Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi).

Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat
4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter
5. Denah lokasi dan denah bangunan

Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya.

Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan.

Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI, kita bisa datang langsung ke Kantor MUI di kota kita/terdekat. Dengan menyiapkan pengajuan dengan syarat sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
3. Fotokopi izin usaha

Persyaratan tersebut tidak mengikat, apabila salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi tidak menjadi masalah. Di LP POM MUI nantinya kita tinggal mengisi formulir yang telah disediakan. Isinya mengenai bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan usaha makanan rumahan kita.

Setelah persyaratan dan pengajuan tidak ada masalah, MUI di kota kita akan menugaskan tim auditor untuk mengecek ke lapangan. Apabila tim auditor tidak menemui masalah di lapangan, kemudian auditor membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa. Komisi Fatwa yang akan mengesahkan sertifikat halal kita.

Sertifikat halal tersebut bisa langsung diberikan sekitar dua minggu. Namun, jika terdapat hambatan, maka harus diperbaiki terlebih dulu. Untuk pengurusan nomor registrasi DinKes, bisa langsung datang ke kantor DinKes.
Keuntungan dengan ijin PIRT dan sertifikat halal MUI adalah bahwa usaha rumahan kita lebih aman dikonsumsi. Cantumkan nomor PIRT dan logo halal dalam kemasan. Sekarang kita siap untuk bekerjasama dengan banyak orang untuk memasarkan produk rumahan kita.

Sharing dari Vivi Liong , thanks to her.

Advertisements

249 responses to “Mengurus Ijin PIRT dan Sertifikat Halal Industri Rumahan

  1. Bu saya mau tanya… Saya kan jualan teh daun jati cina, hanya belum berlabel dan belum memiliki ijin, daun nya saya dapatkan dari supplier, sy hanya sebagai reseller… Perijinannya bagaimana ya? Saya hanya repacking saja bu

  2. Maaf mbak saya mau usaha kopi bungkusan produk saya sendiri.. saya mau tanya nanti di minta biaya tidak waktu survei ketempat .. nanti diminta biaya besar sedangkan saya baru mau mulai usaha kecil dirumah

  3. Mohon maaf sy ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
    1. Sy ingin repacking dan rebranding produk makanan (abon sapi), apakah hal tsb dibenarkan dlm hukum? Ada aturan larangannya tidak ya?
    2. Dalam label yg saya buat apakah hrs mendaftar kan lagi di BPOM, MUI, dan P-IRT sebelum memasarkannya? Ada tidak aturan yg mengatur hal tsb?
    3. Bagaimana jika label dgn merek saya menjiplak nomor ijin BPOM,MUI, P-IRT produk sebelumnya?
    Terimakasih atas bantuannya, pahala menyertai anda

    • 1. Ada aturannya Pak.
      2. Iya harus. BPOM dan Halal mengacu pada nama produk dan lokasi produksi
      3. Setahu saya tidak bisa Pak.

  4. haloo salam kenal….
    ada orang lain yang jualan kripik. saya membelinya lalu saya jual ke tempat lain dan sampai saat ini penjualan kripik lumayan bagus. saya ingin mendaftarkan ke bpom. namun, di bpom ada syarat izin usaha tempat produksi. apakah bisa saya mengajukan produk ke bpom tanpa syarat tersebut karena saya istilahnya sebagai reseller ? karena produk tersebut belum ber label maka saya melabeli sendiri produk tersebut dan saya akan mengesahkan sendiri produk tersebut.

    • Salam kenal Pak Ari Surya.
      Reseller? Mungkin tepatnya repacking ya Pak. Jadi produsen nya harus punya ijin usaha, nanti Bapak melapirkan copy nya.

  5. Assalamualaikum. Maaf mau tanya. Berarti sebelum kita memasarkan produk kita harus kita urus dulu PIRT sama sertifikat halal ya. Saya ingin memulai usaha makanan ringan (kripik). Lokasi si rumah. Apakah bisa?,mohon jawabnnya

      • Asalammualaikum…….maaf mau tanya, saya mau buka usaha bumbu gongsoan/ bumbu masak yg sudah di goreng….saya menambah kan bahan pengawet makanan dalam produk saya, apakah saya membutuhkan ijin pirt untuk produk saya..? Terimakasih

      • Waalaikum salaam mbak Ririt. Iya mbak, sebaiknya mbak mendaftarkan usaha mbak. Untuk pengawet, gunakan yang khusus makanan dan dosis tidak melebihi batas yang diperbolehkan oleh BPOM.

  6. Assalamualaikum
    Saya mau tanya, saya baru mau mulai bisnis sambel kemasan.. apakah bisa urus PIRT? Yg disurvey nanti apa saja? Dan apakah bisa perorangan ? Makasiih

    • Bisa. Yang disurvey lokasi usaha dan proses produksi. Tapi persyaratan dokumentasi juga musti dipenuhi. Langsung konsultasi dengan Dinkes saja mbak.

  7. Assalamualaikum, saya baru mau memulai bisnis rumahan membuat keripik, apakah bisa mendapatkan ijin PIRT jika tempat usaha/ produksinya adalah di rumah tinggal, dan apakah ada syarat khusus luas bangunan? terima kasih

    • Waalaikum salaam mbak Dewi. Sepanjang pengetahuan saya, bisa mbak. Untuk syarat khusus laus bangunan mohon ditanyakan langsung ke Dinkes.

  8. Assalamualaikum, maaf mau tanya , kalo mau usaha rumahan , produk susu fermentasi, apa saja syarat dan izin yg di perlukan, mengingat ini usaha home made, terima kasih

  9. Selamat Siang… permisi saya mau tanya istri saya kan udah jualan nugget kurang lebihnya 1 bulan, tapi baru dijual hanya sekitar tetangga rumah saja… saya ingin sekali produk makanan tsb mau saya sahkan dengan sertifikat PIRT dan Logo Halal….. itu apakah bisa dengan usaha perorangan….??? terimakasih (ditunggu jawabannya secepatnya)

    • siang Pak Devid, untuk pangan yang diproduksi dari daging, ikan, unggas dan hasil olahannya tidak bisa lewat PIRT ijinnya namun harus ke BPPOM, no MD. Kalau untuk sertifikasinya bisa saja diajukan halalnya, namun untuk mencantumkan di kemasan juga nanti perlu ijin ke BPPOM.
      Aturan lengkapnya: Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK.00.05.5.1640 tentang PEDOMAN TATA CARA PENYELENGGARAAN SERTIVIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA, pada point III ayat 2. bahwa Permohonan Ijin P-IRT tidak dapat dipenuhi apabila pangan yang diproduksi berupa daging, Ikan, Unggas dan Hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku.

      Semoga membantu.

  10. Terima kasih… Untuk urusan perizinan dengan mudah cepat dan nyaman kami LEGAL DOKUMENT EXPERT bisa membantu anda dalam berbagai macam perizinan, seperti:
    1. Urus KITAS, KITAP, NATURALISASI (WNA ke WNI)
    2. Urus Pendirian PT (PERSEROAN TERBATAS)
    3. Urus Pendirian PT.PMA ( Warga Asing ingin mendirikan Perusahaan di Indonesia)
    4. Urus API – U PMA / PMDN (UMUM)
    5. Urus API – U PMA /PMDN (PRODUSEN)
    6. Urus NPIK (Nomor Pengenal Importir Khusus)
    7. Urus NIK (Nomor Induk Kepabeanan)
    8. Urus Ijin BPOM (Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan)
    9. Urus Ijin SNI (Standart Nasional Indonesia)
    10. Urus HALAL SERTIFIKAT
    11. Urus Pendirian YAYASAN /SEKOLAH / KURSUS
    12. Urus IP LIMBAH NON B3
    13. Urus SIUP MB (Siup Minuman Beralkhohol)
    14. Urus Pendirian CV
    15. Urus Pendirian UD (Usaha Dagang)
    16. Urus ijin Industri ( TDI /IUI)
    17. Urus Ijin Prinsip dan perubahan
    18. Urus Rekomendasi Departemen Perindustrian
    19. Urus SIUK BPW (Biro Perjalanan Wisata) / Travel
    20. Urus UUG / HO(Ijin Gangguan)
    21. Urus IUT (Ijin Usaha tetap PMA/ PMDN)
    22. Urus SKPLBI Barang / Label Produk Importir)
    23. Urus Merk Dagang
    24. Urus SIUJK (Surat Ijin jasa Kontruksi)
    25. UKL / UPL –SPPL – AMDAL
    26. Urus Materlist (Bebas Pajak Mesin Importir)
    27. Urus Ijin ISO 9001
    28. Urus Ijin SIUJS (Surat Ijin Jasa Surveyor)
    29. Urus Pernikahan WNA dan WNI
    30. Urus Pernikahan di Luar Negeri (Beda Agama) Dan masih banyak lagi perijinan lainnya untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami: 082233224330 atau 031-99019835 legaldocumentexpert@gmail.com Trimakasih

  11. Siang mbak Devi. Langsung saja mbak ke kecamatan, tentunya sudah ada surat dari RT, RW dan kelurahan biar gampang.

  12. Siang mba ami,

    saya mau tanya untuk mendapat ijin Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat cara nya bagai mana ya mba?

    Terima kasih

  13. permisi..ada bbrp yang mau saya tanyakan
    1. saya ini baru mau buka usaha sambel rumahan tp dlm bentuk kemasan,dan saya baru mau urus perijinannya..untuk perijinannya apakah bisa perorangan atau berbadan hukum?
    2. yang dimaksud surat keterangan dari puskesmas/dokter itu seperti apa? apakah keterangan sehat utk sy atau produk sy? Terima kasih atas penjelasannya

    • 1. Setau saya bisa perorangan
      2. Untuk Bapak sebagai pemiliknya. Kan idealnya orang yang bersentuhan dengan produksi pangan memang harus sehat dan tidak berpenyakit menular

  14. Usaha sy repacking produk org yg sdh ada pirt dg sertfikasi halal. Apakah sy bs langsung pakai yg sdh ada tsb atau perlu bikin sendiri pirt dg halal MUI.
    Trm ksh

    • Mbak Kayyisha..tidak bisa langsung pakai logo halal MUI nya. Tapi perlu PIRT lalu ajukan permohonan sertifikasi halal ke LPPOM MUI. Akan lebih mudah kok.

      • Usaha saya pengemasan makann dari orang yang sudah ada,tapi produk nyabelum ada PIRT nya.kalau saya yang mengajukan ijin nya bisa atau tidak

  15. Mohon info :
    Pengurusan PIRT utk KTP luar daerah Surabaya, tetapi usahanya di SBY;
    – Apakah bisa pakai KTP yg bukan Sby tersebut sedangkan usahanya di Sby ??
    – Utk Ket.Domisili tersebut apakah yg dmksud Domisili asal KTP ato Domisili Usaha (SBY) ?

    Thx u atas Perhatiannya..

  16. apabila kita mendapat suatu produk yg tertulis PIRT nya, apakah bisa ditelusuri bahwa pirt tsb asli / resmi? bukan abal2 ? bagaimana caranya mba?

    • Mbak lery Dian, untuk PIRT, cara mengeceknya belum bisa dilakukan secara online. Silakan datang ke Dinkes setempat menanyakan.

  17. mlm kaka
    sya latiifa baru mau merintis usaha rumahan tapi masi KECIL2.an, sya di lokasi kontrak Petakan,usaha blum jalan tpi baru dirintis apakah bisa ingin urus no IRT dan logo HALAL ?

  18. Mbak, berapa kira kira estimasi biaya mengurus PIRT ini?
    Walaupun tiap daerah berbeda beda, setidaknya saya punya patokan harga..
    Lokasi saya di jakarta

    • jika yang membutuhkan pembuatan packaging/kemasan bisa hubungi saya hendra indoprima printing lokasi di tangerang hub 02193772942/081299229143

  19. Pak, saya sudah mempunyai sertifikat penyuluhan (SP) perlukah diganti menjadi PIRT? Soalnya dulu hanya ada SP untuk industri kecil PIRT belum ada

    • To All
      saya hendra marketing indoprima printing packaging,jika ada yang mau mebuat kemasan packaging plastik,inner box dan karton box bisa hubungi saya di
      081299229143
      02193772942
      lokasi di tangerang

  20. Halo kaka, saya fahmy.
    Rencana saya sudah matang ingin membuat produk makanan cemilan.
    Rencana pemasaran saya baik lewat online atau real.
    Tapi sebelum memulai saya belum menguasai perizinan dan lain sbagainya.
    Pertanyaan pertama saya, apakah saya harus memiliki hak paten untuk nama produk saya? Jika iya, bagaimana cara menempuhnya? Kedua, karna perizinan dinkes dan mui sudah dijelaskan, maka saya sudah cukup paham dan terimakasih banyak atas pengetahuannya. Ketiga, apakah ada tambahan2 lain dari yg lebih berpengalaman sebelum produk ini siap dipasarkan yg lebih dulu diurus? Terimakasih banyak kaka. Mohon untuk arahannya hehe

  21. Ass. wr. wb,
    Bu,sy mau tanya kalo usaha pembuatan sosis berbasis daging sapi……….. apakah diperlukan ijin PIRT nya.
    terima kasih sebelumnya.

    Wass.,
    Qud

    • Waalaikumussalam.
      Ada peraturan baru dari bpom, ada beberapa kategori pangan yang tidak bisa di urus izin pirt tp harus MD. katpang itu di antaranya:
      1. Susu dan hasil olahannya
      2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau 3. penyimpanan beku
      4. Pangan kaleng
      5. Pangan bayi
      6. Minuman beralkohol
      7. Air minum dalam kemasan (AMDK)
      8. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI
      9. Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM

  22. saya mau tanya, saya repacking produk orang lain dan saya sudah mempunyai no pirt sendiri dan apakah bisa saya membuat sertifikat hahal juga? trims

  23. untuk ramuan herbal apakah ijin PIRT ato perlu BPOM? sy baru mau memulai dgn skala kecil2an. Sy tinggal di kab. bogor bisakah mengurus PIRT di dinkes jakarta?

    • Untuk ramuan herbal sepertinya BPOM mbak Hepi. Tentang wilayah mohon maaf saya tidak paham. Bisa ditanyakan langsung ke Dinkes

  24. assalamualaikum wr.wb
    ka saya kan baru mau buat produk donat yang niat nya saya mau jual di supermarket,saya sudah jelaskan kalo produk saya bukan produk yang besar hanya produk kecil kecilan karena saya sendirian yang membuat nya,tapi saya di haruskan membuat nomor izin(mungkin maksudnya PIRT) karena kalau di supermarket kan ada sidak dari dinkes,apakah saya yang masih 17 taun dan usaha kecil kecilan ini bisa membuat PIRT dan apakah menurut kaka langkah saya benar untuk memasukan produk donat ke supermarket dan membuat PIRT sendiri,
    terimakasih,wassalam

    • Waalaikum salaam..
      Salut sekali dengan Vina. Kalau Vina serius mengapa tidak dicoba?
      Atau kalau menurut Vina dirasa terlalu kecil, Vina bisa mulai dengan promosi online saja. Jualan via sosial media. Dibuat hanya berdasarkan PO misalnya. Jadi selalu fresh. Nanti lama2 terkenal, Vina bisa tuh serius mengembangkannya.
      Kalau makin besar, bisa buka gerai sendiri dan ijin PIRT plus sertifikasi halal.
      Semangat ya Vina..semoga sukses usahanya.
      Menurut saya lebih bagus kita mengembangkan merek dan usaha sendiri daripada titip di supermarket.

  25. Admin saya mau tanya nih.. saya baru ada usaha kecil dirumah produksi cemilan.. saya mau usaha saya merambah ke pasaran yang lebih besar.. tapi belum ada ijin pirt n mui halal nya.. cara nya gimana ya dan biaya nya kira2 brpa ya??

    • Sudah diulas di atas mbak Tria, atau langsung datang ke Dinas Kesehatan setempat 🙂
      Untuk biaya juga bervariasi

  26. Hai admin
    Terima kasih atas infonya
    Sekedar sharing, hari kamis kemarin tgl 30 april 2015 saya ke dinkes kab tangerang utk menanyakan persyaratan apa saja utk urus ijin PIRT yg saya punya rencana usaha rendang kemasan vacuum tp kagetnya saya salah satu petugas disana bilang kalo usaha saya tidak perlu PIRT, bagaimana menurut tanggapan admin?

    • Pak Ali..saya malah baru tau tentang ini. Boleh tau alasannya kenapa nggak perlu PIRT?

    • Pak ali coba sekali lagi konsultasikan, di coba lewat telepon atau datang lagi tapi dengan petugas yang berbeda, soalnya yang saya tahu seharusnya pangan olahan daging malah harus izin BPOM ( md )

    • Mbak Yuni, mohon maaf saya belum mengerti kalau soal teh dalam kemasan. Ditanyakan saja langsung ke Dinkes mbak.

  27. Kalau untuk frozen food seperti frozen risol, frozen kebab, frozen lumpia gitu saya dengar ga cukup dengan PIRT ya?trus harus seperti apa untuk legalitas nya ? mohon pencerahannya, terima kasih

  28. Salam kenal,Saya produksi kue kering dan cake,
    mau tanya untuk pengurusan PIRT dikenakan biaya sekitar Brp? Kmdn biaya tersebut harus dibayarkan setiap tahun atau bgm?

    Kalo untuk halal MUI Apakah dibayarkan setiap tahun?

    Untuk ijin dokter atau puskesmas itu untuk apa? Apakah jg Akan dilakukan visitasi dan Apakah hrs Dr dokter lingkungan perumahan ataukah dokter keluarga?

    Terima kasih untuk bantuannya

    • Biaya pengurusan PIRT saya tidak update mbak Novianty. Kemungkinan tidak tiap tahun.
      Kalau untuk Halal MUI resertifikasi tiap 2 tahun.
      Untuk dokter saya juga belum paham peruntukannya. Bisa langsung cari info ke Dinkes setempat ya mbak,

  29. Saya ingin memulai usaha keripik khas daerah saya yg sudah saya inovasi. Minta pendapatnya, sebaiknya pengurusan PIRT dan paten merk dagang itu setelah usahanya jalan, atau sejak awal ya? Agar produk bs masuk toko oleh2 standardny hrs ngurus izin apa saja ya? Terimakasih 🙂

    • Lebih enak sejak awal Bu Rahma. Standarnya biasanya PIRT dan sekarang banyak yang meminta Sertifikasi Halal juga meski home industry.

  30. Saya dan istri menjalankan usaha rumah tangga berupa cemilan, keripik, stik bawang dan stik keju, dan hanya berlokasi di petak rumah kontrakan (kami tinggal di rumah kontrakan), apa memenuhi syarat jika ijin industri rumah tangga tersebut hanya ber lokasi di petak rumah kontrakan..?

  31. usaha saya bergerak di bidang pengemasan/makloon,apakah biaya untuk mengurus P-IRT,Dinkes,dan Halal dari produk harus saya yg mengeluar kan?mohon bantuannya..

    • Iya Pak Dimas, dari pihak Bapak. Kecuali untuk Halal kalau dari produk asal sudahadasertifikat Halalnya Bapak lebih mudah.

  32. maaf pak mau tanya,untuk program free pengurusan halal mui biasa 1 tahun berapa kali ? klo ada schedule nya tolong info,karna lumayan juga biaya invoice total 2.950.000

    • Maaf Pak/Bu Yoan, saya tidak update dengan infonya. Silahkan hubungi Dinkes yang biasa membina UKM.

  33. Saya me-repcking produk yg sudah ada PIRT dan label halal. Krn saya order dalam kemasan curah dari luar daerah dan saya packing kembali menggunakan kemasan saya sendiri. Ijin apa yg harus saya daftarkan agar produk yg saya jual ada nomor dinas kesehatan-nya..? Terima kasih.

    • saya berencana membuat makanan olahan sekala usaha rumahan, semisal ayam kremes yg dikemas
      plastik.Apakah cukup mengurus Pirt saja atau bagaimana ? Terima kasih dan ditunggu penjelasannya.

      • PIRT cukup mbak Astuti, tapi kalau bisa jadi binaan Dinkes dan mereka ada kerja samanya dengan LPPOM MUI bisa sertifikasi Halal juga. Pasti lebih tinggi nilai jualnya.

    • Kami produsen makaroni goreng kualitas super aneka rasa, siap pasok seluruh Indonesia.
      Senang sekali bisa bekerja sama dengan anda
      081 329 392 363 – 0856 4321 9888

  34. Nemu juga nih,,, informasi yang bagus..
    admin, saya mau nanya nih,,, “terus perlukah mendaftarkan prodak kita ke BPOM?”

  35. Kalau kita kemas produk yang sudah punya halal n p-irt nya. trus kita ganti dengan kemasan lain. Tanpa mencantumkan halal n p-irt nya. apa ada sanksi hukumnya ??

    • Maaf Pak Aslam, kami belum begitu paham kalau untuk hal tersebut. Mungkin Bapak bisa tanyakan langsung ke Dinkes setempat yang menerbitkan PIRT

  36. kalo kita repacking macam2 snack dari agen dipasar, dan kita nggak tau produsennya, gimana mengurus PIRTnya

  37. Website yg sgt bermanfaat, trmksh utk infonya. Numpang sharing, semoga bermanfaat, sy me-repacking produk yg sy beli dari produsen utk direpacking (packing ulang dg kemasan dan merk sendiri), sebelum melakukan packing sebaiknya daftarkan merk yg akan kita pakai Ќέ kementrian hukum dan ham, biaya sekitar 1,8jt (melalui biro jasa, bisa hny gunakan KTP perorangan atau mendaftar menggunakan nama perusahaan), dg memiliki merk sendiri akan lebih aman agar saat produk yg kita pasarkan sdh berjalan nantinya merk kita tidak disabotase / digunakan oleh org lain. Utk memasarkan prduk repacking temtunya anda perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasamya antara anda dg produsen tsb dan di dlm surat tsb dicantumkan pernyataan dari pihak produsen yg tidak keberatan/memberikan ijin kpd kita utk menggunakan no PIRT produsen (dipinjam pakai) dlm memasarkan produk tsb dg menggunakan merk dan kemasan anda sendiri). Jika anda ingin mengurus PIRT sendiri, MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking anda (krn anda bukan produsen, kan anda repacking, hehehe..) Semoga info tmbhn brmanfaat utk kita smw.

    • Terima kasih Pak/Mbak JK atas infonya yang akan sangat berguna dan menjawab banyak pertanyaan di sini. Semoga sukses selalu…:)

    • Terima kasih atas informasinya pak.. Saya mau nanya, 1 no pirt apakah untuk 1 produk atau bisa “dianakan”?

    • Terima kasih atas infonya pak, sangat membantu saya yang sedang kebingungan. Mohon penjelasan sekali lagi. Jika saya me re-packing makanan sebagaimana pak afkar namun supplier sy merupakan orang desa yg tidak tahu soal izin2an sehingga tidak bisa dan tidak mau mengurus PIRT nya, apa sy bisa menggunakan cara lain ( tanpa PIRT)? Selain itu, apa saya cukup dengan mendaftarkan saja ke kementrian hukum & ham? Terima kasih atas pencerahannya pak

      • Mbak Stevanie, perlu membuat MOU (surat kesepakatan /surat kerjasama dengan produsen tsb. MOU tsb akan dijadikan salah 1 syarat yg diminta oleh Dikkes sbg kelengkapan pengurusan PIRT repacking.

      • Daftar ke Kemen Hukum & HAM itu untuk merk nya mbak Stevani. Untuk PIRT mbak bisa urus sendiri sebagai PIRT Repacking. Diperlukan MOU (perjanjian kerja sama) mbak dengan produsennya sebagai salah satu syarat pengajuan.

  38. Kalau misalnya mengolah ulang produk makanan setengah jadi miosalnya coklat batangan trus di olah menjadi coklat kecil2 apakah boleh mendaftar P-IRT? Sedangkan coklat batangan tsbut aq beli dari pabrik yang sudah ada BPOM nya?
    Trimakasih mohon di balas,,

    • Biaya saya gak tau pasti karena berbeda2 tergantung jenis dan tingkatan produksi. Semakin rumit, semakin besar kapasitasnya semakin mahal.

      • Tergantung besar kecilnya unit usaha Pak.
        Malah kalau UKM bisa gratis kalau pas ada program. Hubungi Dinas Perindustrian di kota Bapak.

  39. Sebelumnya terima kasih atas infonya. bagaimana dengan usaha catering? jika ingin mendaftarkan sertifikat Halal MUI dan dinkes? biayanya juga berapa? terima kasih.

    • Sama saja Bu proses pendaftarannya. silahkan saja datang dulu ke Dinkes setempat. Mohon maaf saya tidak update dengan biaya nya. Karena juga tergantung skala/kapasitas industrinya.

  40. surat dari puskesmas atw dokter itu fungsi untuk pa? itu serat ttg kesehatan orang yg mendaftar? terus klw industrinya baru kecil2n gimana? klw dibikin klw baru ada pesanan? ga pa2 bikin pirt dan halal-nya? berarti waktu ada yg meninjau langsung praktek bikin?

    • Ya betul surat kesehatan pengelola usaha. Untuk usaha makanan, dipastikan yang mengelola tidak sakit berbahaya. Industri kecil bisa. Sebelum bikin permohonan, mbak bisa tanya2 dulu kok ke Dinkes nya.

  41. jadi intinya datang ke dinkesnya aja ya bu, detailnya seperti apa. mungkin ada masukkan kan dari tim survey itu akan datang ke rumah kira kira ada tips buat petugas g atau sdh satu paket dgn administrasi, kata lain ada pelicin. thanks

  42. Alhadulillah terima kasih atas infonya sangat bermanfaat, smg bisa lebih memudahkan dalam usahanya.

  43. Selamat siang, mohon info, apakah untuk pengurusan perpanjangan nomer PIRT diharuskan menyertakan sertifikat kepemilikan barcode ?

  44. klo untuk memasarkn produk sendri ke mini market mini market dngn ijin PIRT dan sertifikat halal saja bisa ga, mohon bimbingan nya…

    • Bisa Pak. Memasarkan ke mini market kan nembusin sendiri ke mini market ybs. Kalau sudah ada PIRT dan Sertifikat Halal tentunya lebih mudah.

      • terima ksh atas jawaban nya klo untuk sekup nasional contoh saya tinggal diceribon dan mau memasarkan ke setiap mini market yg ada dijabodetabek dengan surat ijin PIRT dan sertifkat halal saja gmn, maaf bnyk tnya karna saya baru mau merintis. trims…

    • Ijin akan memudahkan kita untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Tidak serta merta wajib tapi bagi saya sebaiknya pakai ijin. Biar nanti gampang kalau berkembang dan dipakai mengurus Halal misalnya.

  45. Terima kasih untuk sharingnya, apakah yang diposting diatas secara garis besar saja? Apakah untuk mendapatkan ijin tersebut, kita harus mempunyaai lokasi tertentu atau bisa dari rumah? Terimakasih.

  46. Mohon informasinya, saya lagi mencari barang/produk. Dikemasannya terdapat no.PIRT … apa bisa mengetahui alamat produk itu melalui PIRT< dan harus di cek kmn? *maav agak sedikit jauh dari pembahasan pertanyaannya, trims.

    • Mohon maaf juga, saya kurang mengerti soal ini. Mungkin bisa ditanyakan ke Dinkes tempat ijin PIRT itu diterbitkan.

  47. saya mau daftar PIRT untuk produk kue / Cookies. cara nya gmn?
    bisa tolong bantu. Saya di jakarta utara.

  48. karena usaha bandeng tanpa tulang saya Pupus dengan P-IRT mohon bantuannya, saya sedang memulai bisnis repacking snack, saya sudah cari2 tetapi harganya masih harga reseller atau orang ke 2 & 3, saya mau ambil dari distributor / pabrik rumahan yang sudah ada P-IRT nya. jadi saya tidak perlu membuat P-IRT lagi. mungkin ada info…!!! lokasi lebih terjangkau di depok mas… terima kasih atas bantuannya. !!!

  49. saya mau tanya sedikit ni… jika kode PIRT saya di gunakan oleh pihak ke-2 tanpa seijin pihak-1 ada dasar hukumnya tidak ya? karena label dan kode PIRT saya ternyata ada yg menggunakan tanpa seijin saya. mohon pencerahan

    • Dasar hukumnya saya kurang paham. Tapi secara aturan tidak boleh Pak.
      Cobe dicek dulu lagi yaaaa.

  50. kalo untuk kemasan bandeng tanpa tulang bisa tidak pak & untuk snack, jadi untuk 2 jenis usaha…? trimakasi bantuannya.

      • terima kasih pak. berarti bayarnya dobel donk pak? saya masih awam. kira2 ijin 1 nomornya berapa? karena saya baru memulai usaha. terima kasih banyak bantuannya.

      • Saya bukan Pak kok…hehe… Untuk biaya pendaftaran saya tidak tahu yang terbaru Pak. Tapi tidak mahal kok. Silahkan datang saja ke Dinkes terdekat.

    • Tidak dibatasi berapa lamanya, bisa terus digunakan selama industri tsb tidak melanggar ketentuan dan peraturan.

  51. Apakah mendaftar P-IRT itu wajib..?
    Saya baru mau membuka usaha makanan, tapi saya mau daftar P-IRTnya itu nanti setelah usaha saya berjalan..
    Boleh tidak ya kalau seperti itu..?

    • Tidak wajib, tapi akan sangat menguntungkan dari sisi produsen. Karena konsumen lebih percaya.
      Bisa mbak.

  52. mau tanya untuk pengurusan PIRT produk jenis kue tapi produksinya untuk program kreativitas mahasiswa bagaimana ya?? lalu total biaya resmi yang diperlukan berapa??

  53. kalo kota beli makanan snack kiloan dari pabrik yang udah ada PIRT nya, terus kita kemas lagi (khusus usaha kemasan) apa perlu PIRT lagi utk usaha kemasan tersebut? atau boleh ga nyantumin PIRT dari pabrik tsb pada kemasan kita? trims ya

    • Kelihatannya tidak boleh Pak Mada. Bapak kan mengemas ulang. (note: diralat di bawah ini)

      Pak Mada….maaf saya ralat ya jawabannya. Sudah nemu jawaban yang pas. Ternyata bisa lho mengemas ulang mendapatkan PIRT. Silahkan datang ke Dinkes terdekat dan mendapatkan infonya yaa…

      • Jika kita mengemas ulang untuk produk yang tidak punya PIRT nya apa bisa ya? Jika bisa, saya harus mendaftar ke mana? Terima kasih

      • Bisa mbak Stevani (berdasarkan sharing Pak/Mbak JK di comment sebelum ini). Mengajukannya sama tapi untuk PIRT Repacking bukan PIRT Produsen. Semoga membantu.

  54. maaf numpang bertanya, kalau produknya satu seperti roti manis, tetapi isinya berbeda2…

    ada isi coklat, isi keju, isi stoberri dan banyak lagi, itu satu izin P-IRT atau berbeda2 ya???

    • Mbak Nova, tetep dihitung 1 saja, produk roti manis. Tapi semua bahan isian dicantumkan di daftar bahan kita.

  55. numpang belajar juga pak….kalo misalnya kita beli makanan ringan dalam bentuk curah ke produsen-nya langsung, trus kita kemas sendiri dengan plastik dan printing yg kita buat sendiri, apa harus ijin PIRT juga ? atau ijin apa yg hrs saya lakukan ? makasih ya….. 🙂

  56. Terima kasih atas sharingnya yang begitu jelas mba, sangat membantu saya dimana saya akan mengurus perijinna tsb.

  57. mohon bantuannya, saya masih bingung, saya mengemas ulang snack yg diambil dr produsen, tetapi saya ingin punya PIRT, menurut bakingnfood/teman2 apa yg harus saya lakukan?apakah saya bisa memiliki nomor PIRT atau tidak? thnx

    • Setahu saya PIRT itu memang untuk produsen. Tapi mungkin lebih jelasnya bisa tanya ke Dinkes setempat.

  58. klo koperassi apa bisa pakai pirt ato hrs bpom ? soalx kita masih kecil”an. n batasan antara pirt sama bpom itu gmn ?

    • Batasannya adalah modal pak. Untuk koperasi, disesuaikan saja. Untuk modal di bawah 50 juta ijin yang keluar P-IRT, ini masuk kategori home industri.
      Sedangkan yang modalnya di atas 50 juta ijin yang keluar MD (Bapak tulis BPOM), kategori industri.

  59. Untuk mendapatkan P-IRT dalam aturannya seperti itu, tetapi kenyataannya proses dari pendaftaran ke sertifikat sangat panjang. dari September sampai juli tahun depannya. apakah hal itu tidak menyalahi aturan. bagaimana solusinya untuk masyarakat kecil seperti saya yang tidak bisa kasih amplop tebal ke setiap petugas di dinas kesehatan?

  60. kalo boleh tahu,biaya untuk ijin usaha home industri berapa yang ke dinas kesehatan,dan ke majlis ulama indonesia ya??…

  61. saya mau menjalankan usaha reseller makanan kecil(keripik pisang dan sale pisang ) yang produknya mengambil dari produsen di daerah.
    apakah saya bisa mendapatkan ijin usaha pangan industri rumah tanga ?
    mohon bantuannya, dan untuk mereply di email : ningdesyana@gmail.com.
    atas bantuannya terima kasih.

  62. yuliartodanang@gmail.com kami hari ini sudah dapat setifikat dari dinas kesehatan. ada 2 sertifikat 1. untuk pemilik usaha 2. untuk sertifikasi produk. pemeriksaan dari dinas kesehatan ke rumah kami tgl 5 Agustus 2011 dan hari ini tgl 27 Agustus 2011 sudah kami terima sertifikat tersebut. terima kasih Depperindagkop dan Dinkes atas kejasamanya.

  63. Selamat pagi.
    Saya mau tanya mengenai izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari MUI.
    Saat ini saya ingin membuat perusahaan dikota saya ( Bekasi ) tetapi memakai produk yang sudah memiliki Izin P-IRT dan Sertifikasi Halal dari Dinkes dan MUI ditempat produk tsb dihasilkan ( Bogor ).
    Apakah saya perlu mendaftarkan kembali produk tsb di kota saya ?
    Terimakasih
    Haryadi

    • Pagi Pak Haryadi,
      Setau saya Bapak harus tetap mendaftarkan kembali ya. Untuk P-IRT saya tidak begitu paham, tapi untuk Sertifikat Halalnya, produk yang diproduksi di lokasi yang berbeda tetap harus didaftarkan.

  64. punya info, produsen makaroni goreng mentah yang udah punya sertifikat halal ga???saya lagi butuh makaroni goreng mentah, tapi saya mau yang sudah bersertifikat halal.

    • Maaf Bundanya Hana, saya tidak tahu. Mungkin nanti pembaca lain ada yang bisa membantu.
      Untuk makaroni umumnya diproduksi skala industri rumahan menengah n masih jarang yang mau mengajukan sertifikasi.

  65. Pagi Mbak vivi, info sangat membantu sekali untuk saya dalam mendapatkan info mengenai pengurusan PIRT, yang ingin saya tanyakan bagaimana mengenai pengurusan PIRT untuk produk maklon di lain pabrik rencana saya akan maklon produk minuman cup rasa di daerah jawa timur sedangkan saya sudah punya ijin PIRT nya di pabrik daerah bogor , mohon penjelasannya mengenai mekanisme perijinan PIRT untuk rencana produk maklon di daerah jatim yang akan saya lakukan ? thanks

    • Bukan Mbak Vivi Pak, tapi mau bantu jawab..:)
      Setau saya kalau maklon di lain lokasi ya mengajukan ijin lagi, karena yang ditinjau nantinya adalah proses produksinya. Saya gak paham mungkin saja tetap 1 nomor IRT tapi pada dasarnya tetap harus mengajukan ijinnya.

  66. Terima kasih infonya gan…
    ijin sedikit mengutip ya untuk tips di blog kami..di cantumin sumbernya dalam artikel ko..
    kunjungin blog kami ya, mungkin banyak info yang bisa di share..

  67. apakah ada ukuran untuk kita membuat surat izin usaha dan berapa besar kah jumlah keuntungan yang diperoleh yang wajib kita harus mendaftarkan produk kita.

    • Ukuran pastinya/skala usaha bisa langsung ditanyakan ke Dinkes. Tentang keuntungan, tentunya produk kita punya nilai jual lebih bagi konsumen.

  68. makasih ya atas infonya,mudah2an dgn adnya ifrmsi ini akan lebih memudahkan saya untuk mengurus segala sesuatunya untk usaha yg baru akan saya rintis.

    • Mohon maaf Pak Johan, saya belum tahu, tapi bisa ditanyakan ke Dinkes setempat. Termasuk Surat Keterangan dari Puskesmas seperti pertanyaan Bapak sebelumnya.

  69. Hi Vivi, thanks utk infonya. Sangat bermanfaat. Saya jg lagi berencana mau urus PIRT. Jika boleh minta info tambahan lagi, saya perlu tahu utk Surat keterangan Puskesmas atau Dokter, dalam hal pengurusan PIRT itu diperlukan surat keterangan apa ya? Apkh yg berhubungan dgn sanitasi tempat kerja atau sanitasi pekerja atau?
    Thanks utk bantuannya,
    Rgds

  70. Seperti inilah keterangan yg saya cari, singkat jelas padat….cuman kalo mau buka usaha home industri unt kecantikan gmn prosedurnya…? thaxs infonya

      • Saat di cek rumah usahanya, apakah ada biaya transport untuk ceker yg harus kita bayarkan?

      • Setahu saya sudah termasuk di dalam pembayaran. Iya, transport kita yang menanggung.

    • Kalau saya tdk produksi makanan sendiri, tp hanya mengemasi produl tsb apa saya jg harus membuay iji PIRT ? Tlg infomasinya. Thx

      • Kalau mau dibuatkan ijin PIRT nya maka si produsen juga sudah harus ada no PIRT nya Pak.

Tuliskan pesan/komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s