakan ulang ke Dinkes terkait.

  6. entin says:

    halo saya mau tanya untuk membuat PIRT itu harus ada PT atau tidak ? saya rencana untuk membuat usaha rumahan seperti sambal apa langsung saja saya ke Dinkes?

    1. Amalia says:

      Mbak Entin,PIRT memang berbeda dengan PT kok. Silakan mbak langsung ke Dinkes 🙂

      1. haqi says:

        assalamalaikum
        bu saya usaha repcking dari prodack yg sdah ada pirtnya
        apakah di perbolehkan untuk memakai no pirt yg sudah ada

      2. Amalia says:

        Waalaikum salaam
        Setau saya tidak diperbolehkan apalagi kalau berbeda tempat produksi. Tapi untuk jelasnya silahkan ditanyakan langsung ke dinas terkait ya.

  7. Gunawan says:

    Bu, Saya mau nanya, apakah memungkinkan 2 merk dalam 1 sertifikat Pirt atau bpom di mana 2 merk itu di milik oleh 2 pt yg berbeda dan salah satu pt pemilik merk menyerahkan surat kuasa pengurusan pencantuman merk di sertifikat Pirt atau bpom itu? contoh, PT. A dengan Merk A dan PT. B (Supermarket) dengan Merk B. PT. A di beri kuasa oleh PT. B untuk mengurus sertifikasi Pirt/ BPOM karena productnya di produksi di lokasi pabrik yg sama. Mohon pencerahannya. Terima Kasih.

    1. Amalia says:

      2 merk bisa dimiliki 2 PT berbeda asalkan PT yang punya merk membuat surat pelimpahan merk kepada PT yang dimaksud.
      PIRT memang berdasarkan lokasi produksi/pabrik.
      Tapi saya belum begitu paham, ini yang dimaksud apakah semacam maklon?

  8. ayah quinsha says:

    kalo boleh tau biaya untuk mengajukan ijin ini kisaran berapa ya bu?

    1. Amalia says:

      Mohon maaf sekali, saya sudah tidak update lagi dengan infonya. Bapak bisa ke Dinkes setempat. Tiap jenis industri bisa saja berlainan.

  9. mbak telpon aku 085736568641 aku pingin di usahakan p i r t

    1. Amalia says:

      Pak Agus, mohon maaf saya tidak bisa membantu. Bapak datang saja ke dinkes setempat. Menurut pengalaman teman2 UKM, cukup mudah kok.

  10. citra says:

    halo sist amalia, sy mau tanya, sy repacking selai cokelat yg sudah ada BPOM & MUI, ada bermacam2 variasi rasa dari produsen utamanya. (contoh, cokelat putih, cokelat greentea, cokelat strowberry) apakah bisa saya daftarkan PIRT untuk bahan utama cokelat? dan apakah harus membuat masing masing PIRT atau cukup satu saja? karena bahan utamanya cokelat. terimakasih

    1. Amalia says:

      Mbak Citra, sependek pengetahuan saya, cukup 1 saja. Bisa cross check langsung saat pendaftaran nanti ya.

  11. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya kebetulan ada usaha sampingan warung bakso dirumah dan pentol bakso frozen, apakah bisa dibuatkan PIRT dan Halal.
    Sementara ini saya membeli bahan baku daging di pasar tradisional dan giling dagingnya juga dipasar tersebut. namun untuk pembuatan bakso dan lain-lainnya dilakukan dirumah. mohon petunjuk. terima kasih

    1. Amalia says:

      Bisa Pak, silahkan datang langsung ke Dinkes setempat untuk PIRT dan LPPOM MUI untuk Halalnya.
      Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan tempat produksi dan bahan-bahan yang jelas untuk pangan.
      Untuk Sertifikasi halal, Bapak perlu memastikan bahwa daging yang dibeli insya Allah halal. Bisa ditelusuri RPH nya mengikuti prosedur halal dan sebaiknya tidak berganti-ganti.

  12. juli nelvia says:

    maaf mba saya mau nanya dong saya kan lagi mau ngurus bpom nya obat herbal bos saya itukan mesti ada surat ijin usaha industri yah mba tpi posisinya herbal saya ini masih usaha rumahan mba…Itu mesti gimana yah Mbak???

    1. Amalia says:

      Mbak Juli, meski usaha rumahan, tapi kalau namanya obat herbal, musti ke BPOM. Surat ijin usaha industri juga berlaku.

  13. abdul rochim says:

    Saya baru memulai buat usaha teh daun tin.
    Seumpama untuk sementara tidak buat pirt. Apa ada sanksi hukum untuk kedepannya.

    1. Amalia says:

      Pak Abdul, spengetahuan saya tidak/belum ada sangsi. Hanya saja dari sisi pemasaran, akan mudah untuk memasarkan produk yang berPIRT.

  14. Fifi says:

    Assalamualaikum..jadi gini mba saya punya usaha dikampus sama teman2 jenisnya yaitu repacking produk yang sudah ada tapi kami kasih sedikit modifikasi pada produknya…saya sdah masukkan ke lab hasilnya negatif semua..nah pas kunjungan rumah produksinya usaha kami ditolak karna katanya produknya harus dibuat dari awal dengan kata lain tidak boleh repacking…padahal jelas2 waktu ikut penyuluhan pematerinya bilang klo mau repacking bisa dapat izin…gimana solusinya mba? Soalnya dari pihak dinkesnya tidak mau terima klo di repacking saya dan teman2 jadi bingung..terima kasih sebelumnya mba

    1. Amalia says:

      Waalaikum salam mbak Fifi.
      Memang repacking bisadapat PIRT.
      Kemungkinan karena mbak Fifi dkk melakukan modifikasi meskipun sedikit pada produknya, jadi sudah tidak bisa dimasukkan dalam kategori repacking.
      Semoga membantu.

  15. William says:

    Bu saya mau tanya… Saya kan jualan teh daun jati cina, hanya belum berlabel dan belum memiliki ijin, daun nya saya dapatkan dari supplier, sy hanya sebagai reseller… Perijinannya bagaimana ya? Saya hanya repacking saja bu

    1. Amalia says:

      Pak William, sepertinya bisa Pak, silahkan hubungi langsung Dinkes setempat.

  16. Ari says:

    Maaf mbak saya mau usaha kopi bungkusan produk saya sendiri.. saya mau tanya nanti di minta biaya tidak waktu survei ketempat .. nanti diminta biaya besar sedangkan saya baru mau mulai usaha kecil dirumah

    1. Amalia says:

      Bu Ari, untuk soal biaya saya tidak up date. Mohon maaf, silakan langsung ditanyakan saat pendaftaran.

  17. wisnu fajr says:

    Mohon maaf sy ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
    1. Sy ingin repacking dan rebranding produk makanan (abon sapi), apakah hal tsb dibenarkan dlm hukum? Ada aturan larangannya tidak ya?
    2. Dalam label yg saya buat apakah hrs mendaftar kan lagi di BPOM, MUI, dan P-IRT sebelum memasarkannya? Ada tidak aturan yg mengatur hal tsb?
    3. Bagaimana jika label dgn merek saya menjiplak nomor ijin BPOM,MUI, P-IRT produk sebelumnya?
    Terimakasih atas bantuannya, pahala menyertai anda

    1. Amalia says:

      1. Ada aturannya Pak.
      2. Iya harus. BPOM dan Halal mengacu pada nama produk dan lokasi produksi
      3. Setahu saya tidak bisa Pak.

  18. Ari Surya says:

    haloo salam kenal….
    ada orang lain yang jualan kripik. saya membelinya lalu saya jual ke tempat lain dan sampai saat ini penjualan kripik lumayan bagus. saya ingin mendaftarkan ke bpom. namun, di bpom ada syarat izin usaha tempat produksi. apakah bisa saya mengajukan produk ke bpom tanpa syarat tersebut karena saya istilahnya sebagai reseller ? karena produk tersebut belum ber label maka saya melabeli sendiri produk tersebut dan saya akan mengesahkan sendiri produk tersebut.

    1. Amalia says:

      Salam kenal Pak Ari Surya.
      Reseller? Mungkin tepatnya repacking ya Pak. Jadi produsen nya harus punya ijin usaha, nanti Bapak melapirkan copy nya.

  19. casnawati says:

    Assalamualaikum. Maaf mau tanya. Berarti sebelum kita memasarkan produk kita harus kita urus dulu PIRT sama sertifikat halal ya. Saya ingin memulai usaha makanan ringan (kripik). Lokasi si rumah. Apakah bisa?,mohon jawabnnya

    1. Amy says:

      Waalaikum salaam. Sebaiknya memang begitu.
      Bisa

      1. ririt wahyu says:

        Asalammualaikum…….maaf mau tanya, saya mau buka usaha bumbu gongsoan/ bumbu masak yg sudah di goreng….saya menambah kan bahan pengawet makanan dalam produk saya, apakah saya membutuhkan ijin pirt untuk produk saya..? Terimakasih

      2. Amalia says:

        Waalaikum salaam mbak Ririt. Iya mbak, sebaiknya mbak mendaftarkan usaha mbak. Untuk pengawet, gunakan yang khusus makanan dan dosis tidak melebihi batas yang diperbolehkan oleh BPOM.

  20. happydesi31 says:

    Assalamualaikum
    Saya mau tanya, saya baru mau mulai bisnis sambel kemasan.. apakah bisa urus PIRT? Yg disurvey nanti apa saja? Dan apakah bisa perorangan ? Makasiih

    1. Amy says:

      Bisa. Yang disurvey lokasi usaha dan proses produksi. Tapi persyaratan dokumentasi juga musti dipenuhi. Langsung konsultasi dengan Dinkes saja mbak.

  21. Benjamin Prayogo says:

    Bagaimana kalau mau pakai Jasa P Eko utk urusan ijin makanan, mohon no telp nya. Trima kasih

  22. dewi says:

    Assalamualaikum, saya baru mau memulai bisnis rumahan membuat keripik, apakah bisa mendapatkan ijin PIRT jika tempat usaha/ produksinya adalah di rumah tinggal, dan apakah ada syarat khusus luas bangunan? terima kasih

    1. Amy says:

      Waalaikum salaam mbak Dewi. Sepanjang pengetahuan saya, bisa mbak. Untuk syarat khusus laus bangunan mohon ditanyakan langsung ke Dinkes.

  23. sofi nasution says:

    Assalamualaikum, maaf mau tanya , kalo mau usaha rumahan , produk susu fermentasi, apa saja syarat dan izin yg di perlukan, mengingat ini usaha home made, terima kasih

    1. Amy says:

      Waalaikum salaam.. Meskipun home made, tapi produk mbak Sofi yaitu susu fermentasi termasuk tidak bisa hanya via PIRT saja daftarnya. Jadi musti ke Badan POM, dikeluarkan merk dagang.
      Saya pernah ulas di sini
      https://bakingnfood.wordpress.com/2011/10/15/prosedur-pendaftaran-makanan-minuman-badan-pom/
      Untuk update nya, mbak bisa cari via google.

      1. Hadi says:

        Ijin Badan POM bukannya tidak bisa untuk skala rumah tangga?

      2. Amalia says:

        Pak hadi, usaha rumahan yang berkaitan dengan produk daging dan susu masuknya ke ijin Badan POM.

  24. Devid Hidayat says:

    Selamat Siang… permisi saya mau tanya istri saya kan udah jualan nugget kurang lebihnya 1 bulan, tapi baru dijual hanya sekitar tetangga rumah saja… saya ingin sekali produk makanan tsb mau saya sahkan dengan sertifikat PIRT dan Logo Halal….. itu apakah bisa dengan usaha perorangan….??? terimakasih (ditunggu jawabannya secepatnya)

    1. Amy says:

      siang Pak Devid, untuk pangan yang diproduksi dari daging, ikan, unggas dan hasil olahannya tidak bisa lewat PIRT ijinnya namun harus ke BPPOM, no MD. Kalau untuk sertifikasinya bisa saja diajukan halalnya, namun untuk mencantumkan di kemasan juga nanti perlu ijin ke BPPOM.
      Aturan lengkapnya: Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK.00.05.5.1640 tentang PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN SERTIVIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA, pada point III ayat 2. bahwa Permohonan Ijin P-IRT tidak dapat dipenuhi apabila pangan yang diproduksi berupa daging, Ikan, Unggas dan Hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku.

      Semoga membantu.

  25. lde eko says:

    Terima kasih… Untuk urusan perizinan dengan mudah cepat dan nyaman kami LEGAL DOKUMENT EXPERT bisa membantu anda dalam berbagai macam perizinan, seperti:
    1. Urus KITAS, KITAP, NATURALISASI (WNA ke WNI)
    2. Urus Pendirian PT (PERSEROAN TERBATAS)
    3. Urus Pendirian PT.PMA ( Warga Asing ingin mendirikan Perusahaan di Indonesia)
    4. Urus API – U PMA / PMDN (UMUM)
    5. Urus API – U PMA /PMDN (PRODUSEN)
    6. Urus NPIK (Nomor Pengenal Importir Khusus)
    7. Urus NIK (Nomor Induk Kepabeanan)
    8. Urus Ijin BPOM (Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan)
    9. Urus Ijin SNI (Standart Nasional Indonesia)
    10. Urus HALAL SERTIFIKAT
    11. Urus Pendirian YAYASAN /SEKOLAH / KURSUS
    12. Urus IP LIMBAH NON B3
    13. Urus SIUP MB (Siup Minuman Beralkhohol)
    14. Urus Pendirian CV
    15. Urus Pendirian UD (Usaha Dagang)
    16. Urus ijin Industri ( TDI /IUI)
    17. Urus Ijin Prinsip dan perubahan
    18. Urus Rekomendasi Departemen Perindustrian
    19. Urus SIUK BPW (Biro Perjalanan Wisata) / Travel
    20. Urus UUG / HO(Ijin Gangguan)
    21. Urus IUT (Ijin Usaha tetap PMA/ PMDN)
    22. Urus SKPLBI Barang / Label Produk Importir)
    23. Urus Merk Dagang
    24. Urus SIUJK (Surat Ijin jasa Kontruksi)
    25. UKL / UPL –SPPL – AMDAL
    26. Urus Materlist (Bebas Pajak Mesin Importir)
    27. Urus Ijin ISO 9001
    28. Urus Ijin SIUJS (Surat Ijin Jasa Surveyor)
    29. Urus Pernikahan WNA dan WNI
    30. Urus Pernikahan di Luar Negeri (Beda Agama) Dan masih banyak lagi perijinan lainnya untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami: 082233224330 atau 031-99019835 legaldocumentexpert@gmail.com Trimakasih

  26. ika says:

    KALO SAYA MENGEMAS GULA YG SUDAH JADI APA HARUS IJIN P-IRT

    1. Amy says:

      Kalau mbak Ika memang mau mendapatkan ijin PIRT nya agar nilai jualnya bagus, bisa diajukan mbak.

    2. Enda says:

      Jika butuh kemasan info 081299229143 bergerak bidang kemasan

  27. Amy says:

    Siang mbak Devi. Langsung saja mbak ke kecamatan, tentunya sudah ada surat dari RT, RW dan kelurahan biar gampang.

  28. Devi says:

    Siang mba ami,

    saya mau tanya untuk mendapat ijin Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat cara nya bagai mana ya mba?

    Terima kasih

  29. yuspriadi says:

    permisi..ada bbrp yang mau saya tanyakan
    1. saya ini baru mau buka usaha sambel rumahan tp dlm bentuk kemasan,dan saya baru mau urus perijinannya..untuk perijinannya apakah bisa perorangan atau berbadan hukum?
    2. yang dimaksud surat keterangan dari puskesmas/dokter itu seperti apa? apakah keterangan sehat utk sy atau produk sy? Terima kasih atas penjelasannya

    1. Amy says:

      1. Setau saya bisa perorangan
      2. Untuk Bapak sebagai pemiliknya. Kan idealnya orang yang bersentuhan dengan produksi pangan memang harus sehat dan tidak berpenyakit menular

  30. Kayyisha says:

    Usaha sy repacking produk org yg sdh ada pirt dg sertfikasi halal. Apakah sy bs langsung pakai yg sdh ada tsb atau perlu bikin sendiri pirt dg halal MUI.
    Trm ksh

    1. Amy says:

      Mbak Kayyisha..tidak bisa langsung pakai logo halal MUI nya. Tapi perlu PIRT lalu ajukan permohonan sertifikasi halal ke LPPOM MUI. Akan lebih mudah kok.

      1. galuh citra says:

        Usaha saya pengemasan makann dari orang yang sudah ada,tapi produk nyabelum ada PIRT nya.kalau saya yang mengajukan ijin nya bisa atau tidak

      2. Amy says:

        Sepertinya bisa mbak Galuh. Coba langsung ke DinKes

  31. hansen says:

    untuk minuman dr herbal kira2 yang dibutuhkan apa saja?

    1. Amy says:

      Sama saja kok Pak Hansen persyaratannya.

  32. irwan adhiwibowo says:

    dapatkah mengurus pirt dengan merk sama tapi logo berbeda? TX

    1. Amy says:

      Maaf Pak Irwan, saya belum tau. Bisa langsung ditanyakan ke Dinkes setempat?

  33. Heriyanto W. says:

    Mohon info :
    Pengurusan PIRT utk KTP luar daerah Surabaya, tetapi usahanya di SBY;
    – Apakah bisa pakai KTP yg bukan Sby tersebut sedangkan usahanya di Sby ??
    – Utk Ket.Domisili tersebut apakah yg dmksud Domisili asal KTP ato Domisili Usaha (SBY) ?

    Thx u atas Perhatiannya..

    1. Amy says:

      Sepertinya KTP Domisili usaha Pak Heriyanto.

    2. Amy says:

      Sepertinya KTP Domisili usaha Pak Heriyanto.

  34. lery dian says:

    apabila kita mendapat suatu produk yg tertulis PIRT nya, apakah bisa ditelusuri bahwa pirt tsb asli / resmi? bukan abal2 ? bagaimana caranya mba?

    1. Amy says:

      Mbak lery Dian, untuk PIRT, cara mengeceknya belum bisa dilakukan secara online. Silakan datang ke Dinkes setempat menanyakan.

  35. latiifa says:

    mlm kaka
    sya latiifa baru mau merintis usaha rumahan tapi masi KECIL2.an, sya di lokasi kontrak Petakan,usaha blum jalan tpi baru dirintis apakah bisa ingin urus no IRT dan logo HALAL ?

    1. Amy says:

      Bisa mbak Latifa. Coba saja datang ke Dinkes setempat. Mungkin perlu keterangan domisili dari RT,RW, kelurahan hingga kecamatan.

    2. istichomah says:

      saya isti, untuk pengurusan ini memerlurak biaya berapa ya ?

      1. Amy says:

        Lain industri bisa berlainan pula biayanya Mbak Istichomah kalau untuk sertifikasi halal.

      2. Amy says:

        Lain industri bisa berlainan pula biayanya Mbak Istichomah kalau untuk sertifikasi halal.

  36. untuk telur asin yan gdijual bijian atau pack bisa di urus di dinkes g???? tolong infonya,, makasih.

    1. Amy says:

      Setau saya bisa mbak Annie.

  37. nanyananya says:

    Mbak, berapa kira kira estimasi biaya mengurus PIRT ini?
    Walaupun tiap daerah berbeda beda, setidaknya saya punya patokan harga..
    Lokasi saya di jakarta

    1. Amy says:

      Mbak Nanya… kebetulan saya di Gresik dan teman2 banyak yang baru mengurus. Biaya PIRT hanya Rp 100.000

  38. khoirul says:

    bagaimana sy mengetahui alamat dengan no p-irt??

    1. suhendra says:

      jika yang membutuhkan pembuatan packaging/kemasan bisa hubungi saya hendra indoprima printing lokasi di tangerang hub 02193772942/081299229143

  39. Eddy says:

    Pak, saya sudah mempunyai sertifikat penyuluhan (SP) perlukah diganti menjadi PIRT? Soalnya dulu hanya ada SP untuk industri kecil PIRT belum ada

    1. Amy says:

      Saya belum update soal itu Pak Eddy, mohon maaf. Tapi akan lebih baik Bapak tanyakan langsung ke Dinkes.

    2. suhendra says:

      To All
      saya hendra marketing indoprima printing packaging,jika ada yang mau mebuat kemasan packaging plastik,inner box dan karton box bisa hubungi saya di
      081299229143
      02193772942
      lokasi di tangerang

  40. Fahmy says:

    Halo kaka, saya fahmy.
    Rencana saya sudah matang ingin membuat produk makanan cemilan.
    Rencana pemasaran saya baik lewat online atau real.
    Tapi sebelum memulai saya belum menguasai perizinan dan lain sbagainya.
    Pertanyaan pertama saya, apakah saya harus memiliki hak paten untuk nama produk saya? Jika iya, bagaimana cara menempuhnya? Kedua, karna perizinan dinkes dan mui sudah dijelaskan, maka saya sudah cukup paham dan terimakasih banyak atas pengetahuannya. Ketiga, apakah ada tambahan2 lain dari yg lebih berpengalaman sebelum produk ini siap dipasarkan yg lebih dulu diurus? Terimakasih banyak kaka. Mohon untuk arahannya hehe

    1. Amy says:

      Untuk pendaftaran merk ke Ditjen HAKI sekarang sudah mulai kok kerja sama dengan Dinkes untuk UMKM.
      Mas Fahmy bisa cari referensinya di web Ditjen HAKI, via google.
      Semoga sukses usahanya

    2. syahrozie says:

      Untuk jenis produk tidak bisa di paten kan, terkecuali produk jenis cemilan baru (temuan baru), dan apabila mau mematenkan paling di Merek nya. daftar ke HAKI , untuk lebih jelas klik linknya http://www.dgip.go.id/

      1. Amy says:

        Terima kasih infonya Pak Syahrozie.

  41. Qud says:

    Ass. wr. wb,
    Bu,sy mau tanya kalo usaha pembuatan sosis berbasis daging sapi……….. apakah diperlukan ijin PIRT nya.
    terima kasih sebelumnya.

    Wass.,
    Qud

    1. Amy says:

      Waalaikum salaam wr.wb
      Oh iya Pak..kan untuk bisnis lebih dipercaya, juga bisa disertifikasi halal

    2. syahrozie says:

      Waalaikumussalam.
      Ada peraturan baru dari bpom, ada beberapa kategori pangan yang tidak bisa di urus izin pirt tp harus MD. katpang itu di antaranya:
      1. Susu dan hasil olahannya
      2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau 3. penyimpanan beku
      4. Pangan kaleng
      5. Pangan bayi
      6. Minuman beralkohol
      7. Air minum dalam kemasan (AMDK)
      8. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI
      9. Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM

      1. Amy says:

        Terima kasih infonya Pak Syahrozie

  42. yohanes says:

    saya mau tanya, saya repacking produk orang lain dan saya sudah mempunyai no pirt sendiri dan apakah bisa saya membuat sertifikat hahal juga? trims

    1. Amy says:

      Bisa Pak Yohanes. Silakan ditanyakan ke LPPOM MUI terdekat

  43. hepi says:

    untuk ramuan herbal apakah ijin PIRT ato perlu BPOM? sy baru mau memulai dgn skala kecil2an. Sy tinggal di kab. bogor bisakah mengurus PIRT di dinkes jakarta?

    1. Amy says:

      Untuk ramuan herbal sepertinya BPOM mbak Hepi. Tentang wilayah mohon maaf saya tidak paham. Bisa ditanyakan langsung ke Dinkes

  44. vina says:

    assalamualaikum wr.wb
    ka saya kan baru mau buat produk donat yang niat nya saya mau jual di supermarket,saya sudah jelaskan kalo produk saya bukan produk yang besar hanya produk kecil kecilan karena saya sendirian yang membuat nya,tapi saya di haruskan membuat nomor izin(mungkin maksudnya PIRT) karena kalau di supermarket kan ada sidak dari dinkes,apakah saya yang masih 17 taun dan usaha kecil kecilan ini bisa membuat PIRT dan apakah menurut kaka langkah saya benar untuk memasukan produk donat ke supermarket dan membuat PIRT sendiri,
    terimakasih,wassalam

    1. Amy says:

      Waalaikum salaam..
      Salut sekali dengan Vina. Kalau Vina serius mengapa tidak dicoba?
      Atau kalau menurut Vina dirasa terlalu kecil, Vina bisa mulai dengan promosi online saja. Jualan via sosial media. Dibuat hanya berdasarkan PO misalnya. Jadi selalu fresh. Nanti lama2 terkenal, Vina bisa tuh serius mengembangkannya.
      Kalau makin besar, bisa buka gerai sendiri dan ijin PIRT plus sertifikasi halal.
      Semangat ya Vina..semoga sukses usahanya.
      Menurut saya lebih bagus kita mengembangkan merek dan usaha sendiri daripada titip di supermarket.

  45. dicky says:

    maaf pak, klo untuk warung makan padang perlu izin tdak ya???
    terima kasih

  46. diana puspita says:

    Kalau mau mengurus pirt apa harus menggunakan mpwp?

    1. Amy says:

      Saya gak tau mbak Diana, tapi sekarang kan NPWP memang wajib ya.

  47. tria says:

    Admin saya mau tanya nih.. saya baru ada usaha kecil dirumah produksi cemilan.. saya mau usaha saya merambah ke pasaran yang lebih besar.. tapi belum ada ijin pirt n mui halal nya.. cara nya gimana ya dan biaya nya kira2 brpa ya??

    1. bakingnfood says:

      Sudah diulas di atas mbak Tria, atau langsung datang ke Dinas Kesehatan setempat 🙂
      Untuk biaya juga bervariasi

  48. Ali says:

    Hai admin
    Terima kasih atas infonya
    Sekedar sharing, hari kamis kemarin tgl 30 april 2015 saya ke dinkes kab tangerang utk menanyakan persyaratan apa saja utk urus ijin PIRT yg saya punya rencana usaha rendang kemasan vacuum tp kagetnya saya salah satu petugas disana bilang kalo usaha saya tidak perlu PIRT, bagaimana menurut tanggapan admin?

    1. bakingnfood says:

      Pak Ali..saya malah baru tau tentang ini. Boleh tau alasannya kenapa nggak perlu PIRT?

    2. syahrozie says:

      Pak ali coba sekali lagi konsultasikan, di coba lewat telepon atau datang lagi tapi dengan petugas yang berbeda, soalnya yang saya tahu seharusnya pangan olahan daging malah harus izin BPOM ( md )

    3. suhendra says:

      Jika butuh kemasan plastik hubungi saya 081299229143 pabrik di tangerang

  49. Yuni says:

    Kalau untuk minuman teh dalam kemasan botol apakah cukup izin PIRT atau harus izin BPOM? Terima kasih

    1. bakingnfood says:

      Mbak Yuni, mohon maaf saya belum mengerti kalau soal teh dalam kemasan. Ditanyakan saja langsung ke Dinkes mbak.

  50. Rahardhian says:

    Kalau untuk frozen food seperti frozen risol, frozen kebab, frozen lumpia gitu saya dengar ga cukup dengan PIRT ya?trus harus seperti apa untuk legalitas nya ? mohon pencerahannya, terima kasih

    1. bakingnfood says:

      Sepertinya frozen food lebih tinggi standarnya Pak Rahardian. Untuklebih jelasnya bisa datang langsung ke Dinkes setempat.

      1. mardi says:

        Klu usaha bakery rumahan perlu izin ap aj,,,thanks

      2. bakingnfood says:

        PIRT Pak Mardi, cukup. Itupun sudah bisa untuk mengajukan Sertifikasi Halal kalau Bapak berkenan.

      3. adi says:

        kalo usaha bukan di tempat aslinya gmn pak
        misalnya alamat asli surabaya terus buka usahanya di malang.. ap bisa pak

      4. bakingnfood says:

        Sesuai alamat tempat usaha Pak Adi.

  51. WD says:

    kalo untuk melihat P-IRT yg sudah terdaftar gmn ya ? mohon informasinya.. @admin

    1. bakingnfood says:

      Maksudnya daftar industri yang sudah PIRT? Setau saya belum tersedia mbak WD. Harus ke Dinkes setempat yang mengeluarkan.

      1. syahrozie says:

        Kalo ngecek Pirt g bisa online, kalo cek online no MD siini http://cekbpom.pom.go.id/ sedangkan kalo Halal http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/ceklogin_halal/produk_halal_masuk/1

  52. novianty says:

    Salam kenal,Saya produksi kue kering dan cake,
    mau tanya untuk pengurusan PIRT dikenakan biaya sekitar Brp? Kmdn biaya tersebut harus dibayarkan setiap tahun atau bgm?

    Kalo untuk halal MUI Apakah dibayarkan setiap tahun?

    Untuk ijin dokter atau puskesmas itu untuk apa? Apakah jg Akan dilakukan visitasi dan Apakah hrs Dr dokter lingkungan perumahan ataukah dokter keluarga?

    Terima kasih untuk bantuannya

    1. bakingnfood says:

      Biaya pengurusan PIRT saya tidak update mbak Novianty. Kemungkinan tidak tiap tahun.
      Kalau untuk Halal MUI resertifikasi tiap 2 tahun.
      Untuk dokter saya juga belum paham peruntukannya. Bisa langsung cari info ke Dinkes setempat ya mbak,

  53. Rahma says:

    Saya ingin memulai usaha keripik khas daerah saya yg sudah saya inovasi. Minta pendapatnya, sebaiknya pengurusan PIRT dan paten merk dagang itu setelah usahanya jalan, atau sejak awal ya? Agar produk bs masuk toko oleh2 standardny hrs ngurus izin apa saja ya? Terimakasih 🙂

    1. bakingnfood says:

      Lebih enak sejak awal Bu Rahma. Standarnya biasanya PIRT dan sekarang banyak yang meminta Sertifikasi Halal juga meski home industry.

  54. Fajar Prasetyo says:

    Saya dan istri menjalankan usaha rumah tangga berupa cemilan, keripik, stik bawang dan stik keju, dan hanya berlokasi di petak rumah kontrakan (kami tinggal di rumah kontrakan), apa memenuhi syarat jika ijin industri rumah tangga tersebut hanya ber lokasi di petak rumah kontrakan..?

    1. bakingnfood says:

      Bisa kok Pak Fajar. Dicoba saja. Yang penting syarat higienis nya terpenuhi

  55. Dimas says:

    usaha saya bergerak di bidang pengemasan/makloon,apakah biaya untuk mengurus P-IRT,Dinkes,dan Halal dari produk harus saya yg mengeluar kan?mohon bantuannya..

    1. bakingnfood says:

      Iya Pak Dimas, dari pihak Bapak. Kecuali untuk Halal kalau dari produk asal sudahadasertifikat Halalnya Bapak lebih mudah.

    2. Enda says:

      Salam2 kenal saya hendra bergerak di bidang kmasan plastik

  56. muhsin azzam says:

    untuk pengurusan PIRT nya apakah usaha kita harus berjalan dlu atau tidak mesti ?

    1. bakingnfood says:

      Bisa 2-2 nya Pak.. yang penting sudah ada contoh produk dan tempat usaha yang mau diajukan.

  57. yoan says:

    maaf pak mau tanya,untuk program free pengurusan halal mui biasa 1 tahun berapa kali ? klo ada schedule nya tolong info,karna lumayan juga biaya invoice total 2.950.000

    1. bakingnfood says:

      Maaf Pak/Bu Yoan, saya tidak update dengan infonya. Silahkan hubungi Dinkes yang biasa membina UKM.

  58. Ozy says:

    Saya me-repcking produk yg sudah ada PIRT dan label halal. Krn saya order dalam kemasan curah dari luar daerah dan saya packing kembali menggunakan kemasan saya sendiri. Ijin apa yg harus saya daftarkan agar produk yg saya jual ada nomor dinas kesehatan-nya..? Terima kasih.

    1. bakingnfood says:

      Ijin PIRT juga Pak untuk re-packing.

    2. Astuti says:

      saya berencana membuat makanan olahan sekala usaha rumahan, semisal ayam kremes yg dikemas
      plastik.Apakah cukup mengurus Pirt saja atau bagaimana ? Terima kasih dan ditunggu penjelasannya.

      1. bakingnfood says:

        PIRT cukup mbak Astuti, tapi kalau bisa jadi binaan Dinkes dan mereka ada kerja samanya dengan LPPOM MUI bisa sertifikasi Halal juga. Pasti lebih tinggi nilai jualnya.

    3. mamad says:

      Kami produsen makaroni goreng kualitas super aneka rasa, siap pasok seluruh Indonesia.
      Senang sekali bisa bekerja sama dengan anda
      081 329 392 363 – 0856 4321 9888

  59. ibnoe says:

    maaf pa klo untuk produk obat herbal kapsulan apa cukup pirt saja pa?

    1. bakingnfood says:

      Pak Ibnoe, sepertinya harus ada ijin BPOM juga.

  60. puji says:

    Nemu juga nih,,, informasi yang bagus..
    admin, saya mau nanya nih,,, “terus perlukah mendaftarkan prodak kita ke BPOM?”

    1. bakingnfood says:

      Kalau ke BPOM untuk mendapatkan no MD mbak Puji. Untuk industri/usaha berskala besar.
      Pernah saya tulis, di sini ya link nya:
      https://bakingnfood.wordpress.com/2011/10/15/prosedur-pendaftaran-makanan-minuman-badan-pom/

  61. sip….. makasih informasinya

  62. Terima kasih informasinya sangat bermanfaat.

  63. Nur Cholis says:

    terima kasih untuk share cara mengurus ijin pirt dan sertifikasi halal mui, rencana saya juga akan mendaftarkan usaha saya di dinkes salam kenal

    1. Yofa says:

      Pak, tlg tanya katanya sekarang harus daftar secara online ya? Ga bisa langsung

      1. bakingnfood says:

        Mohon maaf, kami malah belum tau info tsb. Terima kasih infonya

  64. jenny tsai says:

    Makasih banyak. Semoga diberkati tuhan…. 🙂

  65. aslam says:

    Kalau kita kemas produk yang sudah punya halal n p-irt nya. trus kita ganti dengan kemasan lain. Tanpa mencantumkan halal n p-irt nya. apa ada sanksi hukumnya ??

    1. bakingnfood says:

      Maaf Pak Aslam, kami belum begitu paham kalau untuk hal tersebut. Mungkin Bapak bisa tanyakan langsung ke Dinkes setempat yang menerbitkan PIRT

  66. afkar says:

    kalo kita repacking macam2 snack dari agen dipasar, dan kita nggak tau produsennya, gimana mengurus PIRTnya

  67. JK says:

    Website yg sgt bermanfaat, trmksh utk infonya. Numpang sharing, semoga bermanfaat, sy me-repacking produk yg sy beli dari produsen utk direpacking (packing ulang dg kemasan dan merk sendiri), sebelum melakukan packing sebaiknya daftarkan merk yg akan kita pakai Ќέ kementrian hukum dan ham, biaya sekitar 1,8jt (melalui biro jasa, bisa hny gunakan KTP perorangan atau mendaftar menggunakan nama perusahaan), dg memiliki merk sendiri akan lebih aman agar saat produk yg kita pasarkan sdh berjalan nantinya merk kita tidak disabotase / digunakan oleh org lain. Utk memasarkan prduk repacking temtunya anda perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasamya antara anda dg produsen tsb dan di dlm surat tsb dicantumkan pernyataan dari pihak produsen yg tidak keberatan/memberikan ijin kpd kita utk menggunakan no PIRT produsen (dipinjam pakai) dlm memasarkan produk tsb dg menggunakan merk dan kemasan anda sendiri). Jika anda ingin mengurus PIRT sendiri, MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking anda (krn anda bukan produsen, kan anda repacking, hehehe..) Semoga info tmbhn brmanfaat utk kita smw.

    1. bakingnfood says:

      Terima kasih Pak/Mbak JK atas infonya yang akan sangat berguna dan menjawab banyak pertanyaan di sini. Semoga sukses selalu…:)

    2. ST says:

      Terima kasih atas informasinya pak.. Saya mau nanya, 1 no pirt apakah untuk 1 produk atau bisa “dianakan”?

      1. bakingnfood says:

        Bukan Pak, tapi Bu..:) 1 PIRT hanya untuk 1 produk.

    3. stevani says:

      Terima kasih atas infonya pak, sangat membantu saya yang sedang kebingungan. Mohon penjelasan sekali lagi. Jika saya me re-packing makanan sebagaimana pak afkar namun supplier sy merupakan orang desa yg tidak tahu soal izin2an sehingga tidak bisa dan tidak mau mengurus PIRT nya, apa sy bisa menggunakan cara lain ( tanpa PIRT)? Selain itu, apa saya cukup dengan mendaftarkan saja ke kementrian hukum & ham? Terima kasih atas pencerahannya pak

      1. bakingnfood says:

        Mbak Stevanie, perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasama dengan produsen tsb. MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking.

      2. bakingnfood says:

        Daftar ke Kemen Hukum & HAM itu untuk merk nya mbak Stevani. Untuk PIRT mbak bisa urus sendiri sebagai PIRT Repacking. Diperlukan MOU (perjanjian kerja sama) mbak dengan produsennya sebagai salah satu syarat pengajuan.

  68. Ikka says:

    Oke thank ya infonya???

  69. Ikka says:

    Kalau misalnya mengolah ulang produk makanan setengah jadi miosalnya coklat batangan trus di olah menjadi coklat kecil2 apakah boleh mendaftar P-IRT? Sedangkan coklat batangan tsbut aq beli dari pabrik yang sudah ada BPOM nya?
    Trimakasih mohon di balas,,

    1. bakingnfood says:

      Setau saya boleh mbak. Kan coklat batangan tsb berubah bentuk dan diolah ya?

  70. DefieYanie says:

    mbak makasih ya infonya, kira-kira mbak tau gak biaya yang dikeluarkan untuk pengurusannya?

    1. bakingnfood says:

      Biaya saya gak tau pasti karena berbeda2 tergantung jenis dan tingkatan produksi. Semakin rumit, semakin besar kapasitasnya semakin mahal.

      1. syaikhu rofiq says:

        rata-rata kena berapa ya ongkosnya?

      2. bakingnfood says:

        Tergantung besar kecilnya unit usaha Pak.
        Malah kalau UKM bisa gratis kalau pas ada program. Hubungi Dinas Perindustrian di kota Bapak.

  71. Reblogged this on Assalamualaikum and commented:
    Thanks untuk infonya, numpang menyebarkan info

  72. Ninik Suhartini says:

    Sebelumnya terima kasih atas infonya. bagaimana dengan usaha catering? jika ingin mendaftarkan sertifikat Halal MUI dan dinkes? biayanya juga berapa? terima kasih.

    1. bakingnfood says:

      Sama saja Bu proses pendaftarannya. silahkan saja datang dulu ke Dinkes setempat. Mohon maaf saya tidak update dengan biaya nya. Karena juga tergantung skala/kapasitas industrinya.

  73. terima kasih atas infonya… satu pertanyaan. dalam pengurusan PIRT dan sertifikasi halal…. berapa biaya yang dibutuhkan?

    1. bakingnfood says:

      Maaf Pak, kalau untuk biaya saat ini saya tidak update, khusus sertifikasi halal juga memperhatikan besar kecilnya industri. Bisa jadi 1 industri berbeda biayanya dengan yang lain.

  74. Nenden Sakinah says:

    surat dari puskesmas atw dokter itu fungsi untuk pa? itu serat ttg kesehatan orang yg mendaftar? terus klw industrinya baru kecil2n gimana? klw dibikin klw baru ada pesanan? ga pa2 bikin pirt dan halal-nya? berarti waktu ada yg meninjau langsung praktek bikin?

    1. bakingnfood says:

      Ya betul surat kesehatan pengelola usaha. Untuk usaha makanan, dipastikan yang mengelola tidak sakit berbahaya. Industri kecil bisa. Sebelum bikin permohonan, mbak bisa tanya2 dulu kok ke Dinkes nya.

  75. Phua says:

    Apakah kita harus mendaftarkan usaha dagang juga? Semacam UD atau CV? Atau sudah cukup dengan P-IRT saja? Trims

    1. bakingnfood says:

      UD / CV kan bentuk perusahaannya Pak Phua? Beda dengan PIRT

  76. nurjanah abidin says:

    jadi intinya datang ke dinkesnya aja ya bu, detailnya seperti apa. mungkin ada masukkan kan dari tim survey itu akan datang ke rumah kira kira ada tips buat petugas g atau sdh satu paket dgn administrasi, kata lain ada pelicin. thanks

    1. bakingnfood says:

      Secara peraturan tidak boleh ada tip, tapi kadang2 di lapangan bisa saja lain kondisinya.

  77. abu ihsan sobary says:

    Alhadulillah terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, smg bisa lebih memudahkan dalam usahanya.

  78. Ferry says:

    Selamat siang, mohon info, apakah untuk pengurusan perpanjangan nomer PIRT diharuskan menyertakan sertifikat kepemilikan barcode ?

    1. bakingnfood says:

      Sepertinya tidak Pak Ferry, tapi bisa ditanyakan langung ya ke Dinkes tempat mengurus PIRT

  79. manto says:

    klo untuk memasarkn produk sendri ke mini market mini market dngn ijin PIRT dan sertifikat halal saja bisa ga, mohon bimbingan nya…

    1. bakingnfood says:

      Bisa Pak. Memasarkan ke mini market kan nembusin sendiri ke mini market ybs. Kalau sudah ada PIRT dan Sertifikat Halal tentunya lebih mudah.

      1. manto says:

        terima ksh atas jawaban nya klo untuk sekup nasional contoh saya tinggal diceribon dan mau memasarkan ke setiap mini market yg ada dijabodetabek dengan surat ijin PIRT dan sertifkat halal saja gmn, maaf bnyk tnya karna saya baru mau merintis. trims…

  80. santi says:

    cara cek apakah asli ijin dinkes itu bagaimana ?

    1. bakingnfood says:

      Bisa ditanyakan langsung ke Dinkes yang mengeluarkannya mbak Santi.

  81. Eka Prasetya says:

    kalo untuk usaha sekolah perlu pake ijin usaha tidak yah. yang modalnya jg dibawah 20 jt.

    1. bakingnfood says:

      Ijin akan memudahkan kita untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Tidak serta merta wajib tapi bagi saya sebaiknya pakai ijin. Biar nanti gampang kalau berkembang dan dipakai mengurus Halal misalnya.

  82. Anryanto says:

    Terima kasih untuk sharingnya, apakah yang diposting diatas secara garis besar saja? Apakah untuk mendapatkan ijin tersebut, kita harus mempunyaai lokasi tertentu atau bisa dari rumah? Terimakasih.

    1. bakingnfood says:

      Pak Anryanto, sama2. Kalau usahanya memang di rumah, bisa kok dapat PIRT.

  83. jihansabela says:

    Mohon informasinya, saya lagi mencari barang/produk. Dikemasannya terdapat no.PIRT … apa bisa mengetahui alamat produk itu melalui PIRT< dan harus di cek kmn? *maav agak sedikit jauh dari pembahasan pertanyaannya, trims.

    1. bakingnfood says:

      Mohon maaf juga, saya kurang mengerti soal ini. Mungkin bisa ditanyakan ke Dinkes tempat ijin PIRT itu diterbitkan.

  84. mohon bantuan cara pemasaran bandeng presto di semarang……….

  85. Ellis says:

    Tksh infonya

    1. bakingnfood says:

      Sama2 mbak Ellis

  86. ardy says:

    saya mau daftar PIRT untuk produk kue / Cookies. cara nya gmn?
    bisa tolong bantu. Saya di jakarta utara.

  87. yohan says:

    karena usaha bandeng tanpa tulang saya Pupus dengan P-IRT mohon bantuannya, saya sedang memulai bisnis repacking snack, saya sudah cari2 tetapi harganya masih harga reseller atau orang ke 2 & 3, saya mau ambil dari distributor / pabrik rumahan yang sudah ada P-IRT nya. jadi saya tidak perlu membuat P-IRT lagi. mungkin ada info…!!! lokasi lebih terjangkau di depok mas… terima kasih atas bantuannya. !!!

  88. fachry says:

    saya mau tanya sedikit ni… jika kode PIRT saya di gunakan oleh pihak ke-2 tanpa seijin pihak-1 ada dasar hukumnya tidak ya? karena label dan kode PIRT saya ternyata ada yg menggunakan tanpa seijin saya. mohon pencerahan

    1. bakingnfood says:

      Dasar hukumnya saya kurang paham. Tapi secara aturan tidak boleh Pak.
      Cobe dicek dulu lagi yaaaa.

  89. Yohan says:

    kalo untuk kemasan bandeng tanpa tulang bisa tidak pak & untuk snack, jadi untuk 2 jenis usaha…? trimakasi bantuannya.

    1. bakingnfood says:

      Didaftarkan saja Pak..nanti nomernya sendiri-sendiri per produk.

      1. Yohan says:

        terima kasih pak. berarti bayarnya dobel donk pak? saya masih awam. kira2 ijin 1 nomornya berapa? karena saya baru memulai usaha. terima kasih banyak bantuannya.

      2. bakingnfood says:

        Saya bukan Pak kok…hehe… Untuk biaya pendaftaran saya tidak tahu yang terbaru Pak. Tapi tidak mahal kok. Silahkan datang saja ke Dinkes terdekat.

      3. Yohan says:

        oke deh pak, eh, mas…!!! makasi bantuannya.

  90. Fikri says:

    izin P-IRT tsb bisa untuk brp lama ya pak ? apkh bs trs digunakan selama usaha tsb berjalan?
    tks.

    1. bakingnfood says:

      Tidak dibatasi berapa lamanya, bisa terus digunakan selama industri tsb tidak melanggar ketentuan dan peraturan.

  91. Pebrianita says:

    Apakah mendaftar P-IRT itu wajib..?
    Saya baru mau membuka usaha makanan, tapi saya mau daftar P-IRTnya itu nanti setelah usaha saya berjalan..
    Boleh tidak ya kalau seperti itu..?

    1. bakingnfood says:

      Tidak wajib, tapi akan sangat menguntungkan dari sisi produsen. Karena konsumen lebih percaya.
      Bisa mbak.

  92. nuwrra says:

    mau tanya untuk pengurusan PIRT produk jenis kue tapi produksinya untuk program kreativitas mahasiswa bagaimana ya?? lalu total biaya resmi yang diperlukan berapa??

    1. bakingnfood says:

      Sama saja mbak Nuwra. Untuk biayanya silahkan datang langsung ke Dinkes setempat.

  93. aji , sby says:

    terima kasih banyak atas informasinya ……
    semoga Tuhan Y M E membalas nya ……

  94. wah terima kasih info nya…

  95. Mada says:

    kalo kota beli makanan snack kiloan dari pabrik yang udah ada PIRT nya, terus kita kemas lagi (khusus usaha kemasan) apa perlu PIRT lagi utk usaha kemasan tersebut? atau boleh ga nyantumin PIRT dari pabrik tsb pada kemasan kita? trims ya

    1. bakingnfood says:

      Kelihatannya tidak boleh Pak Mada. Bapak kan mengemas ulang. (note: diralat di bawah ini)

      Pak Mada….maaf saya ralat ya jawabannya. Sudah nemu jawaban yang pas. Ternyata bisa lho mengemas ulang mendapatkan PIRT. Silahkan datang ke Dinkes terdekat dan mendapatkan infonya yaa…

      1. stevani says:

        Jika kita mengemas ulang untuk produk yang tidak punya PIRT nya apa bisa ya? Jika bisa, saya harus mendaftar ke mana? Terima kasih

      2. bakingnfood says:

        Bisa mbak Stevani (berdasarkan sharing Pak/Mbak JK di comment sebelum ini). Mengajukannya sama tapi untuk PIRT Repacking bukan PIRT Produsen. Semoga membantu.

  96. nova says:

    maaf numpang bertanya, kalau produknya satu seperti roti manis, tetapi isinya berbeda2…

    ada isi coklat, isi keju, isi stoberri dan banyak lagi, itu satu izin P-IRT atau berbeda2 ya???

    1. bakingnfood says:

      Mbak Nova, tetep dihitung 1 saja, produk roti manis. Tapi semua bahan isian dicantumkan di daftar bahan kita.

  97. Diajeng says:

    numpang belajar juga pak….kalo misalnya kita beli makanan ringan dalam bentuk curah ke produsen-nya langsung, trus kita kemas sendiri dengan plastik dan printing yg kita buat sendiri, apa harus ijin PIRT juga ? atau ijin apa yg hrs saya lakukan ? makasih ya….. 🙂

    1. bakingnfood says:

      Mbak Ajeng, setahu saya PIRT itu untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.

  98. bunda harifa says:

    Terima kasih atas sharingnya yang begitu jelas mba, sangat membantu saya dimana saya akan mengurus perijinna tsb.

    1. bakingnfood says:

      Sama2 bunda Harifa. Semoga sukses usahanya ya 🙂

  99. pikset maremaaa says:

    mohon bantuannya, saya masih bingung, saya mengemas ulang snack yg diambil dr produsen, tetapi saya ingin punya PIRT, menurut bakingnfood/teman2 apa yg harus saya lakukan?apakah saya bisa memiliki nomor PIRT atau tidak? thnx

    1. bakingnfood says:

      Setahu saya PIRT itu memang untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.

  100. fendri says:

    Saya ada niat mengembangkan makanan tradisional buatan orang tua. Informasi ini sangat membantu. terima kasih atas sharenya

    1. bakingnfood says:

      Sama2 Pak. Semoga sukses..

    2. nur says:

      Kirana Service Solutin
      melayani kepengurusan BPOM RI & Halal Certificate
      hubungi :
      Kirana Service Solution
      pin BB : 21F3D6A0
      081315268773

  101. muchlis says:

    klo koperassi apa bisa pakai pirt ato hrs bpom ? soalx kita masih kecil”an. n batasan antara pirt sama bpom itu gmn ?

    1. bakingnfood says:

      Batasannya adalah modal pak. Untuk koperasi, disesuaikan saja. Untuk modal di bawah 50 juta ijin yang keluar P-IRT, ini masuk kategori home industri.
      Sedangkan yang modalnya di atas 50 juta ijin yang keluar MD (Bapak tulis BPOM), kategori industri.

  102. Untuk mendapatkan P-IRT dalam aturannya seperti itu, tetapi kenyataannya proses dari pendaftaran ke sertifikat sangat panjang. dari September sampai juli tahun depannya. apakah hal itu tidak menyalahi aturan. bagaimana solusinya untuk masyarakat kecil seperti saya yang tidak bisa kasih amplop tebal ke setiap petugas di dinas kesehatan?

  103. umna says:

    kalo boleh tahu,biaya untuk ijin usaha home industri berapa yang ke dinas kesehatan,dan ke majlis ulama indonesia ya??…

  104. anna moulyne says:

    klo prodak herbal apakah cara mengurusnya sama?alamat dinkes tangsel dimana ya?biayanya berapa?terima kasih

  105. desyana says:

    saya mau menjalankan usaha reseller makanan kecil(keripik pisang dan sale pisang ) yang produknya mengambil dari produsen di daerah.
    apakah saya bisa mendapatkan ijin usaha pangan industri rumah tanga ?
    mohon bantuannya, dan untuk mereply di email : ningdesyana@gmail.com.
    atas bantuannya terima kasih.

    1. bakingnfood says:

      Bu Ning.. sepengetahuan saya, ijin PIRT itu untuk produsen langsung.

  106. danang says:

    yuliartodanang@gmail.com kami hari ini sudah dapat setifikat dari dinas kesehatan. ada 2 sertifikat 1. untuk pemilik usaha 2. untuk sertifikasi produk. pemeriksaan dari dinas kesehatan ke rumah kami tgl 5 Agustus 2011 dan hari ini tgl 27 Agustus 2011 sudah kami terima sertifikat tersebut. terima kasih Depperindagkop dan Dinkes atas kejasamanya.

  107. Terima kasih infonya… Saya baru baca.. Saya boLeh minta e-maiL pemberi info yang besangkutan ? Supaya saya bisa lebih leluasa untuk bertanya Lebih Lanjut… Thanks before.. ^_^

  108. danang says:

    mending ijin pirt nya dengan kerja sama dengan DEPERINDAGKOP setempat. ada kemudahan lhoh tq

  109. Haryadi says:

    Selamat pagi.
    Saya mau tanya mengenai izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari MUI.
    Saat ini saya ingin membuat perusahaan dikota saya ( Bekasi ) tetapi memakai produk yang sudah memiliki Izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari Dinkes dan MUI ditempat produk tsb dihasilkan ( Bogor ).
    Apakah saya perlu mendaftarkan kembali produk tsb di kota saya ?
    Terimakasih
    Haryadi

    1. bakingnfood says:

      Pagi Pak Haryadi,
      Setau saya Bapak harus tetap mendaftarkan kembali ya. Untuk P-IRT saya tidak begitu paham, tapi untuk Sertifikat Halalnya, produk yang diproduksi di lokasi yang berbeda tetap harus didaftarkan.

  110. muhammad says:

    🙂
    link yang di share di atas ga bisa dibuka..

    1. bakingnfood says:

      Link yang mana Pak? Yang viviliong atau imedpreneur? Gak masalah tuh..

  111. bundanya hana says:

    punya info, produsen makaroni goreng mentah yang udah punya sertifikat halal ga???saya lagi butuh makaroni goreng mentah, tapi saya mau yang sudah bersertifikat halal.

    1. bakingnfood says:

      Maaf Bundanya Hana, saya tidak tahu. Mungkin nanti pembaca lain ada yang bisa membantu.
      Untuk makaroni umumnya diproduksi skala industri rumahan menengah n masih jarang yang mau mengajukan sertifikasi.

  112. Chusairi says:

    untuk mengurus PIRT apa hrs ada persyaratan sertipikat penyuluhan?

    1. bakingnfood says:

      Biasanya itu sudah satu paket di Depkes kok Pak. Kita wajib ikut penyuluhannya juga.

  113. gunawan says:

    Pagi Mbak vivi, info sangat membantu sekali untuk saya dalam mendapatkan info mengenai pengurusan PIRT, yang ingin saya tanyakan bagaimana mengenai pengurusan PIRT untuk produk maklon di lain pabrik rencana saya akan maklon produk minuman cup rasa di daerah jawa timur sedangkan saya sudah punya ijin PIRT nya di pabrik daerah bogor , mohon penjelasannya mengenai mekanisme perijinan PIRT untuk rencana produk maklon di daerah jatim yang akan saya lakukan ? thanks

    1. bakingnfood says:

      Bukan Mbak Vivi Pak, tapi mau bantu jawab..:)
      Setau saya kalau maklon di lain lokasi ya mengajukan ijin lagi, karena yang ditinjau nantinya adalah proses produksinya. Saya gak paham mungkin saja tetap 1 nomor IRT tapi pada dasarnya tetap harus mengajukan ijinnya.

  114. ck says:

    mohon saran untuk usaha home industri kecantikan bagaimana prosedurnya…? terima kasih

    1. bakingnfood says:

      Waah…maaf kalau home industri kecantikan saya belum tau Mbak….Mohon maaf tidak membantu.

  115. Arie says:

    Kalo ngurus ke Dinkes dan MUI ada dikenai biaya berapa ? Terima kasih atas infonya

    1. bakingnfood says:

      Saya belum ada pengalaman sendiri Pak, tapi silahkan baca http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/
      Kalau untuk MUI Halal skala perusahaan sekitar 2,5 juta

  116. aldi says:

    terima kasih gan atas infonya ane mo merintis usaha keripik buah di jakarta nih!

    1. bakingnfood says:

      Sama-sama Pak Aldi, semoga sukses…..

  117. Arvel says:

    Terima kasih infonya gan…
    ijin sedikit mengutip ya untuk tips di blog kami..di cantumin sumbernya dalam artikel ko..
    kunjungin blog kami ya, mungkin banyak info yang bisa di share..

  118. Ade Sri says:

    kunjungan balik dari calon anggota nih….informasinya berguna banget. Some day ya…some day i will need this 🙂

    1. bakingnfood says:

      Thanks atas kunjungan baliknya. Semoga segera perlu info ini ya…:? Amin.

  119. bakingnfood says:

    Bisa dibaca sharing dari Coklat Mentari di: http://www.imedpreneur.com/pembuatan-izin-usaha-untuk-makanan-pirt/
    Semoga membantu..:)

  120. Benehal says:

    ada informasi brp biaya yg dibutuhkan ya, boss..sampe sertifikasi keluar ? TQ b4

  121. ashar says:

    thanks, ini baru blog bermanfaat, terus update ya, mohon izin sedot/copas.

  122. YANI says:

    thanx ya mbak untuk infonya.sangat membantu sekali.

    1. bakingnfood says:

      Sama2…:)

  123. dewi says:

    Kalau untuk usaha peternakan (susu kambing) dan ingin membuat PIRT apakah prosedurnya sama? Terimakasih

    1. bakingnfood says:

      Kalau yang mau didaftarkan adalah produk susu kambing-nya, prosedurnya sama Mbak.

  124. pipit says:

    wah, infonya bermanfaat banget mba.. boleh aku share juga ya?

    1. bakingnfood says:

      Silahkan.. aku juga dapat dari Mbak VL ..:)

  125. dito says:

    apakah ada ukuran untuk kita membuat surat izin usaha dan berapa besar kah jumlah keuntungan yang diperoleh yang wajib kita harus mendaftarkan produk kita.

    1. bakingnfood says:

      Ukuran pastinya/skala usaha bisa langsung ditanyakan ke Dinkes. Tentang keuntungan, tentunya produk kita punya nilai jual lebih bagi konsumen.

  126. eka says:

    hatur nuhun….kamsia..thanks..trima kasih!!!!

  127. meity says:

    makasih ya atas infonya,mudah2an dgn adnya ifrmsi ini akan lebih memudahkan saya untuk mengurus segala sesuatunya untk usaha yg baru akan saya rintis.

  128. alamat dinkes untuk jakarta timur? biaya pembuatan PIRT?biaya sertf halal? tks

  129. Djohan says:

    Oh ya sekalian tanya berapa biaya pembuatan PIRT (resmi), thanks

    1. bakingnfood says:

      Mohon maaf Pak Johan, saya belum tahu, tapi bisa ditanyakan ke Dinkes setempat. Termasuk Surat Keterangan dari Puskesmas seperti pertanyaan Bapak sebelumnya.

  130. Djohan says:

    Hi Vivi, thanks utk infonya. Sangat bermanfaat. Saya jg lagi berencana mau urus PIRT. Jika boleh minta info tambahan lagi, saya perlu tahu utk Surat keterangan Puskesmas atau Dokter, dalam hal pengurusan PIRT itu diperlukan surat keterangan apa ya? Apkh yg berhubungan dgn sanitasi tempat kerja atau sanitasi pekerja atau?
    Thanks utk bantuannya,
    Rgds

  131. neny says:

    Seperti inilah keterangan yg saya cari, singkat jelas padat….cuman kalo mau buka usaha home industri unt kecantikan gmn prosedurnya…? thaxs infonya

    1. bakingnfood says:

      Mohon maaf untuk home industri kecantikan saya kurang tau Bu.

  132. Eko says:

    Terimakasih atas infonya, sangat membantu.

    1. bakingnfood says:

      Sama-sama Pak…:) Senang kalau bermanfaat.

      1. nand1983 says:

        Saat di cek rumah usahanya, apakah ada biaya transport untuk ceker yg harus kita bayarkan?

      2. bakingnfood says:

        Setahu saya sudah termasuk di dalam pembayaran. Iya, transport kita yang menanggung.

    2. iwan says:

      Kalau saya tdk produksi makanan sendiri, tp hanya mengemasi produl tsb apa saya jg harus membuay iji PIRT ? Tlg infomasinya. Thx

      1. bakingnfood says:

        Kalau mau dibuatkan ijin PIRT nya maka si produsen juga sudah harus ada no PIRT nya Pak.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s